AYAT-AYAT QIYAMAT

AYAT-AYAT QIYAMAT

BAGIKAN

Dalam al-Qur’an pendapat-pendapat tentang hari kiamat merupakan gambaran yang paling mencolok, di dalamnya kita dapati gambaran gambaran yang sangat akurat dan bisa dirasakan panca indera tiap pembacanya, baik berkenaan dengan kejadian kiamat maupun hisab dan penimbangan amal di hari itu.
Kaum muslimin hidup di alam ini dengan kondisi yang sempurna dan komplit, panca inderanya mampu melihat dan merasakan setiap cerita yang dituturkan dalam al-qur’an. Kadang hati mereka bisa bergetar, kadang bulu kuduk merinding, dan kadang bisa menguraikan air mata karena ketakutan dan kerinduan serta cinta. Sesekali hati mereka tenang dengan janji janji manis, kadang takut, resah gelisah akan ancaman yang dituturkan. Sesekali jilatan api neraka bisa sampai ke ubun-ubun dan ulu hati saat ia membaca kisah-kisah menyayat hati dan penuh penyiksaan, di saat yang lain kenikmatan surgawi dirasakan sampai tak henti hentinya menangis karena rindu, senang, cinta dan rasa nikmat yang tiada bisa dituturkan dengan kata-kata.
1. Pengetahuan tentang qiamat.
Mereka menanyakan kepadamu tentang qiyamat,”bilakah terjadinya?” sesungguhnya pengetahuan tentang hari qiamat itu ada di sisi Tuhanku, tidak ada seorangpun yang mampu menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia sendiri”(al-A`raaf: 187). Kepada-Nyalah dikembalikan pengetahuan tentang qiamat, dan tidak ada buah-buahan keluar dari kelopaknya dan tidak seorang perempuan yang mengandung dan tidak pula melahirkan melainkan sepengetahuan-Nya. Pada hari dimana Tuhan memanggil mereka;” dimanakah sekutu-selutu-Ku itu? Mereka menjawab,”kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorang pun di antara kami yang memberikan kesaksian (bahwa Engkau punya sekutu)”(fushshilat:47).
2. Ciri-ciri kiamat.
Hari dimana kebaikan sekecil atom mampu dilihat pahalanya oleh pelaku, dan kejahatan sekecil atom juga mampu melihat ganjaran buruknya oleh pelaku.(al-zalzalah 7-8), kiamat juga merupakan hari yang pada hari itu orangtua tak mampu menolongan anaknya dan seorang anak tak dapat pula menolong orangtuanya sedikitpun (Luqman:33)
Sesekali penyebutan hari kiamat itu sedemikian nyata ada di depan kita, kadang perbedaan hari itu dengan dunia terasa sangat tipis, ciri-ciri itu fungsinya untuk menghidupkan jiwa, hati dan ragawi untuk bisa mendekatkan diri padaNya dengan sempurna. Sekali waktu terkadang perjalanan menuju hari berbangkit itu dimulai sebelum kita muncul di dunia dan berakhir di akhirat, sifat kemanusiaan lah yang mampu mengembalikan diri ini ke alam yang benar-benar masih menuju proses ke arah sana, penyebutan itu bisa dinikmati dalam statemen alquran berikut ini, bukankah telah datang pada manusia satu waktu dari suatu masa sedang ia bukan merupakan sesuatu yang bisa disebut? Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari air mani yang bercampur. Yang Kami uji dengan perintah dan larangan , karena itu ia Kami jadikan bisa mendengar dan melihat.sesungguhnya Kami menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur ada pula yang kafir,sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala. Sesungguhnya orang orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas berisi minuman yang campurannya adalah air kafur yaitu mata air dalam surge yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-sebaiknya.(al-Insan: 1-6), bintang-bintang dihapuskan, langit terbelah, gunung-gunung dihancurkan menjadi debu(mursalat:8-10) matahari digulung(at-takwir:1) juga merupakan ciri-ciri datangnya kiamat.
Terkadang ciri-ciri qiamat itu terasa sedang terjadi, tetap saja sejatinya nanti, karena hanya Allah yang Maha Tahu kapan terjadinya. Seperti kalam insya’ semacam percakapan seolah-olah sedang terjadi seperti yang terekam dalam surat Qaf ayat 19-26. Pada saat yang lain alquran membicarakan qiamat dengan menyebutkan kisah seolah olah dunia telah berlalu, dan seakan akan alam akhirat sedang dihadapan kita sekarang, kita bisa menilik hal itu saat membaca surat azzumar ayat 71 itu yang artinya sebagai berikut: 71. orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Apakah belum pernah datang kepadamu Rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan Pertemuan dengan hari ini?” mereka menjawab: “Benar (telah datang)”. tetapi telah pasti Berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. Demikianlah berbagai ragam ungkapan ini bertemu pada satu macam ciri, yaitu menghadirkan pemandangana dan menghidupkannya sehingga pemandangan itu bisa dirasakan dan disaksikan, tak pelak hal itu mendatangkan pengaruh yang begitu besar dan dalam pada jiwa. Hari dimana manusia lari dari saudaranya, ibu dan bapaknya, istri dan anak anaknya, setiap dari mereka pada hari itu (kiamat) punya urusan yang sangat menyibukkannya.(Abasa:34-37)
Hari dimana manusia diumpamakan anai anai yang bertebaran, dan gunung-gunung bagaikan bulu yang dihempaskan.(alqari`ah:4-5), hari kiamat itu juga terjadi saat ada seorang yang menyesali perbuatannya semasa di dunia dengan ungkapannya yang sangat menyayat hati” aduh, kiranya dulu aku mengambil jalan rasul, kecelakaan besarlah bagiku yang telah menjadikan si fulan itu teman karibku, sesungguhnya dia yang membuatku menjadi penyekutu bagi-Nya dan dia juga menyesatkan aku dari alquran saat alquran itu datang padaku. Dan setan tiadalah menolong manusia.(al-Furqan:27-29), tentunya hari itu dimana tiap orang harus mempertanggungjawabkan semua amal perbuatannya, bahkan golongan kanan berasyik masyuk di surge dan membicarakan para golongan kiri, golongan kiri menjawabnya dengan lugas ” kami dulu tidak termasuk orang yang mengerjakan sholat, tidak memberi makan orang miskin membicarakan kebatilan dan mendustakan hari kebangkitan ini hingga datanglah hari kematian kami” (al-Muddatsir : 38-47)
3. Penutup.
Intinya dari berbagai uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kejadian kiamat hanya Allah lah yang tahu kapan terjadinya, ciri-cirinya sudah banyak disampaikan dalam al-quran dan hadits, sedang ayat-ayat di atas merupakan sebagian dari refleksi kisah nyata yang akan terjadi nanti di hari kiamat, dan pengaruh dan efek dari kisah itu hanya ada di hati para pembaca yang masih peduli dengan surat cintaNya itu. Kalau ada yang mengklaim bahwa sekarang “sudah atau sedang kiamat”, silakan wacana dan sudut pandang yang ia gunakan itu tidak menjadi momok bagi para pembaca, terlebih yang masih awam. Tinggal kita masih berkesempatan untuk memilih, jadi golongan kanan ataukah golongan kiri dengan segala konsekwensinya ketika di dunia, jangan sampai justru memilih bagian dari orang kafir yang berkata saat kiamat itu tiba, “duh ingin sekali andaikan aku hanyalah seonggok debu”(an Naba’ :40). Wal `afwu minkum.
Sumber rujukan:
Sayyid Qutb, Bukti Hari kiamat dalam alqur’an. Semarang: Pustaka Setia, 2005.
Tim Penyusun, Alquran dan terjemahnya.
Tim penyusun Depag, Alquran dan tafsirnya

2 KOMENTAR

  1. ya benar sekali,, kadang istri tua dan istri muda juga kalo sudah bertemu maka kiamat bakal terjadi. bergantung kepada kacamata apa yang ia gunakan. hhahaha

TINGGALKAN KOMENTAR