Dakwah Damai Suku Quraisy

Dakwah Damai Suku Quraisy

BAGIKAN

Dakwah Damai

Bani Quraisy adalah mereka yg berketurunan dari Kinanah bin Nadlor, ada apa dengan Suku Quraisy ini, ada apa dibalik pengabadian suku qiraisy dalam Al Quran? coba kita simak ayat2 berikut:

لِإِيلَٰفِ قُرَيْشٍ

Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,

إِۦلَٰفِهِمْ رِحْلَةَ ٱلشِّتَآءِ وَٱلصَّيْفِ

(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.

فَلْيَعْبُدُوا۟ رَبَّ هَٰذَا ٱلْبَيْتِ

Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Kakbah).

لَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍۢ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍۭ

Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan. ٱ

Sepintas, gak ada yang aneh dengan isi surat ini. Isinya “cuma” memberikan info bahwa orang-orang Quraisy itu doyan bepergian pada musim dingin dan panas. Trus mereka disuruh menyembah ALLAH SWT. Udah, begitulah ketika kita hanya melihat kepada terjemahan yang ada.

ada dua kalimat yang terangkai sebagai pembukaan surat quraisy ini saja sudah menimbulkan polemik dikalangan Mufasir, yaitu lam dan Iylafi.

Ada yang berpendapat lam disitu adalah lam litta’lil yang mana lam tersebut berhubungan dengan kalimat2 yang sebelumnya, yang secara keseluruhan adalah ada di surat al fil.

Untuk yang pertama ini mungkin bisa diterjemahkan dengan “Karena Keberlangsungan sebuah ni’mat bagi Bagi suku Qurays, hendaknya mereka menyembah Robbnya Negri ini”

Ada juga yang berpendapat lam tersebut berhubungan dengan kalimat sesudahnya yaitu “Fal Ya’budu……….”

Ontuk ini bisa diterjemahkan seperti ini:

“untuk suku qurays yang membiasakan diri berpergian di musim panas dan dingin agar Menyembah Robbnya Negri ini”

Ini belum membicarakan Kalimat Iylaf yang saya anggap juga misterius, tetapi saya lebih tertarik dengan penjelasan yang ada di Tafsir Al Alusi yang salah satu kandungan arti Iyla itu adalah “Kontrak” dan dalam penjelasan dikitab tafsir lain mengandung arti “Solidaritas yang kuat”

Titik temu dalam dua pendapat diatas menurutku bertolak dari sebuah Syarat berupa “Mengabdi Kepada Allah”

Kenapa saya katakana sebagai syarat? Sebab pada ayat yang terakhir ada sebuah pernyataan dimana yang mengamankan dan memakmurkan adalah Robb itu sendiri sekaligus sebagai pernyataan sifat yang di Sembah itu tadi.

Akan semakin menarik lagi jika telusuri pernyataan2 Rosulullah mengenahi suku Quraisy ini, salah satunya adalah masalah kepemimpinan.

فضل الله قريشاً بسبع خصال لم يعطها أحداً قبلهم ، ولا يعطيها أحداً بعدهم : إني فيهم وفي لفظ النبوّة فيهم ، والخلافة فيهم ، والحجابة فيهم ، والسقاية فيهم ، ونصروا على الفيل ، وعبدوا الله سبع سنين ، وفي لفظ عشر سنين لم يعبده أحد غيرهم ، ونزلت فيهم سورة من القرآن لم يذكر فيها أحد غيرهم

Allah mengutamakan Suku Quraisy ini dengan Tujuh perkara yg tidak pernah diberikan kepada seseorang sebelum dan sesudahnya, ialah Aku dan juga lafadh kenabian berada didalamnya, Kepemimpinan juga berada didalamnya, Perlindungan, siraman, dan ditolong dari pasukan gajah, menyembah Allah selama tujuh tahun (ada yang menyatakan sepuluh tahun) yang mana tidak melakukan sebuah ibadah kepadaNya kecuali Suku Quraisy, dan diturunkannya sebuah surat yang menyebut Suku Quraisy, yang hal itu tidak akan terjadi kecuali dengan mereka.

Saya jadi berasumsi bahwa kunci kejayaan Islam ada di tangan Suku Qurays ini, yaitu cukup mereka bersatu padu focus dalam masalah Ibadah, maka kemakmuran dan keamanan itu pasti terjamin.

Yang perlu di waspadai adalah akhir2 ini, penyembunyian dan penghujatan kepada suku Qurays ini semakin mencapai puncak, dan satu hal lagi bahwa bani Hasyim (dalam pembicaraan yg lain bani hasyim ini mendapat prioritas dari Rosulullah sebagai jembatan menuju keselamatan) yang dalam hal ini yang dimaksud adalah ahlu bayti Rosulillah atau di kenal sebagai Habaib atau Sayyid.

Cukup kiranya sebagai peringatan sebuah sabda dari Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam:

من أراد هوان قريش أهانه الله

“barangsiapa yang menghina Quraysy maka Allah akan menghinakannya”

Selanjutnya bolehlah saya berillusi bahwa yang dimaksud dua Musim itu adalah Wahhabi dan Syi,i, karena masing2 dilahirkan oleh dua musim politik yang berbeda.

Dan jika kita melihat fenomena yang ada sekarang, pergerakan Dunia Islam yang Damai sering dibawakan oleh para Habaib, artinya Para Habaib yang berdakwah dengan Damai mampu sebagai power luar biasa untuk mencegah menjelarnya pengaruh Dua musim tersebut.

Maulana Habib Mundzir Al Musawa adalah contoh konkrit Dakwah damai berlandaskan intlektualitas, sedangkan Habib Syaikh adalah contoh konkrit Dakwah Damai melalui seni.

TINGGALKAN KOMENTAR