FPI Juga Punya Jasa

FPI Juga Punya Jasa

BAGIKAN

Tulisan ini di buat tidak mengatasnamakan benci atau suka, tidak membela siapa siapa, tidak juga mewakili kaum idealis yang suka damai, saya menulisnya hanya sekedar agar para pembaca mampu memposisikan dirinya berada di tengah tengah antara pro dan kontra.

Semua agama di Indonesia dan ajaran Pancasila pasti mengutuk “upaya penodaan agama” dan tidak membenarkan “keberadaan tempat-tempat kemaksiatan”.

Tak ada alasan sama sekali untuk mengkotak kotak maksiyat, apakah sebenarnya anda ingin mengatakan bahwa melacur di pinggir pinggir rel kereta api, di gerbong sepur yang yang rusak, dan di bawah jembatan adalah illegal, dan SATPOL PP berkuwajiban mengejarnya dan membubarkannya, dan Satpol PP kemudian akan mendapat penghargaan Masyarakat sebagai Kelompok yang lemah lembut, dakwah penuh santun, walaupun pentungan juga tetap di genggamannya, adapun  melacur di tempat hotel berbintang, di café, atau tempat tempat mewah lainnya menjadi legal yang wajib di lindungi, wajib di dukung, wajib dihormati?  Lalu apa bedanya jika sama sama melacur?

Ketika upaya penodaan agama terjadi dan tempat-tempat kemaksiatan bermunculan, maka yang paling pertama berkewajiban dan bertanggung jawab memberantasnya adalah pemerintah & POLRI, jika tidak ingin masyarakat main hakim sendiri. Dengan kata lain yang memicu bentuk anarkis Masyarakat, baik yang tergabung dalam suatu Oramas maupun individu, lebih banyak disebabkan kekurang tanggung jawaban dan tanggapannya pihak pihak terkait

Kalau kita pelajari, sebenarnya semua kekerasan yang dilakukan oleh FPI atau ormas yang lain, selalu berkaitan dengan 2 hal tersebut, dan disebabkan oleh karena pemerintah & POLRI cenderung membiarkannya.

Terlepas Pro dan Kontra atas keberadaan FPI, yang masing masing fihak tentu saja hanya menonjolkan sisi keburukannya bagi yang kontra, dan sisi kehebatannya saja bagi yang pro, jelas sudah bahwa masing masing memang masih belum dewasa menyikapi kritik, komponen Bangsa ini masih sangat Alergi terhadap apa yang namanya Kritik.

FPI yang sejak kemunculannya menjadi musuh besar para Bandar perjudian, para Ibu Asuh Pelacur, Para Bos tarian telanjang, dan Beking Pembuat dan pengedar Minuman Keras, adalah fakta yang tidak terbantahkan. Dan jika kita hanya memandang FPI di balik ruangan yang gelap, maka yang Nampak hanyalah kekerasannya saja, seakan FPI sama sekali tidak punya Jasa dan kebaikan.

Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA), Ferry Nur, mengajak umat Islam bersikap adil. Diantaranya, juga melihat jasa-jasa FPI bagi umat

Di saat semua orang terpengaruh media massa mengecam FPI, Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA), Ferry Nur, justru bersikap lain. Ia tiba-tiba mengajak umat Islam untuk melihat jasa-jasa FPI bagi umat.

Menurutnya, meski sekarang FPI sedang dipojokkan, ia juga meminta masyarakat bertindak adil dengan melihat jasa-jasa baik FPI.

“Sebagai manusia memang ada kekhilafan, tetapi kebaikan-kebaikan FPI di balik itu juga banyak,” ujar Ferry dalam acara pernyataan sikap Forum Peduli Umat dan Bangsa (FPUB), di Masjid al-Arqam, Tanah Abang, (4/6), Rabu sore.

ImageFerry mencontohkan jasa FPI dalam kegiatan-kegiatan sosial, seperti evakuasi ribuan mayat korban tsunami di Aceh beberapa tahun lalu. FPI membantu memakamkan mayat, bahkan harus tidur di pemakaman, membersihkan Masjid Baiturrahman yang penuh dengan sampah ketika orang belum banyak datang ke Aceh. Sementara di saat yang sama, ia tidak melihat kiprah Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) di Aceh ketika itu.

“Di mana AKK-BB saat itu? Juga ketika majalah Playboy terbit, FPI telah melakukan aksi untuk menyelamatkan moral umat,” sambung Ferry.

SULIT melihat Habib Riziq Shihab mengenakan jubah dan kafiyeh putihnya selama hari-hari pascabencana gempa dan tsunami di Banda Aceh. Atribut kebesaran Panglima Laskar Front Pembela Islam itu telah setengah bulan ini bersalin dengan kaus tipis dan celana lebar semata kaki. Bahkan, jabatan panglima dia tinggalkan ketika pada hari-hari tertentu mendapat jatah masuk menjadi anggota tim evakuator mayat. Laskar FPI memang menjadi salah satu relawan evakuator mayat di ibukota NAD. Mereka telah datang sejak hari kedua bencana. Pada Hari itu juga anggota FPI dari Jakarta, Solo, Surabaya dan Makassar telah mendirikan posko di Banda Aceh. Lokasinya pun istimewa, Taman Makam Pahlawan Banda Aceh. Di halaman makam yang berlapis marmer hitam itu, tiga tenda lapangan dan dua tenda logistik didirikan ‘laskar garis keras’ itu. “Emang ente pikir Laskar FPI hanya bisa merusak bar, kami juga punya organisasi penanggulangan pascabencana, ” tukas Habib Riqizk, ketika ditanya motivasinya terjun ke NAD.

Marilah kita sadar, yang patut disalahkan bukanlah FPI saja tapi semua elemen masyarakat yang tidak lagi mau membangun diri dengan menyadari kekurangan masing masing. Apakah dengan membubarkan FPI itu artinya solusi untuk menangkal kebejatan Moral Bangsa ini telah di temukan?

Jika PKI yang jelas jelas menorehkan sejarah hitam pada Bangsa ini di perkenankan hidup dan berkembang, kenapa FPI tidak? Mana slogan “Membela yang Minoritas” itu?

Silahkan untuk bertamasya pemikiran, setelah anda membaca dua artikel sebelumnya FPI Dalam Catatan Bantahan Seorang Dayak Asli dan FPI DALAM SOROTAN ANTARA PRO DAN KONTRO

6 KOMENTAR

  1. bagus juga mbah , ahirnya dibeber juga jasa2 FPI ,
    walaupun ana tdk di FPI , jujur saja lebih banyak BAIKNYA dari pada JELEKNYA bahkan jeleknya di BANYAKAN OLEH KAUM SEPILIS.

    Muslim yg baik adalah bila saudaranya dianggap jelek jangan banyakan jeleknya.
    jasa2 baiknya justru diberitakan sebanyak banyaknya. kaya gerombolan SEPILIS itu lo mbah mereka begitu getol jelek2kan FPI.

  2. jujur saya fine2 aja saya tidak terganggu dengan adanya fpi paling hanya yg maksiat aja yg ingin membubarkan karena dengan adanya fpi yg bermaksiat jadi tidak tentram ‘
    fakta membuktikan kemarinyg demo di bundaran HI diantaranya para tuna susila ,para banci dan kaum JIL yg kita tau itu dilarang oleh agama dan uud ‘ 🙂

  3. sebagaimana orang per orang pasti ada baik dan buruknya , lha sekarang bagaimana caranya ia melakukan unsur buruk tersebut … apakah anda pernah juga menganalisa FPI sebagai “alat “negara dan media , FPI gak pernah akan bubar selama negara memerlukannya untuk menutupi boroknya , coba kita data : ada berapa jenis berita yang diliput oleh media ? pasti FPI masuk didalamnya , negara punya umpan , media sing ngemplok , masyarakat e sing mbadok , saya respek dengan habib riziq , kasian dia ..dalam posisi yang sulit terjebak dalam kepentingan pribadi anggotanya yang sedemikian rakusnya .

  4. Fpi is te best, bila FPI melakukan kebaikan, berita malah menyiarkan yg tdk benar. Seperti membubarkan diskotik, krna yg punya diskotik jendral dan tdk menggubris surat 2 FPI, jd FPI marah, eh malah dberitakan FPI melakukan kekerasan tanpa surat tegur terlebih dahulu

  5. ibarat kota ghotam dalm batman yg dudalmaya korup dan suap menjalar sampe akar skasikanlah di dark night(hehehe) batman menolong para garis lemah dan pencari keadialan tapi dianggap peruusuh oleh mhakamah pengadilan dg alasan membuat kacau keamanan kota ghotam..apa yg ia cari popularitas? pasti tidak karena dia selalu bertopeng…jika hanya poplaritas yg dicari pasti dia berhenti dg usahanya..tapi hati dan doronganya yg iba melihat ketimpangan dikota,,,nah sekarang balik ke jkt bagaimana kondisi birokrasi??korup dan suap sampe ke kelas yg paling bawah..habibana riziq punya hati dan dorongan untuk minta keadilan seperti batman bukan popularitas yg dicari…tapi mengilangkan nahi munkar…lantas beliau dicaci oleh masyarakat bahkan yg lebih menyakitkan sesama muslim..dan pemerintah yg menganggap sebagai biang anarkis sma kan kaya film the dark night…terima kasih assalamu’alaikum

TINGGALKAN KOMENTAR