Catatan Mbah Lalar: Dunia Pengobatan Dengan Al-Qur’an dan Hadist

Catatan Mbah Lalar: Dunia Pengobatan Dengan Al-Qur’an dan Hadist

BAGIKAN

pengobatan dengan alquran dan hadist

warkopmbahlalar.com – Karena saya punya Kanjeng Nabi dan Al Quran, ditambah warisan pengetahuan dari leluhur jawa, maka saya bertekad akan mengguncang dunia pengobatan.

Saya bertanya kepada Murid saya satu satunya yaitu Gus Yahya Cholil Staquf, kenapa kebanyakan orang NU kok kere kere? Dan satu satunya ormas terbesar di Nusantara, tapi kenapa terkesan tidak memiliki basis ekonomi yang jelas?

Begini Kang (saya maafkan dia memanggil saya dengan panggilan kang, karena saya maklum adanya), itu bentuk pertolongan Alloh, sebab ada orang yang memang kuat kere, tapi tidak kuat kaya, ada yang kuat kaya tapi tidak kuat kere, dan Nahdliyyin adalah golongan pertama.

Walaupun batin saya membantah, tapi saya diam saja, karena saya ingin beliau nampak cerdas di depan umum, pendapat saya sebenarnya, karena nahdliyyin terlalu bangga menjadi mayoritas, oleh sebab itu mereka tidak merasa penting untuk membangun jaringan ekonomi, disamping kebanyakan mereka ketashowwufen, dalam arti sok tawakkal. Padahal betapa banyak yang dulu suka tahlilan, gara gara mendapat pinjaman tanpa bunga, tiba tiba menjadi suka mensyirikkan tawassul.

Ide secemerlang apapun, perniagaan seprospek apapun, penemuan prodak sesepektakuler apapun semua itu tidak akan dapat menjadi bagian dari kebanggaan ummat jika tidak ada investor, sebuah perusahaan tergantung besar dan banyaknya investasi.

Madu suwuk saya ini misalnya, walaupun sudah banyak pengakuan keajaibannya yang masuk lewat inbok dan WA, jika dikerjakan dan sipasarkan dengan cara kampungan, maka ia akan tetap tidak mampu bersaing dan meratakan kemanfaatannya, kendala terberat adalah ongkir.

Coba jika di setiap propinsi ada agen distributornya, tentu saja para kathok cingkrang yang telah lebih dahulu menguasai pasar sedikitnya akan tersingkir pelan pelan.

Saya bisa membuat prodak herbal yang mengkombinasikan ilmu jawa dan arab dengan hasiat yang lebih dahsyat, tetapi untuk biaya lab saja saya menemui kendala, ijin, merk, pengolahan dan distributor apalagi? Sayang sama NU tapi gregetan buanget.

(zaenal/niam)

TINGGALKAN KOMENTAR