FPI Dalam Catatan Bantahan Seorang Dayak Asli

FPI Dalam Catatan Bantahan Seorang Dayak Asli

BAGIKAN

Saat ini sedang hot-hotnya dibicarakan ketika terjadi penolakan FPI di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, namun muncul berita-berita lancung dari fihak FPI. Sebagai salah satu putra Dayak Ngaju, tentu saya merasa perlu untuk membalas berita-berita lancung FPI tersebut.. karena memang semestinya tulisan dibalas tulisan, thesis dibalas thesis, bukan malah tulisan/argumen dibalas dengan kekerasan.

 

Didalam beberapa statemet FPI yang dimuat dalam media fasis agama disebutkan bahwa “Dayak Kafir, Ndeso!”, “Kafir Harbi- yang halal darahnya”..

http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/02/13/17720/dayak-kafir-ndeso-bernafsu-bunuh-habib-rizieq-padahal-belum-kenal/

http://arrahmah.com/read/2012/02/11/17991-munarman-kafir-yang-menghalangi-dakwah-adalah-kafir-harbi-halal-darahnya.html

Pernyataan-pernyataan ini sangat disayangkan, karena pernyataan seperti ini bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Kali ini saya akan membahas kasus ini dari sudut pandang awam saya, agar tidak terjadi kesimpang siuran (setidaknya dari teman-teman FB saya), bahwa warga dayak tidak bermasalah dengan agama Islam tetapi bermasalah dengan FPI…

Mari kita mengenal suku Dayak terlebih dahulu..

DAYAK PADA MASA KEGELAPAN

Dayak adalah suku asli yang mendiami pulau kalimantan yang memiliki ratusan sub suku dayak, memiliki bahasa yang berbeda, beberap tradisi yang berbeda namun pada umumnya jauh sebelum kepercayaan seperti Hindu, Islam dan Kristen masuk ke tanah kalimantan, orang-orang dayak telah memiliki kepercayaan leluhur, yang sekarang disebut dengan “Kaharingan”– kaharingan memiliki makna “kehidupan”. Didalam setiap sub- suku dayak memiliki beberap variasi tradisi dan adat.

Disamping itu pada zaman dulu orang-orang dayak memiliki tradisi “mengayau” dan “jipen”– mengayau adalah tradisi memenggal kepala manusia pada masa perang atau digunakan untuk keperluan upacara-upacara adat, sedangkan jipen adalah- perbudakan hasil tawanan perang yang kemudian jipen ini dapat dikorbankan ketika upacara tiwah oleh sang pemilik jipen yang meninggal sebagai pelayannya di “lewu liau”/ Dunia orang mati.

Penulis pada bulan desember lalu pergi ke kampung halaman kakek ku di Tangkahen tidak begitu jauh dari Palangkaraya, disana penulis berkesempatan melihat sandung dan jejak rumah betang, dan menurut cerita ibuku dahulu dikampung ini ada rumah betang yang bertingkat tiga. Pada masa asang-kayau – (Pada masa orang dayak masih berperang satu sama lain, mebunuh dan mengayau) jika “asang-kayau” mulai menyerang kampung, maka semua orang segera masuk kedalam rumah betang, dimana anak-anak dan peremupuan diungsikan ditingkat paling atas, laki-laki berjaga ditingkat bawah dan tangga akan segera diangkat.

Perlu diakui orang-orang dayak pada zaman dahulu memiliki tradisi dan kebudayaan yang kurang baik, namun bukankah kebudayaan itu bersifat progresif, manusia akan semakin menemukan “era of reasoning”, seperti yang dialami masyarakat eropa pada abad pertengahan juga sampai pada masa revolusi gereja dan berpengaruh pada revolusi industri. Demikian juga masyarakat arab pada jaman jahiliyah. Masyarakat Dayak menemukan titik “era of reasoningnya” pada tahun 1864 yaitu melalui Rapat Damai Tumbang Anoi. Dimana semua suku dayak untuk pertama kalinya berkumpul dan memutuskan untuk berhenti dari kebiasaan mengayau dan jipen. Dalam hasil rapat itu dihasilkan 96 pasal yang mangtur hidup bersosial dan beradat. What a wonderful story mengingat pada zaman itu transportasi yang sukar, alat komunikasi yang tidak ada, bahkan setiap sub suku dayak memiliki bahasa yang berbeda-beda namun berhasil menghasilkan suatu keputusan yang melampaui stigma “kampungan” / “ndeso” terhadap orang dayak.

MASUKNYA AGAMA SAMAWI DALAM LINGKUNGAN DAYAK

Masuknya agama Semawi kedalam tanah Borneo tidak lepas dari kedatangan bangsa Eropa, Melayu dan mubaligh dari tanah Jawa. Walau sebelumnya orang kalimantan telah menerima terlebih dahulu agama Hindu yaitu ditandai dengan berdirinya kerajaan Kuatai Kertanegara.

Stigma yang terjadi saat ini kata Dayak hanya digunakan bagi orang asli kalimantan yang masih beragama Kaharingan atau Kristen, sedangkan Dayak yang masuk Islam tidak ingin disebut dayak lagi tetapi melayu atau banjar. Stigma ini mungkin muncul akibat pengaruh politik devide et impera, dan adanya tekanan terhadap orang Dayak pada zaman dulu yang dianggap sebagai kampungan. Cerita ini banyak terjadi di kawasan Kalimantan Barat, dimana orang-orang dayak yang convert ke Islam meninggalkan budaya dan tradisinya, dan mulai mengubah identitasnya sebagai orang melayu. Penulis pernah bertugas di Balikpapan, ketika itu berkenalan dengan seseorang sebut saja namanya Bapak “Anoi”, beliau mengaku dirinya orang Banjar, namun ketika saya memperkenalkan diri saya sebagai orang Dayak Ngaju, baru Bapak ini mengakui bahwa dirinya adalah orang Dayak juga tetapi dayak Bakumpai.

Walau tidak semua dayak yang convert ke islam “malu” akan identitas kedayakannya, di Kalimantan Tengah pada umumnya komposisi 50-50 Muslim dan Non Muslim, namun baik itu dayak muslim atau kristen masih mengakui dirinya sebagai orang dayak. Hal ini dapat dilihat dalam upacara Tiwah (upacara pemakaman Kaharingan) dimana dalam penyembelihan kurban dilakukan oleh orang Muslim, sehingga sodara-sodara muslim lain dapat ikut bersama upacara Tiwah. Ketika agama Semawi mulai masuk ke kalimantan tidak ada penolakan, ataupun pemaksaan untuk memeluk suatu agama manapun, bahkan tidak heran dalam satu keluarga bisa banyak terdapat agama, karena falsafah “Rumah Betang”.. Rumah Betang adalah rumah panjang, dimana semua keluarga besar tinggal pada rumah yang sama saling berinterkasi dan saling tolong menolong. Stigma terhadap orang dayak yang masih menganut agama “helo” / “tatu hiang” (agama leluhur) sebagai “heiden”/ “kafir” adalah pengaruh politik devide et impera, namun falsafah rumah betang ini yang mepersatukan , ini terbukti sampai sekarang ini tidak pernah ada keributan yang bernuansa agama.

Pada tahun 2000 ketika terjadi kerusuhan Sampit, banyak oknum yang hendak mencoba mengalihkan ke isu agama. saya pernah menonton suatu video yang beredar youtube tentang kerusuhan sampit, dengan background bahasa arab dan menjelaskan bahw ini penyerangan orang2 kristen terhadap orang islam, namun itu tidaklah benar. Selama kerusuhan sampit tidak ada satupun mesjid atau rumah ibadah yang dirusak atau dibakar. Bahkan ketikan tahun 2000an itu ketika saya berada di Jakarta untuk mengikuti kongres Anak Indonesia, salah satu peserta dari daerah lain mencoba menjelaskan bahwa dalam kerusuhan sampit banyak mesjid yang dibakar. Lalu saat itu saya maju dan menanyakan adakah data mesjid yang dibakar? dan saya menanyakan dia berasal dari daerah mana? ternyata dia bukan berasal dari Kalimantan Tengah, dan dia tidak memiliki data tetapi hanya mendengar “katanya”.

Jasi kesimpulan saya adalah, suku dayak adalah suku yang terbuka dan siap menerima perubahan zaman dan tidak akan melupakan identitas kesukuannya, selama falsafah rumah betang masih dipegang maka isu-isu mengenai agama tidak akan berhasil memecah belah persatuan orang dayak.

Menjawab Tuduhan FPI

Setelah kita cukup membahas tentang Dayak, sekarang saya ingin menanggapi tuduhan-tuduhan yang dilotarkan fihak FPI terhadap orang dayak baik itu melalui media online maupun TV.

1. Dayak = Kafir

Pernyataan ini dikemukakan oleh Munarman yang dimuat dalam website:

http://arrahmah.com/read/2012/02/11/17991-munarman-kafir-yang-menghalangi-dakwah-adalah-kafir-harbi-halal-darahnya.html

Pernyataan ini sungguh sangat melukai perasaan orang dayak, baik itu dayak muslim ataupun non muslim. Pernyataan ini sungguh dapat menyebabkan perpecahan bangsa. Apalagi dikatakan “halal” darahnya. Sodara munarman mungkin lupa bahwa kata “kafir” adalah antonim dari kata “syakir” atau syukur. Orang-orang kafir adalah orang yang tidak pernah bersyukur, kafir juga memiliki makna orang-orang yang tertutup. Jika kita merunut kedalam sejarah abad-abad pertengahan melalaui catatatan-catatan The Principal Navigations, Voyages, Traffiques and Discoveries of the English Nation. Perkataan kafir pada awalnya digunakan pada abad-15 untuk “budak-budak” afrika oleh bangsa arab yang kemudian diadopsi oleh bangsa eropa (dapat dilihat dalam buku “enslopedia of Islam” yang ditulis oleh Juan E. Campo hal.422)

http://books.google.dk/books?id=OZbyz_Hr-eIC&printsec=frontcover#v=onepage&q&f=false

Pada masa islam sendiri kata-kata kafir itu muncul dala surat al kafirun http://ngaji-quran.blogspot.com.au/2008/06/qs109-al-kaafiruun-orang-orang-kafir.html.. namun munarman melupakan suatu ayat didalam quran sendiri yang berbunyi lakum diinukum waliya diini yang artinya Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. Jadi kata-kata kafir pada masa islam adalah pembeda antara orang islam dan bukan islam tetapi bernuansa toleran karena tidak ada pemaksaan agama. Berbeda dengan penafsiran munarman, bahwa orang dayak dikatakan “kafir”, munarman telah menghina suku bangsa dayak. Dimana dengan mengatakan kafir dia ingin mencotoh politik devide et impera nya belanda yang memberi cap “heiden” dan juga secara tidak langsung ingin kembali kepada abad pertengahan yang memberi stigma “kafir” bagi para budak.

Perlu diingat orang dayak bukan menolak dakwah, tetapi penolakan terhadap FPI, karena FPI memiliki faham fasis dan rasis. Jika memang orang dayak menolak dakwah tidak akan ada orang dayak yang masuk islam atau mesjid berdiri. FPI bukan lah Islam, walaupun anggotanya adalah orang Islam. Mengutip pernyataan cak nun “bahwa Islam tidak butuh dibela, jika Islam butuh dibela maka Islam itu lemah, siapa FPI yang merasa bisa untuk membela Tuhan?”. Kerukunan antara umat beragama di kalimantan sangat baik, jika faham-faham fasis seperti ini masuk, ditakutkan akan merusak rasa kesatuan.

2. Yang memprotes ialah preman-preman asuhan Teras Narang

Pagi ini di TV one menonton dialog salah seorang anggota FPI yang mengatakan bahwa yang demo di Palangkaraya adalah preman-preman asuhan Teras Narang. Ini jelas adalah pengalihan isu, bahkan bisa saya bilang Rampok teriak maling. Aksi kemaren sungguh merupakan aksi spontan yang dilakukan oleh orang dayak, informasi ini tersebar melalui media jejaring sosial baik itu FB dan Twitter. Ketika rencana pelantikan FPI di Kalteng mulai beredar, keresahan dan penolakan mulai muncul, sehingga keresahan ini ditanggapi oleh Dewan Adat Dayak, yang mengadakan rapat di Rumah Betang Gubernuran, memang kebetulan ketua Majelis Adat Dayak Nasional adalah Pak Agustin Teras Narang. Namun desakan ini bukan berasal dari provokasi beliau. Jika dilakukan wawancara hampir seluruh masyarakat kalimantan senang dengan kepemimpinan Teras Narang, yang berhasil membawa perubahan dan menggeliatkan perekonomian di Kalimantan Tengah.Jadi tuduhan FPI jelas tidak berdasar.

3. Aksi “preman” dayak yang mengacung2kan mandau dan mengancam ingin membunuh

Sungguh statement ini sekali lagi saya anggap adalah Rampok teriak maling. Mereka lupa daftar aksi kekerasan yang mereka lakukan sendiri: http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_aksi_Front_Pembela_Islam

Orang dayak merasa FPI sebagai suatu latent atau ancaman, merupakan hal yang lumrah jika  masyrakat bersifat divensive. Bahkan sebelum keberangkatan FPI ke Palangkaraya anggota FPI sudah aware bahwa sudah ada penolakan warga dayak , karena hal ini sudah dikoordinasikan dengan fihak kepolisian dan MUI, tetapi fihak FPI tetap ngotot untuk datang ke Palangkaraya, sehingga terjadi aksi pengusiran, dengan mereka tetap ngotot datang berarti mereka menantang masyarakat kalimantan. Dan hal itu lumrah tejadi dalam eforia massa, namun hal ini dapat ditenangkan ketika Teras Narang datang ke bandara, untuk menjelaskan dan menenangkan massa.  Jadi sekali lagi tuduhan-tuduhan lancung ini tidak berdasar

4. FPI dibutuhkan oleh masyarakat Dayak, karena masalah agraria

Ini lagi pernyataan paling konyol, karena ini negara hukum, masa iya kalo ada masalah agraria ngadunya ke FPI, bukan ke fihak yang berwajib, jika ormas-ormas bisa bertindak sebagai “penegak hukum” maka negara ini tidak akan berjalan. Tokoh dayak seruyan yang dimaksudkan oleh FPI juga bukanlah tokoh dayak. Budiyardi yang berasal dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ini  berstatus daftar pencarian orang (DPO) alias buron Polres Seruyan. Masak iya DPO disebut sebagai tokoh dayak.. what a funny.. fail..

5. Aksi penolakan masyarakat dayak sebagai pelanggaran UUD

Dalam harian tempo dimuat fasal-fasal yang dituduhkan

http://www.tempo.co/read/news/2012/02/13/063383600/Rizieq-dan-FPI–Laporkan-Teras-Narang-ke-Polisi

Karenanya, FPI, kata Rizieq, menuntut dengan dugaan melakukan pelanggaran KUHP berupa perbuatan tidak menyenangkan Pasal 335, upaya perampasan kemerdekaan Pasal 333, perusakan secara bersama-sama Pasal 170, dan percobaan pembunuhan Pasal 338.

Sekali lagi ini adalah rampok teriak maling, fasal-fasal yang diajukan adalah fasal-fasal yang seharusnya dari sejak dulu diekenakan kepada FPI, banyak kasus-kasus yang dilakukan tetapi seolah-olah ada pembiaran oleh negara.FPI mengenakan standard ganda, ketika aksi anarkis2 mereka, peduli setan dengan namanya HAM, dengan namanya fasal2 UU, tetapi giliran mereka ditolak baru mencari-cari fasal untuk membela mereka, Sungguh memalukan.

KESIMPULAN

1. Saya sangat mangpresiasi keberanian oleh itah yang memiliki falsafah isen mulang namun juga “mamut menteng” yaitu berani, kita berani untuk menolak sesuatu yang akan menjadi laten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

2. Dayak tidaklah menolak dakwah, orang dayak kalteng menolak kehadiran FPI atau ormas sejenis yang membawa faham fasis agama.

3. Aksi penolakan warga dayak bukan aksi preman, atau pula karena ada unsur muatan politik. memang mungkin akan ada opportunist elit politik yang ingin mencoba memancing di air keruh, tetapi roh/spiritnya merupakan spontanitas warga adat dayak.

4. Faham FPI tidaklah sesuai dengan kehidupan dan adat masyarakat dayak yang mengedepankan toleransi, persamaan hak, dan tenggang rasa.

Bangga menjadi orang dayak.. maju terus uluh itah… Semangat Isen Mulang..

Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata

Cakra Wirawan Emil Bangkan

Bekasi 16/Februari/2012 

33 KOMENTAR

  1. kalau ana analisa baik dari FPI maupun fihak2 yg anti fpi kesimpulan ana :
    1. FPI DARI DULU SELALU DI CAP NEGATIF COBA RENUNGKAN :
    LEBIH NEGATIF MANA RAKYAT KECIL CARI NAFKAH SETENGAH MATI MUNGKIN
    SALAH SATUNYA ADALAH ORANG FPI,
    DENGAN ORANG2 HOBI KORUPSI,TUKANG OBRAL JANJI
    2. NEGARA KITA BISA DIBILANG EKONOMI LIBERAL TIAP HARI HARGA NAIK TURUN,
    KEJAM MANA PELAKU EKONOMI LIBERAL DENGAN PEDAGANG2 KECIL DAN MUNGKIN
    DIANTARANYA PEDAGANG KECIL ITU ADALAH LASKAR FPI

    3. SADIS MANA FPI YG BAWA PENTUNGAN DG PEMBANTAI MESUJI LAMPUNG
    4. TAK BERPERIKEMANUSIAAN MANA PEMINUM YG PEMBUNUH DG FPI YG MELARANG
    DG PENTUNGAN ,EEH KAMU JANGAN MABUK INI BULAN PUASA.
    5. KALAU ANTUM MENGATU BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN MUHAMMAD
    ROSUL ALLAH SUNGGUH BIADAB ANTUM YG BERNAFSU BUBARKAN FPI.
    5. UNTUK SAUDARA2KU PIKIRKAN NEGARA TERCINTA INI YG CARUT MARUT, JANGAN
    ASAL MAIN BUBAR. BANJIR JAKARTA SEBAB DIANTARANYA ADALAH ULAH ORANG2
    SERAKAH. ORANG2 SUPER TEGA. BENAHI DULU ITU. BUBARKAN DULU ITU.

  2. SANGAT KAMI SAYANGKAN MBAH, KOK MBAH HANYA SEBARKAN ARTIKEL DARI ORANG DAYAK ASLI ITU PADAHAL ADA JUGA ORANG DAYAK ASLI YG LAIN MALAHAN ANGGOTA DPRD JUGA BELIAU ADALAH PENDUKUNG FPI.

    MBAH, BERHENTILAH MENYEBARKAN BERITA YG MENYUDUTKAN FPI,
    FPI ADALAH BAGIAN DARI ISLAM LO MBAH, TEGANYA MENYAKITI SESAMA MUSLIM MBAH DG MENYABARKAN ARTIKEL KAYA DIATAS ITU.

    ASTAGHFIRULLAHALADHIM.

  3. Kalo aku lihat britanya pada simpang siur, alias cari pmbenaran sendiri sendiri….
    Mau yg bnar yg mana…????
    Ujung2nya urusan perut juga.

  4. apa pun alasanx kami warga dayak kalteng menolak dgn tegas kehadiran fpi d kalimantan tengah. .
    tp INGAT kami tidak pernah menolak agama ISLAM. . . .

  5. Jangan kuatir kehilangan “pengikut yang katanya punya miliaran pengikut”, pak. Apalagi yang  senang mengancam akan melakukan ini-itu kalau keinginan mereka tidak dituruti… Jangan korbankan sense of the truth Anda. Saya dukung artikel pencerdasan Anda. Orang2 seperti Anda sangat dibutuhkan untuk menjaga NKRI tetap utuh berdiri dari Sabang Sampai Merauke. “Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa — Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran.”

    Keep up the good writing. 

  6. Apakah kau lupa tentang sampit,betapa sakitnya kami orang madura islam,apa yang telah kau lakukan kepada kami pantas saja kalian dayak,disebut kafir,kalian tidak lebih dari anjing anjing kampung

    • iya itu memang pernah terjadi, dan kita selayknya menyikapi dengan adil, jika memang FPI benar2 ingin memperjuangkan Islam anggaplah ini sebagai kritik yang membangun, tak ada gading yang tak retak

  7. dikalimantan mau butuh FPI atau tidak gak ada urusan…
    mgkn warga dayak hanya melihat kejelekan FPI… begitulah manusia…
    semut disebrang lautan keliatan tetapi gajah dipelupuk mata tak tampak…

  8. jgn selalu gegabah dlm mlakukan sesuatu..!
    pkir kn generasi penerus bangsa yg msh ingin mnjlnkn hidup..
    jgn sampai org ” yg tak brslh mnjadii korban ..,
    oleh prmaslhan sperti ini..!

  9. asstagfiruullah alladzim…!

    y allah..,
    knpa mereka masih brselisih..,
    hamba takut y allah..,
    jgn sampe mreka yg tdak brdosa pun tertimpal jga y allah..
    aminn

  10. Jangan ada fpi berdiri di bumi borneo kami,bila ada resiko tangung sendiri..TTD:DAYAK MAANYAN KALIMANTAN TENGAH

  11. Saya bangga sebagai perempuan dari suku DAYAK IBAN & DAYAK AHE, BORNEO tidak butuh bantuan siapapun untuk menjaga Bumi Kalimantan…mari kita masyarakat Dayak Bersatu, jangan kita mau dihina, dilecehkan, hanya karena selama ini kita selalu berdiam diri jika disakiti. Uwek apak ba’ik katuranannya dimajawat lekoa… bukek agama nang diri ba’ik, urang-urang koa nang maok majawat diri donggok…auk ahe iya-iya koa maok bakalahi man diri…..Huuuuuuuuuuiiiiih

  12. Di Kalimantan itu bukan hanya ada suku dayak saja, tapi ada juga melayu dan tionghoa, perlu diluruskan juga itu…sumatera, jawa, kalimantan, sulawesi, Bali, Lombok, Nusa Tenggara, Kep. Maluku dan Papua adalah ciptaan Allah SWT, bumi Indonesia merdeka ialah karena sumbangsih terbesar yang dilakukan oleh perjuangan Umat Muslim, dengan dakwah, teriakan Takbir Allahu Akbar dan senjata yg seadanya…

    Eropa, Amerika, Afrika, Australia, Antartika, Artik serta Asia adalah ciptaan Allah SWT juga, jadi selama dunia belum kiamat…siapapun itu umat muslim atau bukan…mereka mempunyai hak hidup juga untuk mencari nafkah / rejeki serta pencerahan akhlak dan akidah dimanapun mereka berada.

    Paham nasionalisme (kebangsaan) bagi saya adalah paham yang sempit yang dibatasi oleh sekat-sekat suku / etnis, negara / kewarganegaraan, golongan, bahasa, pulau, budaya, adat, dsb, lain halnya bila kita seorang muslim yang disatukan oleh rasa keimanan dimanapun mereka berada selama masih hidup di Bumi Allah, entah seorang muslim itu ada di suatu daratan, pulau, perairan / samudera, benua, hutan, ladang, gunung, kutub yang bersalju, dsb, entah apapun suku, etnis, kewarganegaraan, bahasa dan budaya dari seorang muslim tersebut.

    Misalnya, apabila Malaysia dan Indonesia terlibat persengketaan batas wilayah, pengklaiman sesuatu, ekonomi, sosial dan budaya, maka Muslim dari kedua negara yang tahu dan sadar tidak perlu terprovokasi atau ikut-ikutan panas, karena muslim dari kedua negara tersebut masih disatukan oleh keimanan dan ikatan akidah Islam. Walaupun mungkin sebagian orang-orang/pejabat dari kedua pemerintahan, sebagian umat muslim menyebutkan adalah orang-orang yang sekuler, plural, hampir murtad, liberal, dholim, kufur nikmat, munafik, korup, kolusi, thagut ataupun fasiq.

  13. saya menginginkan kebangkitan islam. tpi saya tidak setuju bila islam dibangun dengan kekerasan. sebab dulu pun dibangun dengan kesadaran dari para pemimpin islam dan pemimpin diwilayah islam sendiri(tanah arab). seharusnya orang islam itu jadi pelindung umatnya an pelindung umat lain sesuai dengan sejarah jaman dulu dan sesuai dengan nama islam itu sendiri. sudah….jangan bertengkar lagi. tidak ada gunanya. yg senang malah orang luar. islam agama saya. dayak pun teman saya. teman saya banyak orang dayak. ada dayak iban, dayak ngaju, dan banyak lagi. mereka baik-baik. yang harus di ingat adalah.. islam tidak boleh memaksakan kehendak. harus melalui kesadaran. dari situ lah iman timbul.

    H.S

    windu

  14. FPI tuh apa,yg aku liat di tv cuma buat kerusakan aja,bukankah pembuat kerusakan tu kerjaan orang gak bertuhan,..jelas aja orang dayak nolak FPI,karna kami tdk mau lg dijajah…ingat islam bukan agama kekerasan,kekerasan itu kerjaan orang KAFIR seperti penjajah belanda yg menjajah indonesia…

  15. kalok saya cermati dr tulisan 2 ini fpi ini emang terlatih bersilek lidah ..berbuat semmmaunya berlindungg dibalik agamma islamm…sy..sangat tdk siapati mulai mengancam orang konser musik ini fakta gedung gbk mau dibakar ,,jakarta mmau diancamm mmau dibumi hangus kalok konser tuh jadi ..ini fakta dunia seni yg gini aja ..di ganggunnya…kayak dia yg paling moralis…takut mrk ini karna dengki aja..dengki tanda tak mammpu..dengki dengan musik barat…lhhho..lhho pesawat terbang juga produk barat…dalihhnya moral…berarti orang dayak dah pintar tdk termmakan tameng fpi mau mengganggu bisnis orang dengan dalih moral..di jkrt disebelah kantornya aja banyak lonte …salut sama dayak…dayak berani dan pintar tdk deso ..yang deso ya,,munarman fpi sikit kafir kita aja yg muslim ini dibilang kafir apalagi ente dayak

  16. ya..kalok liat uka munarman di tv.one mmau muntah kayak dia yg punya aturan negara ini..kenapa orangnkayak gini dipelihara di negara ini..muka jelek kurus bicara nyelekiki ..kau tu yang halal darah harbi..kami muslim juga jenglkel dakwah tdk taktis ,,,yg mua nonton klonser juga umat islam apa kagak tau ..dibing anak setan apa ndak nyakitin..dahwah goooooblok cara sperti mu untungn aja kemarin ndaka turun kau fpi dari pesawat tu…orang pengacau dipelihara ketemu batu kau sama daya ..kammi muslim diluar kalimantan dukung kamu jgn biar walau sejenggkal tuh fpi tuh masuk dibumi mu.

  17. Assalamu alaikum wr wb, Sebagai warga NKRI sebaiknya artikel ini di masukan closed saja, tulisan sampah menghasut dan hanya mengajak ke pertempuran, saya sebagai muslim sangat tida nyaman membaca, sesama muslim bersaudara, satu sakit merasakan sakit semua, fpi bagian dari muslim, jadi kalo mau bubarkan fpi lihatlah ada siapa di belakang fpi, maka jika perang terhadap fpi maka perang terhadap muslim sedunia, marilah kita buka kacamata hitam kita, ketika di tv ada berita kekerasan yang dilakukan fpi maka yang ada hanya tempat judi, mesum dan portitusi, jangankan islam saya rasa semua agama melarang semua kegiatan itu, so jika kalian bukan pelaku seperti itu kenapa harus risih, jika kalian memang suku atau agama anda yang benar, maka peduli lah akan generasi yang akan datang, dan rawat didiklah generasi anda, kalo tidak maka kedepan yang ada hanya seonggok manusia tanpa pendidikan yang kelaparan, maka yang ada hanya kerusuhan…. sekali lagi, di kerangka NKRI kita berbineka tunggal eka, kita bekerja sama dalam kebaikan, dan sebaliknya kita dilarang bekerjasama dalam hasut hasutan, semua suku punya harga diri, semua agama punya harga diri, semua masalah ada akarnya, semua makluk hidup punya hak hidup, so…..pembantaian sudah terjadi yang lalubiarlah berlalu, namun bukan sedikitpun semua menjadi penyiut nyali seorang muslim, jika pembantaian itu memang sesuatu yang salah maka kami sebagai muslim menang atau kalah tidak akan takut menghadapai, jika pembantaian itu memang benar maka sebagai muslim kami menghargai…..sekali lagi tiada tuhan selain alloh, saksikanlah hidupku matiku hanya untuk alloh, kami cinta damai, tapi kami tak takut berperang !!! maka jangan coba coba mendholimi saudara kami dimanapun berada, kami adalah jiwa kesatuan, kesatuan dayak melayu jawa cina bugis dan banyak lainnya, yang muslim yang bersaudara….kami tidak mengenal suku, suku kami sama, suku islam, muhammad nabi kami, sebagai komandan perang tertinggi, ketika kami ikrar masuk islam, maka hilanglah suku kami, hilanglah harta kami, hilanglah jiwa kami, yang ada hanyalah hidup mulia atau mati syahid, ……..yang benar akan kelihatan benar dan yang salah akan keliatan salah, maka jangan ada hasutan….ingat….dayak melayu jawa cina dll dll yang memeluk islam, adalah tanggung jawab muslim bersama ketentramannya di dunia, maka jangan sekali sekali mendholiminya………jika mengancam kami dengan kematian, sesungguhnya kematian yang menghantarkan menemui tuhan kami adalah suatu cita cita tertinggi, kecuali kematian itu memasukan kami ke neraka, takut takutila kami biar bertobat, karena kami takut mati dalam keadaan jahil…..salam persaudaraan, salam perang !!

  18. Saya muslim, mnurut saya dari dulu islam cnta damai, nah FPI tuh jg islam, tdk ada paksaan seseorng u/ msuk suatu agama, saya berasal dari madura tp ayah saya dayak ngaju, dayak bkn mnolak islam tp dayak mnolak organisasi fasis yang aksi2nya kbanyakan mngedepankan kkerasan ats nama agama, uruslah moralmu sndiri,

  19. Pimpinan fpi habib riziq memang keturunan nabi, beliau dari trah abu jahal, pantesan aja fasis.. dan islam djdkn bukan rahmatan lil alamin lg tapi sebalknya pembuat onar.,, tabe bwt cecungguk para pemecah nkri..sialan..tragis…

  20. Saya masyarakat dayak seruyan menolak FPI datang ke bumi kami kalimantan,kalau bisa buang mmpimu jauh2 untuk datang ke pulau kami tercinta ini…

TINGGALKAN KOMENTAR