Analisis Ilmiyyah Selamatnya kedua Orang Tua Nabi

Analisis Ilmiyyah Selamatnya kedua Orang Tua Nabi

BAGIKAN

Bismillahi, walhamdulillahi, was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah, Amma ba’du :

Akhir-akhir ini kasus kedua orangtua Rasul Saw masuk neraka mulai mencuat kembali ke permukaan umum, dan mulai diramaikan kembali oleh segelintir nabi-muhammad-saw1orang yang mengaku pengikut manhaj salaf. Mereka dengan semangat dan bahkan merasa lezat dengan membicarakan kedua orangtua Nabi Saw masuk neraka di mimbar-mimbar mereka, majlis taklim, masjid, perkumpulan dan bahkan menyebarkannya melalui lembaran-lembaran atau bulletin dan internet ke khalayak umum tanpa mau melihat perbedaan ulama tentang persoalan ini dan bahkan tanpa memperhatikan adab dengan baginda Nabi Saw.

Persoalan ini sebenarnya hanyalah persoalan ijtihadiyyah bukan persoalan I’tiqadiyyah yang menyebabkan kafirnya atau bid’ahnya orang yang bertentangan. Dan tidak akan menjadi salah satu pertanyaan yang harus di jawab dalam kuburan.

Sejak mulai ulama salaf hingga khalaf, memang telah terjadi perbedaan pendapat di antara mereka. Ada yang berpendapat kedua orangtua Nabi masuk surga, ada yang berpendapat sebaliknya yaitu kedua orangtua Nabi Saw kafir dan masuk neraka, ada juga yang memilih diam tidak mau berkomentar atas persoalan ‘Khathar’ ini. Namun di antara mereka hanyalah sekedar berijtihad dan berpendapat tanpa adanya saling membid’ahkan dan mengkafirkan satu sama lainnya. Setelah itu mereka lepas dan tak ada yang berani membicarakannya lagi.

Namun kita lihat sekarang, begitu beraninya sekelompok orang yang menamakan kelompoknya salafiyyah, mempersoalkan kasus ini kembali, menampakkan ke medan public dan menetapkan bahwa pendapat merekalah yang paling benar tanpa memandang hujjah-hujjah ulama yang berbeda pendapat dan memperhatikan segala aspek yang ada.

Sebenarnya penulis tidak berani mengupas masalah ini, karena khawatir termasuk orang yang memperpanjang masalah ini sehingga melukai hati mulia Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam. Namun penulis hanya mengabulkan permintaan beberapa ikhwan yang menginginkan penulis menjelaskan persoalan ini secara ilmiyyah dan bijak.

Risalah kecil ini penulis namakan “ At-Tahlil Al-Ilmiy fii Najaati Walidayin Nabi “yakni Analisis Ilmiyyah tentang selamatnya kedua orang tua Nabi.

Berikut ini empat poin hasil analisa penulis tentang masalah ini :

Pertama : Hingga saat ini tidak ditemukan satu pun dalil sharih dari al-Quran maupun Hadits yang menunjukkan kedua orangtua Rasul Saw penyembah berhala. Sehingga tidak boleh memvonis keduanya masuk neraka.

Kedua : Hadits riwayat imam Muslim tentang kedua orangtua Rasul Saw, masih dipertentangkan oleh banyak ulama Ahlus sunnah. Dan bahkan mayoritas ulama mengatakan hadits itu bertentangan dengan nash al-Quran dan Hadits yang lebih kuat lagi. Sehingga tidak bisa digunakan sebagai hujjah.

Ketiga : Dari sisi sanad dan matan, hadits tersebut menjadi perbincangan dan permasalahan para ulama ahli hadits sejak dulu hingga kini. Dalam perbandingannya dengan hadits riwayat imam Bukhari, matan dan sanadnya lebih kuat dan tsubut ketimbang hadits riwayat imam Muslim. Maka lebih dipegang hadits riwayat imam Bukhari.

Keempat : Vonis ijma’ para ulama akan masuknya kedua orangtua Rasul dalam neraka, ternyata vonis sepihak dan terbukti tidak benar, hanya sebuah pengakuan tanpa adanya bukti yang menguatkannya.

Hak hati untuk selalu membuat bahagia Nabi Muhamamd Saw. Dan hak lisan untuk menjaga dan mencegah dari hal yang tidak bermanfaat terlebih dalam hal membicarakan aib / kekurangan orang lain.

Bukankah kita diperintahkan untuk tidak menyakiti orang yang hidup dengan menjelek-jelekan keluarganya yang sudah meninggal ?? maka demikian pula lebih berhak bagi hati kita dan lisan kita untuk tidak memperbincangkan kedua orangtua Nabi Shallahu ‘alahi wa sallam apalagi sampai menyakiti hati beliau dengan menetapkan kedua orangtuanya penghuni neraka

 

Download ebooknya disini

TINGGALKAN KOMENTAR