Firanda Menfitnah Warkop Menjawab

Firanda Menfitnah Warkop Menjawab

BAGIKAN

Firanda Menfitnah Warkop Menjawab

Dalam menghalangi ummat Islam untuk mengaplikasikan cintanya kepada Nabi Muhammad, admin situs firanda.com mencoba menebarkan fitnah dg mengetengahkan beberapa hadits yg di anggap sebagai dalil berikut:

1-عن ابن عباس سمع عمر رضي الله عنه يقول على المنبر سمعت النبي  صلى الله عليه وسلم  يقول لا تطروني كما أطرت النصارى بن مريم فإنما أنا عبده فقولوا عبد الله ورسوله

Dari Ibnu Abbas, dia mendengar Umar berkata di atas mimbar, “Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian terlalu berlebih-lebihan kepadaku sebagaimana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan kepada Isa bin Maryam, sesunggunhya aku hanyalah seorang hamba Allah maka katakanlah hamba Allah dan RasulNya” HR Al-Bukhari no 3445, 6830

Jawaban dan penjelesan warkop adalah:

الإطراء : الإفراط في المديح ومجاوزة الحد فيه ، وقيل : هو المديح بالباطل والكذب فيه

“Al Ithrok adalah melenceng dalam memuji dan melampaui batas, dan di katakana Al Itrok itu adalah memuji dg Bathil dan Dusta”.

Jadi jelasnya adalah kita di larang memuji yg melampaui batas Kemanusiaannya Nabi sebagai seorang Manusia yangg di utus Allah, dengan menyematkan Shifat-shifat Ketuhanan pada diri Beliau Rosulullah. Lihat Al Shon’ani dalam Tafsirnya ketika menerangkan Surah Alam Nasyroh.

Lebih lanjut dalam tafsir Al Bahrul Madid oleh Ibnu ‘Ajibah di terangkan dalam Juz 2 hal 24 sebagai berikut:

واعلم أن النصارى انقسموا على أربع فرق : نسطورية ، ويعقوبية ، وملكانية ، ومرقوسية ، ومنهم نصارى نجران ، فالنسطورية ، قالوا في عيسى هو ابن الله ، واليعقوبية والملكانية ، قالوا هو الله ، والمرقوسية قالوا : هو ثالث ثلاثة ، وكلهم ضالون .

“Ketahuilah Agama Nasrani itu itu terbagi dalam empat kelompok: 1-Nasthuriyyah, kelompok ini memngatakan Bahwa Isa itu AnakNya Allah, 2-Ya;qubiyyah, 3- Mulkaniyyah Kelompok ini mengatakan Isa Itulah Allah, 4- Markusiyyah, kelompok ini memiliki konsep trinitas”.

Tentu kita tahu tak seorang Muslimpun yg pernah menyematkan kepada diri pribadi Rosulullah seperti para Ummat Nasrani menyematkannya pada Nabi Isa ‘alaihissalam.

Lebih jelas lagi dalam Kitab Ushulul Iman Fi Dlou-il Kitabi was Sunnah sebagai berikut:

والمراد هذا الحديث ، أي : لا تمدحوني فتغلوا في مدحي كما غلت النصارى في عيسى فادعوا فيه الربوبية والألوهية ، وإنما أنا عبد الله فصفوني بما وصفني به ربي ، وقولوا : عبد الله ورسوله

“Yang di maksud dengan Hadits ini adalah: Janganlah kalian memujiku sehingga berlebihan seperti berlebihannya Kaum Nasrani, maka mereka memanggil Nabi Isa dalam pujiannya dengan Sifat Rububiyyah dan Uluhiyyah. Dan saya hanyalah Hamba Allah, maka sifatilah saya dengan apa yang Allah mensifati saya, dan katakanlah bahwa saya adalah Hamba Allah”.

Lalu kenapa ini di jadikan salah satu alasan tidak bolehnya melaksanakan Maulid? Adakah di dalam Maulid itu Orang-orang yang menyematkan sifat-sifat ketuhanan kepada Nabi Muhammad dalam Sya,ir dan pengajiannya? Lalu Manhaj Salaf mana yang di ikuti, ataukah MANHAJ SALAF SEBATAS PENGAKUAN saja?

Jika pun dalam Mauliditu ada serangkaian Doa yang didalamnya meminta pengampunan dg membawa ikut serta Nama Nabi Muhammad, toh itupun juga tidak ada dalil satupun yang melarang. Karena bagaimanapun Juga Nabi Muhammad tetap di letakkan dalam Maqom Manusia, yang memberi Syafa’at dll.

Kemudian Firanda menambah fitnahnya dg menghujani ayat-ayat Al Quran kepada pembacanya, yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan boleh dan tidaknya dalam melaksanakan Maulid, sengaja tidak akan saya tanggapi semuanya, karena hanya buang-buang waktu saja. Cukup kita Katan tindakan Firanda atau Wahabi Sebagai Peta Bid’ah Dunia akan gagal ketika di hadapkan pada kenyataan.

Baca Selanjutnya

11 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR