Awal Pergerakan Khawarij Part ||

Awal Pergerakan Khawarij Part ||

BAGIKAN

Kenapa saya memberi judul “awal pergerakan khawarij” pada peristiwa pembunuhan Sayyidina Utsman?

Jika khawarij diidentikkan dengan pembelotan kepada pemerintah yang sah sebagaimana yang terjadi di era Khalifah Ali,  maka peristiwa pemberontakan kepada Khalifah Utsman sangat beralasan jika dikatakan sebagai awal pergerakan, sebab pada zaman Utsman inilah pembelotan dengan berkelompok untuk pertama kalinya muncul dengan terang terangan.

Berbeda dengan pada zaman Sayyidina Umar, yang gerakannya tidak dilakukan dengan cara berkelompok dan terang terangan, juga berbeda dengan pemberontakan yang terjadi di zaman Sayyidina Abu Bakar, sebab motifnya sudah jelas sebagaimana yang dilakukan oleh Musailamah yaitu pengakuan kenabiannya atau pengingkar zakat yang telah diputuskan sebagai golongan murtad.

Justru saya lebih suka merunut khawarij dari tragedi Utsman, sebab di dalamnya ada nama nama terlibat yang nantinya berperan aktif pada pemberontakan di zaman Sayyidina Ali.

Yang pertama adalah Abdulloh bin sabak, salah satu pembawa demonstran mesir, siapakah Abdulloh ini?

Tokoh ini sangat misterius, bahkan ada yang mengatakan sebagai tokoh fiktif, sebagian besar orang orang syi’ah mengatakan demikian, apalagi ketika dikatakan bahwa ibnu sabak ini adalah tokoh dibalik ide wilayah atau penerima washiyyat Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم,  tetapi Ibnu ‘Asakir melalui periwayatan yang dianggap tsiqoh oleh para Ulama lain, sehingga validalitasnya menyamai sebuah hadits shahih  meriwayatkan keberadaan Ibnu Sabak sebagai tokoh yang memang sangat berperan dibalik keruwetan politik saat itu.

قال علي بن أبي طالب: مالي ولهذا الحميت الأسود؟ يعني عبد الله ابن سبأ، وكان يقع في أبي بكر وعمر

“Sayyidina Ali dawuh: “Ada urusan apa aku dengan Al Aswad (ibnu al aswad)  yang kebangetan  ini  –maksudnya Abdullah bin Saba’– Sedangkan ia sedang menimpakan keburukan kepada Abu Bakar dan ‘Umar”

Ibnu sabak ini dikenal sebagai Ibnu Saudak ada juga yang mengatakan ibnu saudak dan ibnu sabak adalah dua sosok yang berbeda dengan asal usul yang terdapat perbedaan juga, ada yang mengatakan ia berasal dari Shon’a, ada yang mengatakan dari Himyar ada juga yang mengatakan dari Hamadan, kapan orang ini matipun belum ada kabar yang dapat menjadi rujukan jelas.

Jika para pembaca ada yang hoby teori konspirasi, maka peran ibnu sabak sangat meyakinkan sebagai dalang semua kerusuhan yang tejadi pada masa itu, bukan inteljen jika keberadaannya mudah diidetifikasi, bahkan detektif Conan saja tak punya kemampuan menguak misteri ini.

Satu yang tidak menjadi perdebatan dalam sejarah adalah bahwa, Ibnu Sabak bersama para demonstran dari mesir waktu itu, bahkan ia salah satu pemimpinnya.

Sengaja saya menuliskan ini semua agar kita tahu bahwa sejarah akan mengajari kita bahwa dalam kekuasaan terdapat loyalis yang dapat menjerumuskan bukan hanya penguasanya, tapi rakyatnya juga, dan terdapat kaum oposan yang tidak lagi memperdulikan kepentingan rakyat.

Betapa jika Agama dijadikan alat dalam kekuasaan adalah bagaikan pedang bermata dua,  dan semoga anda bersabar menantikan bersambungnya cerita ini.

TINGGALKAN KOMENTAR