Bismillah adalah Sebagian Dari Fatihah

Bismillah adalah Sebagian Dari Fatihah

BAGIKAN

 

    الدلائل الحديثية في البسملة أنها أية من الفاتحة

    DALIL-DALIL HADITS YANG MENJELASKAN BAHWA BASMALAH ADALAH SATU AYAT DARI AL-FATIHAH

    Dari Qatadah r.a, berkata : Anas r.a, ditanya bagaimana adanya bacaannya Nabi SAW?, ia berkata :

 

كَانَتْ مَدًّا، ثُمَّ قَرَأَ : { بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ }، يَمُدُّ بِبِسْمِ اللَّهِ، وَيَمُدُّ بِالرَّحْمَنِ، وَيَمُدُّ بِالرَّحِيمِ. {رواه البخاري (٥٠٤٦)، وأبو داود (١٤٦٥)، وغيرهما}. حديث صحيح

“Adalah bacaannya panjang, kemudian ia membaca “BISSMILLAAHI AR-RAHMAANI AR-RAHIIMI”, ia memanjangkan pada Bismillaahi, dan pada Ar-Rahmaani, dan pada Ar-Rahiimi”. (H.R. Al-Bukhari, No Hadits : 5046, dan Abu Dawud, No Hadits : 1465). Hadits Shohih

 Dari Abu Hurairah r.a, berkata, Rasululloh SAW telah bersabda :

إِذَا قَرَأْتُمْ الْحَمْدُ للهِ فَاقْرَءُوا بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، إِنَّهَا أُمُّ الْقُرْآنِ وَأُمُّ الْكِتَابِ وَالسَّبْعُ الْمَثَانِي، وَبِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ إِحْدَاهَا. {رواه الدارقطني (١١٧٧)}. إسناده حسن

 “Apabila kalian membaca al-Hamdulillah (surat al-Fatihah) maka bacalah BISMILLAAHIR-RAHMAANIR-RAHIIM, karena sesungguhnya ia adalah Ummul Qur’an dan Ummul Kitab serta as-Sab’ul Matsani, dan BISMILLAAHIR-RAHMAANIR-RAHIIM adalah salah satu ayat darinya”. (H.R. ad-Daraquthni, No : 1177). Sanadnya adalah hasan

Ali bin Abu Thalib r.a, dan ‘Ammar bin Yaasir r.a, keduanya telah meriwayatkan :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَانَ يَجْهَرُ فِى الْمَكْتُوبَاتِ بِبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، وَكَانَ يَقْنُتُ فِى صَلاَةِ الْفَجْرِ، وَكَانَ يُكَبِّرُ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ صَلاَةَ اْلغَدَاةِ، وَيَقْطَعُهَا صَلاَةَ الْعَصْرِ آخِرَ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ. {رواه الدارقطني (١٧١٨)، والحاكم في المستدرك (١١٣٩)}. وقال الحاكم : هذا حديث صحيح الإسناد، ولا أعلم في رواته منسوبا إلى الجرح.

“Sesungguhnya Nabi SAW, adalah beliau mengeraskan di dalam sholat-sholat fardlu dengan BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM, dan adalah beliau qunut di dalam sholat Shubuh, dan adalah beliau bertakbir dari hari ‘Arafah pada sholat Shubuh, dan beliau memutuskannya pada sholat ‘Ashar pada akhir hari-hari tasyriq”. (H.R. Ad-Daraquthni, No Hadits : 1718, dan Al-Hakim, No Hadits : 1139). Dan Al-Hakim berkata : Ini adalah hadits yang shohih sanadnya, dan saya tidak tahu di beberapa perowinya yang dinisbatkan kepada kecacatan

Penjelasan : Oleh sebab itulah Imam as-Syafi’i dan mayoritas ulama berpendapat bahwa wajib membaca Basmalah pada permulaan surat al-Fatihah di dalam tiap-tiap sholat. Wallohu A’lam — bersama Kurt Emka dan 19 lainnya.

Dawam Mu’allim

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR