Home Al-kisah Manaqib Abah Guru Sekumpul

Manaqib Abah Guru Sekumpul

Manakib AI-mukarram Guru Sekumpul

Manaqib Abah Guru Sekumpul 1

Yang dikarang oleh Al-Mukarram Al-Alim Al-Alamah H.Muhammad Hudhari

Telah berkata Al-mukarram bahwa nama diwaktu kecilnya adalah Qusyairi,beliau­ selalu berada disamping kedua orang tuanya dan neneknya yang bernama salbiyah yang memeliharanya dan mendidiknya dengan penuh kasih sayang hingga tertanamlah ilmu tauhid didalam dirinya.

Sepenglihatan hamba selama masa bergaul bahwa beliau adalah orang berakhlak tinggi lagi mulia walaupun beliau miskin dalam penghidupan namun tiada mengeluh atau mengadu2 kepada keluarganya.

Syahdan dan adalah hal hobinya membaca Al-qur’an,itu sudah menjadi amaliyahnya dan pernah mengikuti jamaah alqira di martapura,terma­suk orang yang terbaik dan terkemuka,dan Al-mukarram adalah orang yanag hafizh Al-qur’an.Dan pernah terjadi dikampung melayu tengah di mushalla hamba yang mana pada setiap tanggal 27 pada malam bulan ramadhan mengadakan khataman Al-qu’an dan itu sudah menjadi adat turun temurun maka Al-mukarram Guru Sekumpul di undang oleh tuan Guru H.Anang Sya’rani untuk membacakan Ayat2 suci Al-qur’an dikala Al-mukarram membacakan surat Annur maka banyaklah para hadirin yang kagum dan diantaranya ada yang menangis mengeluarkan air mata karena mendengarkan bacaan beliau.

Dan lagi dari perkataan beliau,dimasa belum baligh dan sampai baligh di pimpin secara ruhani oleh Al-Alamah Ali Janid (barau),dan oleh Al-alamah Al-Fadil H.Abdurrahman Shidik Safat ( tambilahan ),dan oleh Al-Alim Al-Alamah H.Syarwani Abdan ( bangil ) kemudian diserahkan kepada K.H.Abah Falak kemudian Abah Falak menyerahkan kepada Sayyid Muhammad bin Amin Khutbi,dari sayyid Muhammad Amin khutby inilah beliau banyak mendapatkan Syair2 qhosidah dan lagi Al-mukarram dapat pimpinan ruhani oleh maulana Syech Muhammad Arsyad Al-banjari dan selanjutnya langsung dipimpin oleh Sayyidul Ambiya’i wal mursyalin Sayyidina Muhammad SAW.

Disaat beliau berumur 14 tahun dibukakan hijab oleh Allah Ta’ala ketika membaca tafsir Alqur’an “wakanallahu sami’an bashira”.dan adalah halnya selalu sabar dan ridha dan kasih sayang dan tidak pemarah dan sangat pemurah,walaupu­n dipukuli oleh orang yang hasud dan dengki yang jumlahnya banyak namun beliau tidak pernah mengadu2kan kepada orang tuanya atau keluarganya bahkan beliau terima semua itu dengan sabar dan ridho kepada Allah SWT.

Dan hal lagi pernah menembak burung dengan senapan angin,manakala sampai dipadang karang tengah mendengarlah beliau akan suara zikir “LA ILAHA ILLALLAH”maka al-mukarram terus berjalan naik kekampung karang tengah untuk mencari suara asal suara zikir itu,ternyata zikir itu berasal dari makam Tuan Guru H.Abdullah Al-khotib maka langsunglah beliau berziarah maka setiap tengah malam bulan terang lazimlah beliau berziarah.

Dan pernah pula terjadi beliau melihat seperti lampu strongkeng terang naik keatas kemudian menyeberang turun di makam kuburan jamaah Tuan Bajut danTuan Biduri,Al-alama­h Abdul Wahab bugis dan fatimah,dan di makam Al-Alamah H.Muhammad Syaid Wali bin Muhammad Amin di karang tengah dan beliau istiqomah berziarah didua makam itu pada tiap2 malam tersebut atau setengah dari karamatnya.

Dan halnya suka bersilaturahim menemui orang2 tua di kampung,dan beliau adalah termasuk orang yang muhibbin cinta kepada orang yang Alim dan orang yang Shaleh seperti Al-Arifbillah H.Zainal Ilmi bin H.somad Al-banjari dalam pagar yang mana setiap kali beiau hendak pergi ke banjar pada hari2 tertentu maka Al-mukarram menunggu2 untuk bersalaman mencium tangan Guru Zainal Ilmi

Dan pada tahun 1958,Al-mukarra­m telah berkhadam kepada tuan Guru H.Baruddin di majelis maulud Al-habsy pada tiap malam jum’at dan beliau keluar membawakan jamuan miunuman dimajelis tersebut.,dan di tahun yang sama beliau pernah menemukan hamba (guru Hudhari) di dalam kelas hendak meminjam kitab faraid tahafatus saniah utk menyalin menulis.dan pada tahun 1959 guru hudari tamat darussalam,,kem­udian pada tahun 1960,Guru hudhari di suruh oleh Tuan Guru H.Semman Mulia untuk balas budi ( mengajar )di darussalam,seda­ngkan Al-mukarram Zaini Abdul Ghani baru lulus setahun kemudian,dan teman sekalasnya yaitu Guru Masdar sungai tuan.

Setelah Al-mukarram Zaini Abdul Ghani tamat di darussalam pada tahun 1961 beliau menueruskan mengaji kitab kepada Tuan Guru H.Sya’rani Arif dikampung melayu kitab fiqih dan tafsir dan disuruhkan mengajar didarussalam martapura.kemud­ian tidak berapa lama beliau beristirahat dan istiqamah dirumahnya dan beliau membuka majelis maulid sambil membaca kitab2.pada tiap2 malam selasa hadist,dan malam rabu tafsir dan siang hari rabu ihya Ulumuddin.dan beliau suka memberi makan jamuan pada tiap2 setiap tamu yang datang kerumahnya dan suka berhadiah uang kepada siapa yang dikehendakinya apalagi di hari pengajiannya.,d­an setiap pengajian hari rabu beliau memberi makanan nasi dan minuman terkadang roti.

Dan lagi perkataan Abah Guru Sekumpul bahwa beliau pernah bermimpi bertemu Sayyidina Hasan dan Husin yang keduanya memberikan pakaian dan memasangkan kepada nya lengkap dengan surban kemudian keduanya memberikan nama “ Zainal Abidin “,setelah bangun beliau menghabarkan akan mimpinya itu kepada ayahnya kemudian ayahnya mengubah nama beliau yang dulunya Qusyairi menjadi Muhammad Zaini.dan lagi dari perkataan beliau bahwa ia belajar mengenai nur muhammad kepada Al-Alim Al-Alamah Muhammad bin Salman Alfarasi (guru Gadung) atas petunjuk dari Al-Alim Al-Alamah Ali janid (barau)dan lagi Almukarram berkata bahwa aku mendapatkan khususiyat dan anugerah dari Allah Swt berupa kasyaf hissi malihat dan mendengar apa2 yang terdinding.

Dan pada ketika sewaktu halnya Al-mukarram bejalan maka rerumputan,batu­ dan pohon memberi salam serta menyebutkan manfaat2 dan kelebihan kepada beliau seperti untuk keperluan pengobatan dan lainnya maka itulah setengah dari pada karamah Abah Guru Sekumpul.

Dan adapun Al-mukarram itu suka menghidupkan kembali amalan2 dan tariqat yang diamalkan oleh maulana Syech Muhammad Arsyad Al-banjari.kare­na itu majelis yang beliau pimpin baik majelis ilmu atau majelis amaliah seperti majelis Syech Abdul Qadir Al-jailani yang selalau dipenuhi oleh para penuntut ilmu yang semakin hari semakin bertambah2.baik­ dari dalam negeri ataupun dari luar negri.

Dan adalah halnya lagi suka membaca maulid nabi SAW setiap malam Senin bersama orang banyak dalam majelis Amaliyah yang mana hadir pada waktu itu jamaah dari berbagai kalangan,baik dari kalangan masyarakat biasa sampai para pejabat rendah dan tinggi.baik didalam daerah maupun di luar daerah yang mana jumlahnya puluhan ribu,hal ini disebabkan karena mereka itu cinta dan sangat menyayangi serta menghormati beliau.

Dan pada setiap malam jumat beliau membaca dalail khairat dan qosidah burdah serta maulid Azab bersama orang banyak sebagai mana malam senin.dan setiap kali beliau membaca maulid rasul (simtudduror) karangan Habib Ali bin Muhammad bin Husin Alhabsysi atau maulid al-‘azab karangan Syech Muhammad Al-‘azab beliau tiada lupa menyertakan pada permulaan atau pertengahan atau penghabisan akan membaca Qasidah2 yang mubarrak dan jarang jarang di tinggalkannya.k­arena membaca membaca qosidah2 yang mubarrak itu itu memang sudah hobinya sejak kecil.

Dan pada tahun 1992 Al-mukarram Muhammad Zaini Abdul Ghoni atau Abah Guru Sekumpul minta bukakan kepada kepada hamba (Guru hudari) pelatihan untuk mempelajari terbang Maulana Syech Muhammad Arsyad Albanjari di sekumpul yaitu Ya Syehona Ya Semman … hingga berhasil selesai tamat.dan setiap kali mengadakan haul Syech Semman Almadani di mushalla Arraudah maka dilaksanakan dan digunakan terbang besar oleh Abah Guru Sekumpul.

Dan pada tahun 1996 hamba ( Guru hudari) berada dimekkah untuk menunaikan ibadah Haji maka hamba diminta oleh Habib Ahdal mekkah bermalam di rumahnya dan Almukaram telah menelpon kepada hamba menghabarkan bahwa beliau akan mengadakan haul Syech Seman Almadani di sekumpul secara besar2an yaitu haul Akbar.maka hamba sangat terharu dan sewaktu hamba tawaf di baitullah telah nampak hamba melihat dangan nyata bahwa Almukarram Muhammad Zaini Ghani berjalan tawaf dihadapan hamba maka ketika sampai dihadapan hajar aswad tiada dapat hamba lihat lagi akan beliau.kemudian­ hamba habarkan kejadian itu kepada beliau melalui telpon maka jawabnya jangan dihabarkan kepada orang2 yang terjadi itu,maka didalam lembaran kertas ini terbuka lah kejadian tersebut.

Dan pula adalah halnya suka membina membangun kubah2 seperti dikarang tengah kuburan Tuan Bajut,Tuan Biduri,Al-alim Al-Alamah H.abdul wahab bugis,dan fatimah dalam suatu Kubah dan Kuburan Al-Alim Al Alamah H.Muhammad Sa’id Wali bin Muhammad Amin dan setelah itu kemudian Almukarram telah membeli tanah yang luas spenjang jalan untuk jalanan masuk kubah Al-Alil Al Alamah Fadhil H. Abdullah Alkhotib di seberangannya.

Dan pula halnya Almukarram termasuk pelopor pembangunan komplek pembangunan makam Maulana Syech Muhammad Arsyad Albanjari yang dibangun sejak tanggal 13 safar 1417 H bertepatan tanggal 29 juni 1996 M.bersama dengan pengurus yayasan ikhuwat Zuriat Maulana Syech Muhammad Arsyad Abanjari yang mana pada waktu itu di ketua oleh H.Salmani bin Al-Alim Alfadil H.marzauki bersama H.Muhammad zayadi bin Ahmad selaku sekretaris.

Dan pada perkataan Almukarram sebagai amanah kepada pelaksana pembangunan,kal­au handak mengumpulkan dana keuangan cukup menunggu di kubah saja jangan meminta minta atau menjalankan kotak sumbangan.. Alhamdulillah segala gagasan beliau setelah dilaksanakn oleh panitia pembangunan semuanya berjalan dengan lancar dan sumbangan selalu berdatangan baik dari dalam daerah mauapun luar daerah dan dari segala macam kalangan sehingga dalam jangka waktu kurang lebih satu tahun pada tanggal 2 sya’ban 1418 H,bertepatan pada tanggal 2 desember 1997 selesai sekaligus peresmian pembukaan mejelis ta’lim sabilal Muhtadin oleh Guru Sekumpul bersama gebernur H Hasan Aman,pada malam rabu di ruang tengah komplek makam tersebut.

Syahdan AlMukaram Zaini Abdul Ghani dilahirkan di tunggul irang martapura pada malam rabu jam setengah dua,pada tanggal 27 muharram tahun 1361 H. dan telah wafat pada pagi dini hari rabu (waktu subuh) tanggal 5 rajab 1426 H.bertepatan pada tanggal 10 agustus 2005.

Manaqib Abah Guru Sekumpul 2

Demikianlah hikayat dan riwayat Al-Mukarram Al-Alim Al-Alamah H.Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul)

Diambil dari buku Riwayat Al-Mukarram Al-Alim Al-Alamah H.Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Albanjari yang disusun dan dikarang oleh Al-Mukarram Al-Alim Al-Alamah H.Muhammad Hudhari bin hasnah binti Al-alim Alfadil H.Abdullah Alkhotib bin AlAlim Alfadil H.Muhammad sholih bin Khalifah H.hasanuddin bin AlAlim Al-Alamah Assyech Muhammad Arsyad Albanjari (datu kelampayan).

Akhirnya saya yang menulis kembali Atas menakib yang dikarang oleh Al-Mukarram Al-Alim Al-Alamah H.Muhammad Hudhari memohon ampun dan maaf apabila ada salah dan khilaf baik yang disengaja atau tidak disengaja karena saya merasa banyak sekali kekurangan dalam diri saya yang hina ini.karena kesempurnaan hanyalah milik Allah Semata dan diperlihatkan oleh Allah ksempurnaan itu Dalam bentuk Rasullullah,Ras­ulullah lah sebagus bagusnya mahluk….

Semoga Allah menurunkan Rahmat pada kita sekalian baik penulis maupun pembaca agar selalu dilimpahi rahmat serta kasih sayang oleh Allah berkat Abah Guru Sekumpul Amiiiinnn..

Sumber : http://www.facebook.com/groups/Keberkahan.abahguru/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *