Antara Suriah dan Palestina

Antara Suriah dan Palestina

BAGIKAN

Serangan Israel ke Palestina beberapa waktu lalu adalah serangan brutal yang kesekian kali. Peristiwa tersebut mengejutkan banyak pihak, karena seluruh pandangan dan perhatian masyrakat tertuju pada konflik di Suriah. Sebenarnya perang antara Israel dengan Palestina sudah menjadi berita rutin tiap hari. Apa yang terjadi di jalur Gaza yang penuh peperangan dan pertumpahan darah adalah hal biasa terjadi. Tetapi kali ini serangan Israel benar-benar mengejutkan, di samping karena fokus perhatian masyarakat dunia ke Suriah, tetapi juga serangan dengan kekuatan yang besar, serta menyerang tempat-tempat strategis di Palestina. Bahkan pemimpin militer Hamas Ahmed Jabari tewas dalam serangan Isarel pada Rabu lalu.

Beberapa Peristiwa Yang Relevan

Jika kita mencermati beberapa peristiwa menyangkut Israel, Palestina dan Suriah nampaknya ada korelasi yang kuat dengan serangan Israel  kali ini.  

Pertama, bahwa perang di Suriah telah mengakibatkan konflik antar kekuatan Palestina.  Sebagian kelompok yang berasal dari Palestina (apakah dia warga Suriah dari Palestina atau para pejuang di Suriah dari Palestna) saling menyerang. Sebagian adalah pendukung pemerintah Assad (tergabung dalam Popular Front for the Liberation of Palestine-General Command PFLP-GC) dan sebagian lainnya melawannya (yang tergabung dalam FSA/ Free Syrian Army). Kondisi ini tentu mengurangi kekuatan para pejuang Palestina yang selama ini menjadi kekuatan dalam perjuangan Palestina.

Kedua, beberapa hari sebelumnya terdapat ancaman kepada  Israel dari Suriah.   Tercatat lebih dari 30 ribu pemuda Palestina dan Suriah, mengirim surat tanda tangan mereka kepada pemerintah Damaskus dan menyatakan kesiapan mereka untuk melakukan operasi di Palestina. Hal ini tentu menjadi ancaman serius buat Israel.

Ketiga, tidak lama sebelum serangan, pada awal nopember 2012 Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA)  berencana akan berangkat  ke PBB guna memperoleh status non-anggota dalam Sidang Majelis Umum  mendatang.  Abbas pada Minggu  (11/11)  mengatakan ia berharap Liga Arab akan mengirim petisi kepada badan dunia tersebut dalam 48 jam atas nama PNA untuk memuluskan rencana Palestina. Rencana ini tentu mendapat kecaman keras dari Israel. Bahkan Israel juga akan mengancam tindakan sepihak kepada Palestina (dan serangan ini adalah bentuk ancamannya).

Keempat, rencana adanya penyelidikan independen atas kematian Yaser Arafat tahun 2004 silam oleh lembaga independen Swiss. Penyelidikan ini memang Israel tidak mengeluarkan reaksi yang jelas dan keras. Namun siapapun tahu bahwa ada dugaan bahwa kematian Arafat adalah akibat ulah Mossad, agen rahasia Israel.

Ancaman dan Peluang Bagi Israel

Beberapa peristiwa penting tersebut sebagian besar merupakan ancaman serius bagi keberadaan Israel dan upayanya untuk memperluas wilayah di jalur Gaza selama ini. Usaha penggulingan Abbas di Suriah yang selama ini mendapat dukungan dari banyak negara Barat dan sebagian Timur Tengah dinilai tidak berhasil dan masih membutuhkan waktu lama. Kekuatan veto China dan Rusia selama ini mampu menjadi penghalang keinginan sekutu menjatuhkan Abbas dari kursi kepresidenan. Jika konflik ini berlarut-larut, maka akan menguras energi pihak sekutu dan ini akan membahayakan kestabilan Timur Tengah. Dus dampak selanjutnya tentu akan makin memperlambat upaya Israel dalam merebut wilayah Gaza dari Palestina.

Apalagi ditambah rencana Palestina memperoleh dukungan dari dunia internasional melalui PBB.  Ini tentu akan menambah kekuatan politik bagi Palestina menghadapi Israel. Rencana ini tentu harus dicegah sedini mungkin oleh Israel. Lagi-lagi kekuatan sekutu membela tindakan Israel tersebut dengan dalih bahwa sebelumnya ada serangan dari pejuang palestina ke Israel.

Serangan yang dilakukan beberapa hari lalu jelas merupakan serangan yang taktis, karena kekuatan para pejuang palestina banyak yang bertempur di Suriah. Ini tentu dapat dibaca bahwa apa yang terjadi di Suriah diambil kesempatan oleh Israel. Atau bahkan memang sudah direncanakan dari awal, sebab selama ini Suriah begitu kuat mendukung Palestina. Tekanan internasional (sekutu) kepada Suriah ternyata tidak secepat yang diharapkan oleh Israel, tidak seperti di Libya, Mesir yang begitu mudah dilakukan. Ketika kekuatan veto China dan Rusia masih bertahan untuk Suriah, tentu akan sulit sekali melumpuhkan kekuatan Suriah. Sementara para pemberontak Suriah juga tidak bisa diharapkan. Bahkan para pejuang Palestina akan menyerang Israel.

Antara Suriah dan Palestina

Tentu kita patut memperbandingkan apa yang terjadi di Suriah dan Palestina. Keduanya merupakan ajang pertempuran kekuatan-kekuatan yang selama ini menguasai dunia (lewat PBB). Dukungan Rusia dan China membuat Suriah bertahan. Sementara dukungan Amerika terhadap Israel dalam kasus Palestina juga demikian kuat. Serangan sebrutal apapun yang dilakukan Israel kepada Palestina, Amerika akan memberi dukungan kepadanya.  Kasus Suriah telah melenakan para pejuang Palestina sehingga di saat gempuran Israel menimpa, mereka mudah jatuh. Terbukti dengan mudah pemimpin HAMAS dibunuh dalam serangan Israel tersebut. Apalagi, kekuatan dunia Arab selama ini lebih cenderung untuk berada pada arahan Amerika. Ketika Amerika memberikan dukungan pada penggulingan Saddam Husein (Irak), Moammar Gadafi (Libya) dan Mesir (Husni Mobarak), mereka begitu antusias. Bahkan ketika Amerika (dan sekutunya) menghendaki Abbas (Suria) juga rame-rame memberikan dukungannya. Namun apa yang terjadi ketika Palestian digempur seperti saat ini? Apakah kemudian yang selama ini menyerang Abbas di Suriah langsung balik ke Palestina menyerang Israel? Negara-negara yang selama ini memberikan dukungan kepada pejuang melawan Abbas di Suriah kemudian juga memberikan dukungan kepada Palestina seperti di Suriah? Dengan dua konflik di Timur Tengah (Suriah dan Palestina)  tersebut semoga membuka mata masyarakat muslim di seluruh dunia, siapa yang layak untuk dibela.  Ataukah masih membela atas nama kelompok agama?

*) disarikan dari berbagai sumber


TINGGALKAN KOMENTAR