Carilah Guru Pembimbing Jiwamu Yang Sejati

Carilah Guru Pembimbing Jiwamu Yang Sejati

BAGIKAN

7 ciri lelaki macho

“ Guru sejati akan menghancurkan berhala yang didirikan para murid dar diri mereka, salah satu tanda guru yang tulus adalah ia tidak akan membiarkan muridnya menyembah dirinya “ ( Syeh Jalaluddin ar-Rumi)

 

 

 

Jika seorang murid telah menemukan guru yang sejati dan dia patuh seperti mayat, maka kepatuhannya akan membawa berkah pada dirinya. Guru itu adalah orang tua ruhani bagi murid-muridnya. Sedang orang tua kandung adalah orang tua jasmani bagi anak-anaknya. orang tua kandung mewariskan harta bagi anak2nya sedang guru mewariskan ilmu bagi murid-murid nya. “ridho Allah bergantung ridho orang tua”. Ketawadhu’an seorang murid adalah jalan untuk mendapatkan ridho seorang guru. sebab “cahaya hanya bisa ditangkap dengan cahaya” ilmu itu hanya bisa ditangkap dengan ketawadhu’an.

 

 

 

Seperti halnya sahabat Abu Bakar yang patuh dan yakin dengan apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad, sehingga ketika peristiwa Isro’ Mijraj, Abu Bakar langsung percaya dan memebanarkan, bahkan beliau berkata : “ Seandainya Nabi Muhammad bertkata bahwa matahari terbit dari barat maka saya akan membenarkannya”. Sehingga dengan keyakinan dan kepatuhannya kepada Nabi Muhammad dengan membenarkan apa yang diucapak oleh Nabi, maka beliau diberi gelar “As-Shiddiq

 

 

Perjalanan menuju Allah, SWT memerkukan oprasi jiwa, seperti apa yang di alami oleh Nabi Muhammad ketika akan Isro’ Mi’raj yang dadanya “ dibelah” dan bersihkan dari sifat-sifat tercela oleh Malaikat Jibril. Maka “mengoprasi” jiwa murid dilakukan oleh gurunya. Seperti halnya dalam bidang kedokteran jika seseorang dioprasi dokter gadungan maka bukan kesembuhanya yang didapat, tapi kecacatan yang akan dia terima, bahkan kematian telah menunggunya.

 

 

 

Begitu juga seperti dokter fisik, kesalahan memilih “dokter rohani” akan berakibat lebih falat lagi dari pada salah memilih dokter fisik, jika kesalahan memilih dokter maka akibat yang paling falat adalah kematian, akan tetapi kesalahan dalam memilih guru pembimbing bukan dekat dengan Allah, SWT malah menjauh dariNya, bukan surga yang kita dapat, malah neraka adalah temapat tinggal kita selamanya.

 

 

 

Menurut Hazrat Inayat Khan seorang Sufi dari India menerangkan ciri-ciri guru yang sesata adalah pertama : guru yang hanya ingin muridnya bertambah banyak, banyak pendukung yang fanatik, dan simpatisan yang memuja-muja dirinya. Mereka pandai bercerita tentang keajaiban, karomah-karomah yang dimilikinya, berbicara tentang ajaran-ajaran tasawuf, sehingga banyak orang yang terpesona dan akhirnya menjadi pengikut setianya. Dan juga guru yang sesat pandai menampilkan “sulapan” keanehan- keanehan yang membuat para pengikutnya kagum, seperti mengobati penyakit dengan waktu singkat, jika ikut majlisnya akan mendapatkan pangkat atau kekayaan.

 

 

 

Hal itu seperti apa yang diungkapkan oleh Syeh Jalaluddin ar-Rumi dalam Matsnawi : “ Dia mencuri pernyataan-pernyatan kau darwis, sehingga orang menganggap bahwa dia adalah bagian dari mereka. Dia berbicara masalah-masalah yang remeh di hadapan Bayazid; Yazid sendiri malu mendengarnya…..Manusia rendah mencuri kata-kata kaum darwis untuk menipu orang orang yang berfikiran sederhana…..”

 

 

 

Ciri guru sesat yang kedua adalah dia munafik, mereka sok alim dan soleh, mereka hanya menampilkan pakaian-pakaian orang-orang soleh, semakin memperbesar ikatan kain surban, hanya menggunakan tasbih sebagai hiasan di tangannya, untuk menipu murid-muridnya bahwa dialah seorang ahli ibadah yang dekat dengan Allah dan seluruh do’a-o’anya akan di ijabahi tanpa mau melihat bahwa dalam dirinya masih banyak kekurangan.

 

 

 

Hal tersebut juga diungkapan oleh Syeh Jalaluddin ar-Rumi dalam Matsnawinya : “ …..Dan bagi dia yang dibimbing oleh seseorang yang membebani dan munafiq, serta belajar ilmu darinya, maka akan seperti dia ; hina, lemah, tak berkemampuan, muram, terkungkung dalam keraguan, dan serba kurang dalam segala hal…..dia tidak akan memberikanmu cahaya, bahkan akan membenamkanmu dalam kegelapan”

 

 

 

Ciri guru yang menyesatkan selanjutnya adalah berorientasi bisnis, guru pembimbing palsu biasanya malas bekerja sehingga dalam mengajarkan ilmu tasawuf mengharapkan imbalan yang berlipat ganda dari murid-muridnya, mereka selalu mengajarkan kepada murid-muridnya untuk bersodaqoh bukan untuk orang lain yang membutuhkan tapi untuk dirinya dengan alasan karena bersodaoh kepada guru itu lebih mulia dan dialah yang membuat muridnya kaya. Mereka berkhotbah menerangkan hidup sederhana dan bersahaja kepada murid-muridnya tapi dalam prakteknya dia hidup berfoya-foya.

 

 

 

Seperti yang diungkapkan oleh Syeh Jalaluddin ar-Rumi :” Dalam padangan zahir mereka adalah kaum asketis (sufi) tetapi batin-Tuhan tidak menempati rumah !!!….Kerena dengan kentutan seseorang (dia) dapat membeli tiga atau empat ekor keledai dari iti-itik besar “

 

 

 

Ciri yang keempat dari guru palsu adalah Gila pujian dan ingin selalu dipuja-puja sehingga menjadi orang yang sombong “takabur”. Mereka sukanya di puji dan harus dipatuhi oleh muridnya, sehingga tidak mau diajak berdialog, tidak mau mendengarkan kata-kata orang lain, sehingga mengganggap dirinya yang paling benar, apa yang diucapkan dan dilakukan adalah “atas kehendak” Allah SWT.

 

 

 

Seperti yang diungkapkan oleh Syeh Jalaluddin ar-Rumi :”Dia tidak memiliki aroma ataupun jejak Tuhan, tetapi menganggap diri lebih besar daripada setan dan Adam…setanpun malu menampakkan diri dihadapannya; dia terus saja berkata, “ kami adalah orang-orang suci dan bahkan lagi lebih agung lagi “

 

 

 

Dan terakhir mari kita renungkan kata-kata Syeh Al-Jami’ “ Bahaya murid-murid dari guru yang “besar “ adalah mereka selalu cenderung menyembah gurunya, bukannya menjalani kehidupan mereka sesuai dengan ajaran-ajaran yang disampaikan oleh sang Guru “

 

Artikel No 41  oleh abihusxxxx@xxx.com

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR