Evaluasi Pendidikan

Evaluasi Pendidikan

BAGIKAN
Evaluasi Pendidikan

Ramadhan datang setiap tahun,tanpa aku tahu apa efeknya buatku dan buat bangsaku.ada baiknya kita mengevaluasi efek Ramadhan tahun lalu, Sebab seorang Ustadz pernah bilang “puasa itu cuma proses dan latihan yang harus dijalani seorang muslim agar menjadi pribadi yang bertakwa” begitu kata sang Ustadz, tentunya sambil menukil firman Allah :

ياايهاالذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون

Yang artinya : wahai orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa seperti diwajibkannya atas orang orang sebelum kamu, agar kamu semua bertakwa.

Terjadilah dialog antara pak Ustadz (PU) dengan pak bukan Ustadz ( PBU) :

PBU (pak bukan ustadz) :Kalau begitu puasa kita nggak begitu sukses dong pak ustadz

PU (pak ustadz) : emang apa indikasi ketidak suksesan puasa kita?

PBU : buktinya negeri ini setiap bulan Ramadhan puasa semua, tapi tetap saja banyak malingnya, banyak koruptornya, banyak bandotnya,bahkan di telepisi berita tentang wakil rakyat yang sableng buanyaaaaaaaaak buanget, padahal mereka muslim dan sebagian berasal dari partai yang katanya sangat Islam sampai partai lain katanya kurang Islam. Bukankah bertakwa artinya berhenti jadi maling, pensiun jadi koruptor dsb dll dan dd lainya.??????jangan jangan ayatnya salah…………

PU: eit eit……. wait a minute dear brother.ayat Qur’an nggak pernah salah, firman Allah nggak pernah bohong.

PBU :jadi bagaimana dong pak Ustadz. apa yang kurang dari puasa kita, please dong tadz tell me atuh..

PU : puasa adalah sarana untuk membangun pribadi yang bertakwa, begitu kan….?

PBU : ya betul, cuma tolong dong terangkan apa hubungan puasa dengan takwa, puasa kan sama dengan lapar dan haus, sedangkan takwa adalah drajat tertinggi manusia disisi Allah SWT. Untuk mendapatkan drajat tersebut, manusia harus berhenti dari kemaksiatan,harus menjalankan semua perintah Tuhan dan meninggalkan semua laranganNya. Manusia yang bertakwa adalah makhluk yang paling dicintai baik oleh Tuhan maupun makhluk Tuhan lainya.

PU: kok omonganmu jadi kaya ustadz…sekarang ini gue ustadznya gitu looooh

PBU: makanya terangkan kenapa lapar dan haus dalam puasa bisa membuat orang menjadi bertakwa.

PU: begini ..kalau kita baca ayat kedua dan seterusnya dari surat al Baqarah kita akan tahu bahwa orang yang bertakwa adalah orang yang memiliki kriteria sbb :

1. meyakini adanya hal yang ghoib (abstrak)

2. mendirikan shalat lima waktu

3. mau menyisihkan sebagian rejekinya untuk ibadah sosial dengan kata lain kepedulian sosialnya tinggi.

4. dan seterusnya (baca sendiri mushafnya)

nah….sekarang mari kita hubungkan antara puasa dengan hal-hal tersebut diatas.

Adalah hal yang sulit untuk meyakini adanya hal-hal yang ghoib seperti adanya Tuhan, pahala, dosa , surga dsb tanpa adanya latihan dan pembiasaan. Walaupun kadang kadang kita begitu saja percaya dan yakin dengan hal yang juga abstrak, tanpa mempertanyakan argumentasinya, seperti kepercayaan kita bahwa hari ini hari ahad, dan besok hari senin. Padahal belum pernah ada sejarah yang mengatakan bahwa seseorang melihat senin, atau melihat minggu………..

PBU :Ustadz jangan kepanjangan nglanturnya dong,sekarang saya pingin tahu apa hubungan puasa dengan keyakinan terhadap hal yang abstrak.

PU : maap maap, begini orang yang sedang berpuasa selalu berusaha agar puasanya tidak batal, bahkan disaat orang tersebut sendirian, atau berada disekitar orang orang yang tidak saling kenal, betul gak?

PBU: betul pak Ustadz

PU: menurutmu kenapa dia harus menjaga agar puasanya tidak batal, tak lain dan tak bukan karena dihatinya ada keyakinan terhadap adanya dosa , pahala, surga , neraka dan tentu saja dia yakin adanya Allah sebagai Tuhannya, padahal semua itu abstrak,nah… tanpa dia sadari, ternyata dia sedang meningkatkan keyakinan terhadap hal hal yang bersifat ghoib atau abstrak. kalau memang dihatinya tidak ada keyakinan seperti itu ngapain juga dia bertahan untuk tidak makan dan tidak minum???? Emang enak lapar and haus??? Faham tidak…………????

PBU: tidaaaaaaaaaaaaak.. cuma biar Ustadz bangga saya akan manggut manggut. please go on sir.

PU: kalau keyakinan terhadap Allah bertambah, maka bertambahlah pula motifasi untuk menjalankan perintahNya dan meninggalkan laranganNya, maka meningkat pulalah ketakwaan.

PBU: Oooh gitu tho………

PU: kita lanjutkan. Salah satu kriteria takwa adalah menyisihkan sebagian rejeki untuk ibadah sosial

dengan kata lain kepedulian sosialnya tinggi….. ane tahu ente mau bilang apa hubunganya ama puasa gitu kan?

PBU:iya ustadz. Tapi ain kali jangan begitu dong ustadz, bertanya itu kan hak saya, ustadz serakah amat sih..

PU: maaf lupa, ustaaaadz jugaaaa manusia.

PBU :sama sama ustadz. Mohon dilanjutkan.

PU: orang yang berpuasa merasa lapar dan merasa haus, mudah tersinggung dan mudah meledak ledak kaya tabung elpiji gratisan. Disatu sisi rasa lapar, haus, mudahnya tersinggung dan gampang marah adalah ujian tersendiri dan sarana latihan kita untuk meningkatkan kesabaran, karena kesabaran hanya terwujud ketika orang masih bisa mengendalikan dan mengontrol emosinya. Kesabaran adalah akal sehat yang tetap berfungsi dengan baik dalam kondisi apapun. Disisi lain kalau kita sudah merasakan perihnya rasa lapar, panasnya rasa haus yang berimbas kepada meningkatnya sisi emosional kita, maka ketahuilah bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang merasakan hal seperti itu setiap hari.di bulan puasa dan di selainnya. Artinya dengan berpuasa kita merasakan penderitaan saudara-saudara kita agar timbul rasa kasih pada diri kita, agar timbul rasa cinta terhadap sesama di hati kita, timbulnya rasa kasih akan berujung pada keinginan kita untuk membantu, keinginan untuk ikut menyelesaikan masalah2 sosial, kemudian kita praktekkan itu semua dalam bentuk pelaksanaan zakat fitrah, pembayaran zakat maal, memberi bea siswa, menyantuni anak yatim dsb,dsb,dsb.

Semakin besar rasa kepedulian kita terhadap sesama kita terutama yang butuh bantuan, semakin tinggi pula tingkat ketakwaan kita. Kesimpulannya dengan berpuasa, kita menjadi makhluk dengan penguasaan emosi yang bagus dan tingkat kepedulian sosial yang tinggi.

PBU: Oooo ternyata begitu urutannya…..maaf ustadz udah malam nih, tapi ustadz belum menerangkan tentang sholat yang ada di awal surat al Baqarah tadi.

PU:tunggu aja lanjutanya lain kali, itu juga insya Allah.

Cttn : Untuk tulisan ini aku baca beberapa kitab tafsir dan kitab hikmah tasyri’ wa falsafatuhu, susunan Syeikh Ali Ahmad Aljarjawi

 

Oleh: Anggota  WLML

 

BAGIKAN
Artikulli paraprakHisab Wal Muqobala
Artikulli tjetërkhalifah

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR