BERPUASA SAATNYA MEMBERSIHKAN HATI

BERPUASA SAATNYA MEMBERSIHKAN HATI

BAGIKAN

Berpuasa Saatnya Mandiri

Dari dulu untuk urusan membersihkan kutu rambut atau tumo, orang sangat mengandalkan kepada orang lain. Kutu adalah binatang yang sangat kecil, berada di rambut kepala. Tidak mudah membersihkan, menangkap dan membunuhnya. Meski pake alat Serit yang cukup ampuh untuk menangkapnya, toh tetap saja lebih ampun dan nyaman ketika itu dibersihkan oleh tetangga atau orang lain. Nah di sinilah mungkin kita bisa mengerti mengapa kegiatan Metani (memilah rambut dan mengambil kutu oleh orang lain di kepala kita) menjadi populer di kalangan masyarakat perdesaan. Ramuan merang dan shampo dirasa belum cukup untuk menuntaskan gangguan kutu tersebut.

Zaman berubah, demikian pula cara mengatasi kutu tersebut. Banyak shampo dengan kualitas ampuh membunuh kutu. Namun kepercayaan kepada orang lain ternyata tetap saja dilakukan oleh orang-orang sekarang, dan itu tidak monopoli orang desa. Orang kota pergi ke salon, creambath biar kutu dan kulit kepala bersih. Mungkin ini lebih canggih daripada metani. Tapi mungkin lebih asyik metani daripada di shalon.

Puasa adalah urusan membersihkan diri. Isi perut perlu dibersihkan, dijauhkan dari bertumpuknya makanan yang berlebihan. Apalagi makanan-makanan yang tidak jelas kualitasnya (halalnya). Perut diisi seperlunya saja, dengan materi yang memang menjadi kebutuhannya. Demikian pula, puasa adalah urusan membersihkan isi kepala dan dada. Ini jauh lebih rumit ketimbang membersihkan isi perut. Pikiran dikendalikan untuk fokus pada urusan beribadah. Semua perilaku didorong dibingkai dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Demikian pula puasa adalah membersihkan isi dada. Hati ditundukkan untuk mampu bertahan dari godaan kesenangan hingga lupa pada tujuan berpuasa. Hati dibersihkan dari kedengkian, kesombongan dan penyakit-penyakit lainnya.

Anehnya, masih banyak di antara kita berpuasa masih suka menikmati keasyikan dalam urusan kutu, yakni metani. Jika hanya kutu yang dipetani tak masalah, tetapi kalau yang dipetani adalah keburukan tetangga atau kejelekan orang lain. Puasa sebagai prose pembersihan menyeluruh masih dijebloskan dalam mengurus kutu orang lain atau menyerahkan orang lain untuk membersihkan kutu kita. Sudah saatnya berpuasa membersihkan isi perut, kepala dan dada dengan kesungguhan diri sendiri, tak perlu mengandalkan orang lain. Memangnya mereka bener-benar mengetahui isi diri kita?

Semogga amal ibadah puasa dan ibadah ramadhan lainnya dapat kita laksanakan dengan hikmah dan mandiri dalam melakukannya.

 

Wallahu ‘alam bisshowab

 

TINGGALKAN KOMENTAR