Adab Menjelang Tidur Seorang Muslim

Adab Menjelang Tidur Seorang Muslim

BAGIKAN

Tidak ada satupun dalam menjalani aktifitas seorang Muslim yang terlewatkan dari unsur Adab, dan tidak ada aktifitas seorang Muslim yang lepas dari perhatian Islam.

Di dalam islam tidak ada satu aktivitaspun yang tidak di atur, yang tujuannya semata-mata untuk kebaikan manusia tersebut agar kita bisa menjadi manusia baik secara jasmani dan rohani untuk menjalankan fungsinya sebagai khalifah di dunia dan melaksanakan tugas di dunia yaitu untuk beribadah kepada allah swt. karena jikalau manusia itu tidak sehat karena tidurnya tidak teratur maka ibadahnya pun tidak akan bisa dilaksanakan secara optimal.

( وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا ) [ النبأ: 9]

“Dan aku jadikan Tidur kalian sebagai Istirahat”

Tidur adalah aktivitas sehari-hari manusia, sepertiga kehidupan manusia di isi oleh kegiatan ini. Saat tidur, tubuh kita juga memperbaiki sel-sel yang rusak dalam tubuh juga membuat pikiran kita menjadi lebih tenang. Kurang tidur dapat menyebabkan emosi yang tidak stabil, lelah, berkurangnya kemampuan berpikir.

Agar tidur kita bernilai ‘ibadah, maka seharusya diniyatkan untuk menjaga stamina tubuh, untuk meraih semangat ibadah setelah bangunnya, juga hendaknya mengikuti adab-adab sebagaimana yg dicontohkan oleh baginda Rosululloh saw dan para sahabat Rodliyallahu ‘anhum ajm,in, dengan niyat ittiba’ atau napak tilas perbuatan yang pernah dilakukan Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam.

Namun jangan sampai membuat anggapan bahwa meninggalkan apa yang diperbuat Rosulullah ketika tidur atau menjelang tidur adalah sebuah BID’AH yang sesat, sebab selama ini ada sebuah statemen “Lawan Sunnah Adalah Bid’ah”, maka yang meninggalkan Sunnah sama dengan menghidupkan Bid’ah. Dalam wilayah Adab tidur ini semata mata berunsur kecintaan dengan cara meniru perbuatan yang pernah dilakukan Olehnya Shollallhu ‘alaihi wa sallam, tidak lebih. Dan tentu saja perbuatan yang dilakukan atas dasar cinta, walaupun tidak persis akan bernilai Ibadah.

Adapun Adab tidur yang pernah dihimbaukan oleh Rosulullah berdasarkan riwayat riwayat yang ada (yang saya ketahui) adalah antara lain:

جاء في حديث جابر بن عبد الله أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال” أطفئوا المصابيح بالليل إذا رقدتم وأغلقوا الأبواب..الحديث”رواه البخاري ومسلم وأحمد والترمذي وابو داوود ومالك

“Datang dalam sebuah hadits Jabir bahwa sesungguhnya Rosulullah  صلى الله عليه وسلم bersabda: Matikanlah lampu lampu diwaktu malam ketika kalian tidur, dan kuncilah pintu pintu” (HR. Al Bukhori, Muslim, Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, Malik)

Lalu berdasarkan Hadits diatas apakah perintah itu kemudian mengandung arti Sunnah, Wajib, apa hanya sebuah petunjuk yang lumrah? dalam hal ini sekali lagi meninggalkan perintah atau melakukannya tidak akan bernialai apa apa kecuali didasari rasa cinta atau benci.

Sebagaimana yang dijelaskan Oleh Imam Al Qurthubi bahwa perintah diatas hanya semata mata untuk menjaga diri saja, walaupun dalam perintah tersebut mengandung nilai nilai adab yang sangat tinggi, bukankah menjaga diri dan harta adalah urusan yang mencakup Dunia dan Agama? dan betapa seorang Rasul telah demikian terperincinya dalam memberikan contoh kepada ummatnya untuk berhati hati diseriap kesempatan, dan salah satu pandangan yang tidak mampu ditembus oleh selain pandangan kenabian adalah apa yang dijelaskan oleh Beliau صلى الله عليه وسلم   dalam sabdanya:

” وأغلقوا الأبواب، واذكروا اسم الله، فإن الشيطان لايفتح بابا مغلقا” رواه مسلم

“Dan kuncilah pintu, dan sebutlah Nama Allah, maka sesungguhnya setan tidak bisa membuka pintu yang dikunci” (HR. Muslim)

Bersambung Insyaallah……..

3 KOMENTAR

  1. Lampu kamar dimatikan secara ilmiyah juga belum tentu gelap gulita sepenuhnya, karena kamar biasanya ada jendela dan jendela tentu ada rongga siapa tahu diluar kamar ada seberkas cahaya yg masuk ke kamar.

  2. Betul itu, bgmn mau tidur klu lampu dihidupkan, ya cahaya nya ada dipelupuk mata, jd nggak bisa tidur klu lampu hidup

TINGGALKAN KOMENTAR