… di manakah lagu yang paling sunyi?

… di manakah lagu yang paling sunyi?

BAGIKAN

Kematian bisa karena apa saja. kau boleh sebut apa saja yang ada di dunia. bahkan halhal yang tak engkau pikirkan boleh jadi akan membunuhmu. misalnya: lagu. jangan kaget. di masa lalu engkau bisa mati hanya karena engkau menyanyikan sebuah lagu. tentu. aku tidak sedang bercanda. semisal engkau bisa melipat waktu. cobalah kau kembali ke masa lalu. tentukan sekitar empatpuliuh lima tahun ke belakang. lalu, sesudah kau berada di masa itu,  ke mana saja berjalan, nyanyikanlah lagu genjer-genjer, niscaya nasibmu akan seperti lirik lagu itu: “nong kedokan pating keleler.” atau lebih buruk lagi, “ma’e tole tekoteko mbubuti genjer.”

itulah sedikit dari sekian banyak alasanku mengapa aku menyukai lagu. musik. nada. suara. irama – untuk daftar istilah ini, boleh kau tambahkan sendiri dengan istilah yang engkau ketahui. dengan itu semua, kau bisa mati. dengan itu semua, kau bisa melelapkan bayimu. dengan itu semua kau bisa tertawa, bahagia, menangis, atau bunuh diri. dengan itu semua, hidupmu bisa menjadi gemerlap di luar sekaligus gelap di dalam. dengan itu semua, kau bahkan bisa jadi menjumpai pengalaman berhubungan dengan sesuatu yang kau sebut tuhan

tetapi, aku selalu curiga, bahwa lagu terbaik dan paling indah adalah lagu yang didendangkan dengan diam: tak dengan mulut, tak dengan pikiran, juga tak dengan hati. aku curiga, lagu paling indah adalah keheningan. bukan, bukan kesunyian. tetapi keheningan. aku beri tahu sedikit rahasia dari perkataan orangorang yang telah berada di ambang senja, rahasia yang sedang kucoba kutemukan:

kata mereka:  keheningan itu ada di dalam titik di bawah lengkung huruf ba’, huruf yang mesti kau lalui sebelum kau mencapai alif. tidakkah kau renungkan, kitab sucimu diawali dengan huruf ba’?

 

TINGGALKAN KOMENTAR