Home Hadits Tafsir KHAWARIJ ADALAH

KHAWARIJ ADALAH

 

   Seseorang yang bernama Mahrus Ali dan mengaku sebagai mantan Kyai NU dalam blognya Mantan Kyai Nu menuduh Ahli Tafsir Syaikh Ahmad bin Muhammad ash-Shawi al-Maliki (w 1214 H) sebagai seorang yang keblinger (sesat), berikut yang dikatakan Mahrus Ali:

 Berawal dari beberapa artikel yang berhasil membongkar kebusukan Wahhabi dalam mentahrif kitab Al Showi yang aslinya menyebutkan suatu penafsiran Surat Fathir ayat 8, bahwa yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah Khawarij, dan selanjutnya sang Syaikh melanjutkan penjelasannya dengan menyebut baahwa apa yang sekarang disebut dengan VERSI WAHHABI dan muncul di hijaz adalah yang dimaksud dengan Khawarij, seorang yang mengaku sebagai mantan kyai NU mencoba membela Pandangan Sejarawan Wahhabi ini dengan congkak dan membabi buta.

Namun seperti biasa ia telah sengaja membukakan pintu penghinaan dan bahan lelucon pada dirinya sendiri, nah dalam tulisan kali ini, kita akan tahu seberapa dalam sebenarnya kecongkakan Mahrus Ali ini dalam berargumentasi.

Tak perlu harus seorang Kyai atau pesantren yang menjawabnya, karena akan terlalu remeh jika seorang kyai atau pondeok pesantren harus menjawab atau membantah orang gila ini, cukup WARKOP saja yang menjawabnya, namun sebelumnya kita simak terlebih dahulu bagaimana KEBODOHAN DALAM MEMAHAMI IMAN Mahrus Ali ini dalam berargumentasi, kutipan ini kami ambil dari blog Mantan Kyai Nu:

Khawarij

Bagaimana akal kita bisa menerima , Khowarij itu baru tumbuh ketika  khilafah Ali bin Abu Thalib , lalu  ayat ini di turunkan ketika Rasulullah SAW masih hidup , dan Ali bin Abu Thalib masih belum menjadi Khalifah , lalu di katakan  ayat Fathir 8 itu di turunkan untuk kaum Khowarij . Inilah kekeliruan yang harus di buang tapi malah di dukung . Sungguh keblinger orang yang mendukungnya dan beruntunglah orang yang  menggunakan akalnya.

Lalu pengarang itu menyamakan khowarij dengan wahabi yang mendirikan negara Islam Saudi arabia . Apakah kita yang mendukung negara Jahiliyah ini di katakan ahlis sunnah yang masuk surga  , sedang wahabi Saudi yang mendirikan negara Islam , memeraktekkan hukum Kisas di negaranya di katakan Khowarij yang akan masuk Neraka . Sungguh kita ini merasa di bodohi , tapi kita malah mendukung kekeliruan itu .

Kemudian Mahrus Ali dengan congkak menunjukkan kebodohannya:

Komentarku ( Mahrus ali )

Apakah membuang penyebutan Wahabi sebagai Khawarij yang keliru  itu  di katakan memenggal  isi pokok kitab tersebut , sungguh pembaca ini keblinger bila  tidak menyalahkan pendapat  tersebut .

  

Warkop Menjawab:

Opsi Pertama:

Benarkah Khowarij itu baru ada ketika zaman Sayyidina ‘Ali memegang Khalifah? Maklum saja, namanya juga mantan Kyai, mungkin dia belum pernah membaca Kitab Tafsir Ibnu Katsir yang ketika mentafsirkan ayat 7 surat Ali ImronKhawarij 

(Adapun orang orang yang didalam hatinya menyeleweng, mereka mengikuti apa apa yang serupa darinya – Ali Imron Ayat 7) beliau dengan jelas menyatakan dengan membawakan riwayat bahwa yang dimaksud Ayat tersebut adalah Khawarij dengan kalimat yang jela pula, yaitu قال هم الخوارج (Beliau mengatakan mereka yang dimaksud adalah Khowarij). Teks Lengkapnya adalah seperti ini:

Khawarij

 

Lihat Tafsir Ibnu Katsir Juz 2 hal 4 cet Daar Al Ihya th 1985. Dan dalam halaman yang sama itu terdapat riwayat asal muasal kemunculan Khawarij, dan kemunculannya semenjak Nabi Muhammad masih hidup.

 

Opsi Ke 2:

Atau bias jadi Rosulullah telah diberitahu oleh Allah terlebih dahulu dengan Ayat ayatNya akan munculnya suatu kaum yang para ‘Ulama kemudian menyebutnya dengan Khawarij. Simak Hadits hadits berikut ini dan penjelasan para ‘Ulama, dan akan saya ambilkan dari Kitab التمهيد لما في الموطأ من المعاني والأسانيد juz 23 dan seperti biasa akan kami terjemahkan konteks Haditsnya saja :

Slide1

“Akan keluar didalammu (dalam komunitasmu sendiri) suatu kaum yang meremehkan shalat kalian dengan shalat mereka, dan puasa kalian dari puasa mereka, dan Amal amal mereka dari amal amal kalian, mereka membaca Al Quran dan tidak sampai melewati kerongkongannya, merka telah keluar dari agamanya seperti meluncurnya anak panah dari gendewanya, kamu melihat dalam keruncingan (anak panahnya) tak ada sesuatupun, kamu melihat dalam anak panahnya, tak ada sesuatupun, dan kamu melihat bulunya (di pangkal anak panah/semacam bulu burung) tak ada sesuatupun, dan anak anak panah itu meluncur di atas”

Khawarij

 

“Al Qo’nabi meriwayatkan dari Al Darowardi, dari Yahya bin Sa,id, sesungguhnya Muhammad bin Ibrohim menyampaikannya, dari Abi Salamah bin Abdirrahman, dan dari ‘Atho bin Yasar: Sesungguhnya mereka berdua bertanya kepada Abu Sa,id Al Khudlri tentang Haruriyyah, apakah Anda mendengar Haruriyyah dar Nabi Muhammad?, Maka Berkata Abu Sa,id: aku tidak tahu apa itu Al Haruriyyah, tetapi aku mendengar dari Rosulullah SAW bersabda: “Akan keluar di dalam Ummat ini” – dan Nabi tidak mengatakan: “ Darinya (Ummat)” suatu kaum yang mereka meremehkan Shalat kalian dengan Sholat mereka, mereka membaca Al Quran yang tidak sampai melewati tenggorokannya [hal 321] (dalam riwayat lain) mengatakan: Hanajirohum (kerongkongannya) merka telah keluar dari agamanya seperti meluncurnya anak panah dari gendewanya, maka orang yang memanah tidak melihat kepada gendewanya, kemudian ke anak panahnya, kemudian pada tatanannya, maka mereka menembakkannya ke atas, apakah dengan tembakannya tergantung darah.

 

Sampai disinipun kita tidak akan terbantu untuk memahami siapakah Khawarij itu, namun sebaiknya kita lanjutkan penjelasan berikut:

Khawarij

“Adapun Sabda Nabi “Yakhruju fikum” maka dari lafadl inilah Khawarij disebut sebagai Khawari8j, dan arti “Yakhruju fikum – maksudnya: Dalam diri kalian, maksudnya Para Sahabat Nabi, yang akan keluar kepada kalian, dan demikianlah para khawarij itu keluar, dan meluncurlah para peluncur (anak panah) tersebut pada zaman Sahabat Rodliyallahu ‘anhum, adapun yang pertama kali menyebut mereka sebagai kaum haruriyyah adalah Sayyidina ‘Ali RA, karena mereka keluar dan menyelisihi Ummat Muslim, mereka mendirikan bendera perselisihan dan keluar (dari barisan kaum Muslimin). Dan adapun manusia menyebut mereka dengan “MARIQOH dan dengan KHAWARIJ” maka berasal dari Hadits ini, Khawarij / Mariqoh adalah sebutan yang sangat masyhur kepada mereka dalam syi’ar syi’ar dan cerita”

 Mari kita lanjutkan penjelasan dalam kitab tersebut, dengan penjelasan yang lebih jelas lagi berikut, siapa sesungguhnya Khawarij:

Khawarij

 

“Adapun arti dari hadits ini, dan yang semisal dari apa yang datang dari Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم menurut kelompok ahli Ilmu, yang dimaksud menurut mereka adalah “Kaum yang keluar (Memerangi) atas Sayyidina Ali pada hari Nahrowan, merekalah asal Khawarij, adapun permulaan mereka keluar adalah ketika segolongan orang yang keluar menuju Madinah untuk membunuh Sayyidina ‘Utsman RA”

Khawarij

Abu Umar berkata:

“ Keberadaan Kaum Khawarij adalah disertai keluar mereka dalam mentakwil Al Quran, dan sebuah Madzhab buruk yang berpisah dari Salafu Hadzihil Ummah yang terdiri dari Sahabat, Tabi,in, dan mereka mengkufurinya (Para salaf), dan mereka mewajibkan Shalat kepada orang yang Haidl, dan mereka menolah hokum rajam untuk pezina, dan sebagian mereka menyerang kaum muslimin diwaktu Dhuhur dan Ashar (maksudnya perang terbuka dengan kaum Muslimin), mereka mengkafirkan Kaum Muslimin karena Maksiyyatnya, dan menghalalkan darahnya (Kaum Muslimin) karena berbuat dosa, dan keberadaan mereka keluar dengan anggapan dalam rangka merubah kemunkaran dan menolak kebathilan, maka mereka (Kaum Khawarij) apa yang mereka bawa adalah sebesar besarnya kemunkaran dan seberat beratnya kebathilan, dan demikian seterusnya sampai pada keburukan Madzhab mereka seperti yang telah kami tetapkan memperbanyak penjelasannya. Dan dengan Memuji Allah, disini bukanlah tempat untuk menjelaskan semuanya, dan inilah asal muasal perkara Khawarij, dan awal kemunculannya adalah pada zaman Sayyidina Ali, dan Sayyidina Ali telah memerangi mereka di Nahrowan, dan masih tersisa dari sisa sisa mereka melaui nasab nasabnya (keturunannya) dan selain nasab, yaitu melalui madzhab madzhabnya, mereka turun temurun dan beri,tiqod dengan Madzhabnya (Khawarij)   Dan mereka Alhamdulillah terisolasi dari Jama’ah (Ahlussnnah wal Jama’ah) sebab buruknya Madzhab mereka. [hal 323] mereka tidak menyebar karena hal tersebut, dan juga tidak memunculkan diri, dan segala puji Hak Allah (fenomena ini ketika zaman Imam Malik), da nada dalam suatu kaum, siang malam mereka melakukan Shalat dan puasa disiang harinya, mereka meremehkan amalan manusia lainnya, dan mereka membaca Al Quran siang dan malam, namun bacaannya tidak melewati kerongkongan dan tenggorokannya, karena mereka mentakwilnya dengan tanpa Ilmu akan Sunnah Nabi yang jelas, maka mereka telah menutup kefahamannya dan pahala atas bacaannya, demikianlah, Wallahu A’lam”

Khawarij

KARAKTER KHAWARIJ YANG SANGAT JELAS

Masih dalam kitab yang sama, kita akan dibawa pada penjelasan bagaimana karakter dan sepak terjang Khawarij ini, yang seakan akan berjihad demi Membela Agamanya, berikut penjelasannya:

Khawarij

“Ibnu Wahb meriwayatkan dari Sufya bin ‘Uyainah, dari ‘Ubaidillah bin Abi Yazid, mengatakan: aku menyebut nyebut Khawarij didekat Ibnu ‘Abbas, dan aku berada disitu juga, maka aku mendengar Ibnu ‘Abbas berkata: Tidaklah mereka lebih tegas berijihad dari Yahudi dan nasrani, mereka menyesatkan”

Jadi Khawarij seperti yang disebutkan dalam riwayat diatas, sifat dan sepak terjangnya lebih suka berjihad kepada sesame Muslim daripada berjihad kepada orang kafir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *