Diplomat Israel Bertemu Dengan Oposisi Suriah

Diplomat Israel Bertemu Dengan Oposisi Suriah

BAGIKAN
Diplomat Israel
(Peserta Pertemuan Oposisi Suriah di Istambul, Maret 2013)

Menteri luar negeri (Israel) menampik berkomentar atas laporan bahwa Israel diminta membantu pemberontak membangun sebuah zona penyangga/perlindungan sepanjang perbatasan.

Diplomat dan pejabat Israel telah bertemu dengan anggota oposisi Suriah di Amman, nampaknya menukur kemungkinan membangun zona penyanga sepanjang perbatasan Bukit Golan. Sebuah situs berita Jordania melaporkan pada hari Rabu (17 April, 2013).

Menurut sejumlah sumber oposisi Suriah yang tak mau disebutkan namanya mengatakan kepada website independen Jordania, Mouab, kedutaan Israel di Amman saat ini berhubungan dengan sejumlah anggota oposisi Suria yang ada di Jordan, mengundang mereka dalam “pertemuan konsultasi” di kedutaan. Beberapa oposan menolah undangan tersebut, sedangkan lainnya setuju bertemu di luar keduataan yang dirahasiakan, kata laporan tersebut.

Dikatakan, pertemuan berlangsung di sebuh hotel dan restoran elit, ujar sumber Mouab, dengan orang Israel “yang fasih bahasa Arab”.

Times Israel tak dapat dikonfirmasi atas laporan tersebut, dan seorang juru bicara kementrian luar negeri menolak menanggapinya.

Kata Yigal Palmor, “secara prinisp, kami tak dapat menangapi rumor tersebut”

                        

Anggota oposisi surah mengatakan pada Mouab, bahwa tujuan pertemuan tersebut nampaknya membujuk orang Suria di Dataran Tinggi Golan membangun zona penyangga sepanjang perbatasan dengan Israel. Zona tersebut seperti dilaporkan diawasi oleh unsur pro-Israel sama dengan Militer Lebanon Selatan yang ditemukan di tahun 1982 atas invasi Israel di Libanon dan ditemukan sampai penarikan Israel dari Lebanon selatan tahun 2000.

Hampir setengah juta pengunsi Suria memasuki Jordania sejak pecah revolusi melaan rezim Bashar Assar pada Marey 2011. Dengan rata-rata per hari arus pengungsi lebih dari 3000 warga Suria, Perdana Menteri Jordania Abdullah Ensour yan menyebut masalah pengungsi sebagai “sebagai ancaman keamanan nasional Jordania”.

Sejumlah pejabat senior Suria mencela Jordania, termasuk perdana menteri Jordan sebelumnya, Riyad Hijab dan sejumlah pejabat militer sebelumnya.

 

Oleh : ELHANAN MILLER

The Times of Israel

April 17, 2013, 9:43 pm

TINGGALKAN KOMENTAR