Berawal Dari Makanan

Berawal Dari Makanan

BAGIKAN

Perbedaan Toleransi Agama dan Pluralisme Agama

Malam itu Kang Sholeh di Pojok Warung Inem, ia duduk sendirian ditemani secangkir kopi pahit kesukaannya, ia terdiam melihat orang-orang lalu lalang melewati jalan pasar kalinyamatan, yang begitu ramai pedagang dari pakaean sampai makanan, sesekali ia melepas nafas panjang, sepertinya ia sedang menyimpan sejuta problema,tiba-tibaia dikagetkan suara Cak Dony pedagang sate Madura yang setiap malam keliling dikota kalinyamatan.

“Kang sedang apa, kog sendirian ? “ Tanya Cak Dony

“ia Cak, saya mau bertemu Mbah Mursyid, sudah lama akutidak bertemu beliau, tapi sejak dari tadi tidak nongol-nogol? “ balas kang Sholeh

“ohhh mbah mursyid sudah lama tidak kemari Kang…” Ucap Inem

“ya begitulah Kang, mbah mursyid….beliau itu hidupnya sukadi tempat-tempat orang yang hatinya retak, aaahhhh engkau kan sudah tau sendirito kang, siapa beliau…” tutur Kang Dikun suami Inem yang sedang menggorengpisang goring, sambil duduk meliat TV.

“Kang sholeh sendiri, kog sudah lama gak nongol kang diwarung ini…kemana saja Kang ??? “ Tanya Cak Dony

“Biasalah Cak, sedang banyak masalah pada keluarga,terutama anak-anakku Cak, sering bikin ulah dan usil, makanya saya sekarang maushering sama mbah mursyid Cak…” jelas Kang Sholeh

“wah…aku kira kamu, tidak pernah pusing Kang,hahahahahahaha…” ledek Kang Dikun

“ya saya ini manusia yang terbatas Kang, manusia yang masihpenuh khilaf, manusia yang bodoh dalam ketololan diri sendiri, dsb…aku tidak biasmeneybut sosok diriku ini…” ucap Kang Sholeh

Mendadak ada suara kecapi yang khas petikannya, dan sangat merduberdenting dari balik Warung Inem, sambil mendendangkan sholawat, sesekali suluk jawa, sesakali berpuisi ala penyairternama, semua orang yang berada di dalam warung kopi itu dibuatnya sepertiterhipnotis, terdiam meni’mati suasana yang syahdu penuh keromantisan, danterkadang keterharuan. Sebab mereka telah memahminya, siapa orang tersebut, dialah mbah mursyid sang pengamen aneh.

Lalu pengamen aneh itupun berkata ; “Biasanya ketika pemudakita terperangkap dalam masalah kenakalan remaja, yakni bersikap brutal, sexbebas, pecandu narkotik dst…, sering pertama kali yang kita salahkan adalah faktor lingkungan disekitarnya “

Kata-kata itu seolah menyodok hati Kang Sholeh, denganbegitu kerasnya, hingga ia terdiam dan memahami kata-kata mbah mursyid, dengantetesan air mata.

Lalu, pengamen itu berkata kembali :

“Sholeh…!!! Ketahuilah Sering kita tidak sadari bahwa permasalahan tsb adalah berawal dari makanan yang kita konsumsi. Sering kita mengharapanak kita menjadi orang yang sholeh lahir batinnya, akan tetapi kita “pupuk”mereka dengan makanan yang haram atau makanan hasil dari cara-cara yang haram. Mana bisa…..???? ?!!!…….

Cobalah kita intropeksi….apakah pernah benak kita berfikir,makanan yang kita makan, haramkah makanan tsb ? dengan cara yang halalkah kitadapat ? saat kita makan dengan tata karma yang baguskah kita makan ? missalmakan dengan duduk, dengan tangan kanan setiap memasukkan makanan, dan bacabasmalah ? jika tidak….? Maka itulah awal petaka bagi kita, sebab ecensimakanan yang kita produksi tersebut yang kelak akan jadi benih anak-anak kita,kita dapatkan benih-benih tersebut dari makanan yang haram, dari makanan yangkita dapat dengan cara yang haram, bahkan saat kita makan atau minum pun telahlupa menyebut nama-Nya….

Itulah, awal cara melahirkan generasi-generasi sholeh, sebagaimanagenerasi Nabi Ibrohim As yang telah melahirkan keturunan-keturunan hebat,seperti Nabi Ismail As. “

Setelah berkhotbah layaknya seorang Ulama’ besar di atas mimbar Sholat Jum’at, lalu mbah mursyid, berkata lagi “ Nem Jatah Kopiku mana….????“ ucap mbah mursyid, yang kemudian inem membuatkan kopi tersebut, lalu Kang Sholehlah yang memebrikan kopi tersebut keluar Warung, Lalu Kang sholeh dudukdi hadapan mbah mursyid di bawah pohon beringi depan Warung Inem.

“ Mbah Lalu bagaimana solusinya….???? “ Tanya Kang Sholeh

“Wakekekekekekekek……solusi solusi, kayak DPR saja….

“kekekekekekekek…..”tawa mbah mursyid

Lalu beliau duduk di sisi Kang Sholeh, kemudian terdiam, hampersetengah jam, keduanya terdiam tanpa berkata-kata.

“Sholeh….berilah anak-anakmu makanan yang halal, dan doakananakmu hanya menjadi orang yang sholeh lahir batin, dan usahakan anak istrimuajak berjama’ah sholat, kamu jadi imamanya, lalu berdoalah agar mereka jadi orang yang sholeh lahirbatin, lalu tiup ubun-ubun mereka satu persatu dan kecup kening mereka sepenuhhatimu…..” pesan mbah mursyid, lalu mbah mursyid pergi dengan mengucapkan salamyang begitu keras.

 

Artikel No 35

Oleh annajahxxxxx.@xxx.com

TINGGALKAN KOMENTAR