BOM DEMOKRASI

BOM DEMOKRASI

BAGIKAN

BOM DEMOKRASI

Tindakan radikalisasi yang mengatasnamakan agama. “Pasti ada kaitan satu sama lain”, tapi benarkah BOM kali ini merupakan rentetan peristiwa yg pernah terjadi di belahan Nusantara? Jika memang Ia, maka Pemerintah tak perlu Malu dikatakan tidak Demokratis, tak perlu benafsu di sebut sebagai Negara yg menjunjung tinggi HAM.

Media Informasi sudah begitu maju dan canggihnya, sangat memalukan jika Pemerintah tidak tahu personil2 Rakyatnya, Ormasnya, gerakan2 yg lain yg mengindikasikan pemberontakan, baik dg secara Arogan atau dg hanya sekedar kalimat propaganda bhw yg setia NKRI adalah sama dg menyembah Thoghut, dan itu halal darahnya.

Tengoklah Facebook, baik dalam grup maupun akun2 pribadi yg mencoba ikut serta, atau memang dg sengaja atau di pasang untuk mempengaruhi para Awamnya dan merayu Para Alimnya untuk ikut serta dalam mensukseskan program penggulingan Pemerintah yg sah sekarang.

Namun jika rentetan kejadian BOM di tanah Air itu adalah merupakan gerakan yg sengaja di picu dan di prakarsai oleh pihak ke tiga yg bersifat politis, maka gerangan apakah yg menyebabkan spion2 dan barisan yg sangat bangga di sebut Pahlawan itu semakin berkutat untuk bagaimana agar Korupsinya tidak terungkap? Agar kasusnya tidak terbongkar? Agar kariernya menuai kekayaan?

Aksi BOM bunuh diri yang terjadi sekitar pukul 10:55 WIB atau menjelang pelaksanaan doa berkat di GBIS memiliki dimensi yang tidak sederhana khususnya kaitannya dengan relasi antaragama di Indonesia. Tindakan aksi bom bunuh diri ini memiliki nilai provokasi yang tidak sederhana.

Kemudian dari pihak yg mendambakan dirinya di sebut sebagai yg paling toleran, paling plural seketika mengeluarkan Komando untuk unjuk kekuatan, pamer massa, pamer seragam, pamer kebodohan. Bukankah dg demo itu juga akan memicu kekerasan kembali? Sebab bagaimanapun kecemburuan social, ketimpangan perlakuan masih menjadi warna has Negri Ini, membuka arogansi baru, tidak berujung dan hanya mau berhenti di ujung penjilatan kekuasaan.

Yang lebih mengagetkan, dan membingungkan adalah pada saat genting seperti ini, ada komentar yg bukannya ikut menyumbang solusi, seperti yg di katakana Hemas bahwa, bom bunuh diri di Solo tersebut bisa merupakan bentuk pengalihan isu. Menurutnya reshuffle kabinet yang menjadi perhatian masyarakat saat ini juga sudah menjadi sebuah pengalihan isu dari sejumlah perhatian masyarakat. Namun pengalihan isu atas apa, Hemas tak menyebutkannya.

Sementara pihak2 yg berwajib masih dalam kebingungan, dan anehnya hal itu di publikasikan, seperti yg pernah saya baca di sebuah millis, saya lupa apa situsnya, seperti ini: Pemerintah belum bisa memastikan keterkaitan BOM bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, dengan sejumlah ledakan sebelumnya di Tanah Air. Aparat masih mencari keterkaitan bom di Solo ini dengan di tempat lain seperti Ambon dan Cirebon.

Tumpas riak sekecil apapun yg mengindikasikan pemberontakan, tak peduli itu semua mengatasnamakan Agama atau kebenaran!!!!!

Kita Ledakkan BOM DEMOKRASIyg sesungguhnya!!!!!!!!!!!

tenang kawan presiden akan berikan pernyataan terkait bom Solo

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR