dunia akhir zaman

dunia akhir zaman

BAGIKAN

Kiamat Sudah Dekat, itulah sebuah Judul Sinetron yg di bintangi Dedi Mizwar, Sepertinya judul tersebut tidak berlebihan melihat kenyataan yg ada dalam Masyarakat Dunia.

dunia akhir zaman

Apalagi di tunjang Ideologi Pluralisme yg menghalalkan Halal (entah Halal macam apa?) Nikah Beda Agama, tentu saja Pernikahan Antar Agama tersebut akan melahirkan Anak2 zina, sebab pernikahan tersebut menurut Jumhur ‘Ulama tidaklah Sah.

Belum lagi di dukung pergaulan bebas yg tak jarang melahirkan Anak sebelum pernikahan, walaupun hal itu di sadari sebagai aib yg kemudian menimbulkan keberanian atau lebih tepat di sebut kenekatan membuang bayi hidup2 atau membunuhnya sebelumnya.

َعنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ قَالَ : لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى لاَ يَبْقَى عَلَى وَجْهِ اْلأَرْضِ أَحَدٌ لِلَّهِ فِيْهِ حَاجَةٌ، وَحَتَّى تُوْجَدَ الْمَرْأَةُ نَهَارًا جِهَارًا تُنْكَحُ وَسَطَ الطَّرِيْقِ لاَ يُنْكِرُ ذَلِكَ أَحَدٌ، وَلاَ يُغَيِّرُهُ، فَيَكُونُ أَمْثَلُهُمْ يَوْمَئِذٍ الَّذِي يَقُولُ : لَوْ نَحَّيْتُهَا عَنِ الطَّرِيْقِ قَلِيْلاً، فَذَلِكَ فِيْهِمْ مِثْلُ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ فِيْكُمْ {رواه الحاكم في المستدرك (٨٦٩٢

Dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi SAW, sesungguhnya beliau telah bersabda : “Tidak akan terjadi kiamat sehingga tidak tersisa di muka bumi ini seorang-pun yang membutuhkan kepada Allah di dalamnya, dan sehingga akan didapati seorang wanita disetubuhi di tengah-tengah jalan pada waktu siang hari secara terang-terangan, dan tidak ada seorang-pun yang mengingkari perbuatan itu, dan juga tidak ada yang merubahnya, maka menjadilah sebaik-baik mereka tatkala itu adalah orang yang berkata : Kalau seandainya aku menyingkirkan wanita itu dari jalanan walau sedikit saja, maka itulah orang yang di tengah-tengah mereka serupa dengan Abu Bakar dan Umar di tengah-tengah kalian”. (H.R. Al-Hakim, di dalam Al-Mustadrak, No Hadits : 8692).

Pada zaman sekarang ini sudah nampak jelas, bahwa pada setiap negara di belahan dunia ini sudah terpengaruh oleh budaya orang-orang barat.
Di mana orang-orang barat yang non muslim itu sudah terang-terangan membudayakan berciuman di tengah-tengah jalan. Dan bahkan mereka sudah terbiasa membuat film-film seks dengan tanpa adanya rekayasa kamera.

Kemudian anak-anak orang Islam di berbagai penjuru dunia mereka sangat antusias menyambut datangnya budaya seperti itu. Dan pada akhirnya banyak gadis-gadis muslim yang hamil di luar nikah.

Menurut data dari berbagai sumber, bahwa gadis di atas usia 17 (tujuh belas) tahun yang sudah tidak perawan lagi itu telah mencapai angka 35 %. Sedangkan para gadis yang berada di kota-kota besar yang sudah tidak perawan lagi telah mencapai angka 60 %. Dan di masing-masing daerah serta kota-kota besar itu berbeda-beda prosentasenya. Artinya ada beberapa daerah dan kota yang lebih banyak tingkat keprawanannya dan ada pula yang lebih sedikit.

Dan apabila hal itu dibiarkan terus-menerus berlanjut, maka sebentar lagi akan terjadi kenaikan prosentase gadis yang hamil di luar nikah mencapai angka 90 %. Sehingga apabila hal itu terjadi, maka akan lahirlah anak-anak dari hasil perzinahan dalam jumlah yang sangat banyak. Dan pada umumnya anak-anak yang lahir dari hasil zina itu akan tumbuh dewasa dalam keadaan kurang perawatan dan kurang pendidikan agama. Sehingga apabila anak-anak yang lahir dari hasil perzinahan itu menikah dengan anak-anak yang lahir dari hasil perzinahan pula, maka akan segera tamatlah dunia ini.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : خُرُوجُ الدَّابَّةِ بَعْدَ طُلُوعِ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، فَإِذَا خَرَجَتْ لَطَمَتْ إِبْلِيْسَ وَهُوَ سَاجِدٌ، وَيَتَمَتَّعُ الْمُؤْمِنُونَ فِي اْلأَرْضِ بَعْدَ ذَلِكَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً لاَ يَتَمَنَّوْنَ شَيْئًا إِلاَّ أُعْطُوهُ وَوَجَدُوهُ، وَلاَ جَوْرَ وَلاَ ظُلْمَ وَقَدْ أَسْلَمَ اْلأَشْيَاءُ لِرَبِّ الْعَالَمِيْنَ طَوْعًا وَكَرْهًا، حَتَّى أَنَّ السَّبْعَ لاَ يُؤْذِي دَابَّةً وَلاَ طَيْرًا، وَيَلِدُ الْمُؤْمِنُ فَلاَ يَمُوتُ حَتَّى يَتِمَّ أَرْبَعِينَ سَنَةً بَعْدَ خُرُوجِ دَابَّةِ اْلأَرْضِ، ثُمَّ يَعُودُ فِيهِمُ الْمَوْتُ، فَيَمْكُثُونَ كَذَلِكَ مَا شَآءَ اللَّهُ، ثُمَّ يُسْرِعُ الْمَوْتُ بِالْمُؤْمِنِينَ فَلاَ يَبْقَى مُؤْمِنٌ، فَيَقُولُ الْكَافِرُ : قَدْ كُنَّا مَرْعُوبِيْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ فَلَمْ يَبْقَى مِنْهُمْ أَحَدٌ، وَلَيْسَ تُقْبَلُ مِنَّا تَوْبَةٌ، فَيَتَهَارَجُونَ فِي الطُّرُقِ تَهَارُجَ الْبَهَائِمِ، ثُمَّ يَقُومُ أَحَدُهُمْ بِأُمِّهِ وَأُخْتِهِ وَابْنَتِهِ فَيَنْكِحُهَا وَسَطَ الطَّرِيْقِ، يَقُومُ عَنْهَا وَاحِدٌ وَيَنْزُو عَلَيْهَا آخَرُ، لاَ يُنْكِرُ وَلاَ يُغَيِّرُ، فَأَفْضَلُهُمْ يَوْمَئِذٍ مَنْ يَقُولُ : لَوْ تَنَحَّيْتُمْ عَنِ الطَّرِيْقِ كَانَ أَحْسَنَ، فَيَكُونُونَ كَذَلِكَ حَتَّى لاَ يَبْقَى أَحَدٌ مِنْ أَوْلاَدِ النِّكَاحِ، وَيَكُونُ أَهْلُ اْلأَرْضِ أَوْلاَدَ السِّفَاحِ، فَيَمْكُثُونَ كَذَلِكَ مَا شَآءَ اللَّهُ، ثُمَّ يَعْقِرُ اللَّهُ أَرْحَامَ النِّسَاءِ ثَلاَثِيْنَ سَنَةً لاَ تَلِدُ امْرَأَةٌ، وَلاَ يَكُونُ فِي اْلأَرْضِ طِفْلٌ، وَيَكُونُ كُلُّهُمْ أَوْلاَدَ الزِّنَا شِرَارَ النَّاسِ، وَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ. {رواه الحاكم في المستدرك (٨٧٦٨)}. وقال : فيه عبد الوهاب بن الحسين مجهول

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a, berkata, dari Nabi SAW, bersabda : “Keluarnya binatang melata itu setelah terbitnya matahari dari tempat terbenamnya, apabila ia telah keluar ia akan menampar Iblis sedang ia dalam keadaan bersujud, dan orang-orang mukmin akan bersenang-senang di bumi setelah itu selama empatpuluh tahun, tidaklah mereka mengharapkan kepada sesuatu-pun melainkan mereka akan diberi dan mereka akan mendapatkannya, dan tidak ada penyimpangan dan tidak ada pula kedholiman, dan sungguh segala sesuatu telah masuk Islam kepada Tuhan Penguasa seluruh alam dalam keadaan tunduk dan terpaksa, sehingga binatang buas tidak akan mengganggu kepada binatang melata dan juga kepada burung, dan orang mukmin akan terlahir kemudian ia tidak mati sehingga sempurna empatpuluh tahun setelah keluarnya binatang melata bumi, kemudian kematian kembali lagi di tengah-tengah mereka, lalu mereka menetap seperti itu sebagaimana yang Allah kehendaki, kemudian cepatnya kematian di tengah-tengah orang-orang mukmin, maka tidak ada seorang mukmin-pun yang tersisa, lalu orang kafir berkata : Sungguh kami adalah orang-orang yang ditakut-takuti dari pada orang-orang mukmin, lalu tidak tersisa dari mereka seorang-pun, dan tidak diterima taubat dari kami, lalu mereka membuat kekacauan di jalan-jalan dengan kekacauannya binatang, kemudian salah seorang mereka berdiri dengan ibunya dan saudara perempuannya dan juga anak perempuannya, lalu ia mensetubuhi mereka di tengah-tengah jalan, seorang lelaki berdiri dari wanita itu lalu lelaki lain melompat di atasnya (disetubuhi secara bergiliran), dan tidak ada seorang-pun yang mengingkari perbuatan itu dan tidak ada pula yang merubahnya, seutama-utamanya mereka tatkala itu adalah seseorang yang berkata : Kalau sekiranya kalian menjahui dari jalanan maka itu adalah lebih baik, lalu mereka semua menjadi seperti itu sehingga tidak ada seorang-pun yang tersisa dari anak-anak hasil pernikahan, dan menjadilah penduduk bumi adalah anak-anak zina, lalu mereka menetap seperti itu sebagaimana yang Allah kehendaki, kemudian Allah memandulkan rahim para wanita selama tigapuluh tahun, maka tak seorang wanita-pun yang melahirkan, dan tidak ada di muka bumi seorang anak kecil, dan menjadilah seluruh mereka itu adalah anak-anak zina yang menjadi seburuk-buruknya manusia, dan kepada merekalah terjadinya kiamat”. (H.R. Al-Hakim, di dalam Al-Mustadrak, No Hadits : 8768).

Penjelasan tentang keluarnya Ad-Daabbah (binatang melata), dan keluarnya matahari dari tempat terbenamnya insya-Allah akan disajikan secara terperinci pada pasal-pasal berikutnya.

Dan adapun penjelasan tentang kiamat tidak akan terjadi melainkan kepada seburuk-buruknya manusia, maka Imam Muslim telah meriwayatkan :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ عَلَى شِرَارِ النَّاسِ {رواه مسلم (٢٩٤٩

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a, dari Nabi SAW, bersabda : “Tidak akan terjadi kiamat melainkan kepada seburuk-buruknya manusia”. (H.R. Muslim, No Hadits : 2940).

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan baca di buku susunan kami yang berjudul “Sabda Rasululloh SAW tentang Tanda-Tanda Kiamat”, terbitan Ponpes al-Ma’rifah Kota Bontang.

TINGGALKAN KOMENTAR