Antara Adzab Dan Peringatan

Antara Adzab Dan Peringatan

BAGIKAN

Antara Adzab Dan Peringatan

Seorang Muslim yang peka, alias bashirohnya sensitip, akan menyikapi apapun yang terjadi pada diri atau lingkungannya sebagai PERINGATAN ALLAH, sekecil apapun musibahnya, seperti tersandung kerikil atau tertusuk duri saja akan secepatnya membangun sikapnya untuk kembali kepada Allah.

Banyak sekali Ayat ayat di dalam Alquran yang menceritakan kaum kaum terdahulu yang dibinasakan akibat kekufurannya kepada Allah, seperti Kaum Tsamud dengan gelegar suara yang melampaui batas kekuatan gendang telinga pada umumnya, sehingga kaum tsamud itu mati seketika:

وأخذ الذين ظلموا الصيحة فأصبحوا في ديارهم جاثمي

“Dan satu suara yang keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zhalim itu, lalu mati bergelimpangan di tempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu” QS. Hud 67

Kaum ‘Ad yang dihancurkan dengan perubahan cuaca yang mendadak yang dalam alquran diistilahkan dengan Rikhan Shorshoron:

وأما عاد فأهلكوا بريح صرصر عاتية

“Adapun kaum ‘Ad, maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang”

Kaum Nabi Luth yang dijungkir balikkan dan dihujani dengan batu belerang yang panas, padahal di tanah Arab tidak ada gunung merapi, mungkin kiriman dari persia, yaitu gunung Damawandu:

فلما جاء أمرنا جعلنا عاليها سافلها وأمطرنا عليها حجارة من سجيل منضود

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri Kaum Luth itu yang atas ke bawah ( Kami balikkan ), dan Kami hujani mereka dengan (batu belerang ) tanah yang terbakar secara bertubi-tubi”

Lihatlah dan cermati sekali lagi, didalam Ayat ayat itu menunjukkan kejadian yang tiba tiba dan berefek tidak tersisanya sebuah kaum kecuali beberapa orang yang diselamatkan bersama Nabinya, baca juga kisah Nabi Nuh, penduduk Irom, dll.

Benar sekali jika Ayat ayat yang mengisahkan kaum yang dihancurkan oleh Allah itu bermaksud untuk memberi pelajaran dan peringatan kepada kaum sesudahnya, tetapi bisa disebut tergesa gesa jika bencana alam yang terjadi sekarang dikatakan sebagai Adzab, kalau peringatan iya, dan sangat tepat juga begitulah harapannya.

Cermati sekali lagi, bahwa dalam kisah seluruhnya di dalam Alquran, Adzab turun ketika kekufuran itu telah mendominasi suatu kaum, dan sifatnya adzab itu adalah memusnahkan, bahkan didalam ayat yang lain disebutkan; wilayah yang terkena adzab itu tidak lagi dapat dihuni sampai berabad abad, silahkan telusuri bekas bekas kaum yang teradzab itu ternyata sampai sekarang tidak berpenghuni, atau minimal tidak bisa lagi berkembang menjadi kawasan yang ramai.

Jadi, antara Adzab dan peringatan itu sangat berbeda, apalagi Allah sendiri juga telah berjanji dengan jelas dan tegas, selama Nabi Muhammad hadir ditengah tengah kaum itu, Allah tidak akan mengadzab mereka:

وما كان الله ليعذبهم وأنت فيهم وما كان الله معذبهم وهم يستغفرون

“Dan tidak akan Allah mengadzab kalian, dan engkau (Muhammad) berada ditengah tengah mereka, dan Allah tidak akan mengadzab mereka padahal mereka memohon ampun”

Wilayah Kediri, Malang, Blitar dan wilayah wilayah yang kemaren tertimpa bencana adalah wilayah dimana Nabi Muhammad sering dihadirkan dalam sebuah Maulid, dalam setiap pengajian, dalam setiap wakltu banyak diantara mereka yang memohon ampun.

TINGGALKAN KOMENTAR