Gelar Doktor Honoris Causa Untuk Raja Arab Saudi

Gelar Doktor Honoris Causa Untuk Raja Arab Saudi

BAGIKAN
Gelar Doktor Honoris Causa Untuk Raja Arab Saudi

           ‘Pasar Raya Indonesie’, itulah fakta tentang negara di mana  kita sekarang hidup. Artinya, siapa kaya raya dan punya banyak duit, bisa membeli apa saja dengan duitnya:  jabatan, hukum, status, gelar, ijazah, kecantikan, sel  tahanan, keperawanan, sel  penjara, gigolo,  kehormatan, saksi  palsu,  agama, isteri, pendidikan, dan lain lain sesuai harga yang ditawarkan. Tidak perduli koruptor, bandar narkoba, perampok, penipu, germo, bankir, rentenir, maling, debt- collector, pelacur high class asal punya duit bisa membeli apa saja sesuai keinginan nafsu mereka. Para jongos, babu, kacung, pelayan dengan berbagai atribut dan kedudukan dan jabatannya akan selalu siaga tersenyum memberikan pelayanan untuk ‘para juragan’ pemilik duit.

           Abdullah bin Abdul Azis, Raja Arab Saudi, adalah kampiun triliuner yang dengan kemewahan memanfaatkan uangnya untuk membeli gelar apa saja yang diinginkannya. Yang sekarang lagi diributkan, soal gelar  Doctor Honoris Causa dari Universitet Indonesie, yang diterimanya (yang menurut akal sehat mustahil gratisan). Meski semua orang tahu King Abdullah bukan orang pintar dan  berprestasi, apalagi untuk memenuhi  ketentuan PP No 43 tahun 1980 tentang calon penerima gelar doktor honoris causa yang harus terbukti telah memberikan manfaat atau karya yang luar biasa bagi negara Indonesia, tetap saja dia tanpa susah payah  mendapat gelar doktor honoris causa.

            Hebatnya, karena yang menerima gelar adalah orang terkaya dunia, maka King Abdullah, selaku penerima gelar  tidak perlu susah payah datang ke kampus untuk menerima gelar sebagaimana itu lazim dilakukan orang, sebaliknya  justru pimpinan kampuslah yang dengan susah payah  ‘merangkak’ ke istana Saudi Arabia  untuk menghaturkan gelar kehormatan kepada King Abdullah. Bahkan saat menerima persembahan gelar, King Abdullah hanya duduk sambil ketawa-ketiwi menyaksikan tingkah lucu orang-orang yang haus uangnya.  Ah, kasihan orang-orang miskin yak berduit sebangsa kita, yang untuk kuliah meraih gelar sarjana saja sering tidak kesampaian karena tidak punya biaya. Sungguh agung dan mulia orang-orang berduit di negeri yang sudah jadi ‘pasar raya’ bagian pasar global ini.

oleh Agus Sunyoto

TINGGALKAN KOMENTAR