Home Berita Gus Dur Dibaptis Dan Mendukung Kristenisasi

Gus Dur Dibaptis Dan Mendukung Kristenisasi

 

Gus Dur di Baptis dan mendukung Kristenisasi

Demikianlah kurang lebih pembahasan dalam Grup Warkop Lesehan Mbah Lalar, sebenarnya pembahasan tentang Gus Dur di baptis dan mendukung kristenisasi ini bermula dari seseorang yang memposting dengan memberikan Link sebuah Blog, pada intinya dalam artikel itu dijelaskan betapa Allah telah murka dengan Gus Dur, dan untuk itu Allah membuat cara untuk menghinakan Gusdur dengan cara di wafatkan tepat menjelang pergantian tahun.

 Gus Dur Mendukung Kristenisasi

Semula saya sendiri tidak menanggapinya dengan serius, tapi pada suatu siang, entah kenapa saya tergerak untuk menyelidiki, apa betul wafat menjelang tahun baru itu adalah cara Allah menghinakan Hambanya yang durhaka? Sayapun mencoba untuk mengumpulkan data seperlunya, dan akhirnya saya menemukan beberapa tokoh yang wafat tepat pada tanggal 1 Muharrom (saya memang salah sangka, padahal yang dimaksud tahun baru itu adalah tahun masehi, yaitu bertepatan dengan Wafatnya Gus Dur.

Maka segera saya bikin postingan seperti ini:

Dalam sebuah blog yang di posting Ihsana Mawon menyebutkan bahwa cara Allah merendahkan Gus Dur adalah diwafatkan tepat di 1 Muharrom, dimana Ummat Islam bersuka ria menyambutnya.

Dengan terpaksa Post tersebut saya hapus, alasan yg paling utama adalah argumen yg diberikan admin blog tersebut disamping ngawur juga provokatif.

Jika kewafatan seseorang yg bertepatan dg tahun baru, alangkah banyaknya manusia yg dihinakan oleh Allah? Dan tak ada satupun dalil yang menunjukkan cara Allah menghinakan seseorang adalah dg mewafatkan pada hari itu.


Di antara Ulama yg wafat pada 1 Muharrom adalah:

Al Habib Ali bin Husain Al Atthos (bungur) 1309 h 1889 M.

Para prajurit yang gugur dalam pertempuran Mesir melawan penjajahan Roma pada 19 H.

Syaik Hasan bin Zainul Abidin seorang ulama Lebanon yg dikenal dg julukan Shohibul Maalim th 1011 h.

Nah demikianlah saya sedikit member wawasan bahwa tidak semua yang wafat ditahun baru itu adalah tokoh semacam Gus Dur saja.

Selanjutnya akun yang memposting Link Blog tersebut memberikan link baru yang sebenarnya masih dalam satu artikel dalam blog sebagai data pelengkapnya, katanya dalam video tersebut itu, Gus Dur telah di baptis.

Sebenarnya video tentang pembaptisan Gus Dur itu telah beredar lebih dari dua tahun yang lalu, dan saya sendiri sudah pernah mencari tahu kebenaran video tersebut dengan meminta penjelasan kepada Gus Yahya Kholil (Seorang Kyai dan pernah menjadi ajudan Beliau juga mantan JUBIR Kepresidenan era Gus Dur).

Gus Yahya menjelaskan bahwa dalam video itu sebenarnya bukan acara pembaptisan, melainkan ada beberapa pendeta yang berempati dengan sakitnya Gus Dur dan berkenan mendoakannya, waktu pendeta pendeta tersebut berdoa, Gus Dur diam saja, atau tidak mengamini Doa Pendeta, demikian penjelasan Gus Yahya.

Seperti biasa, karena Wahhabi tersebut telah goyah tuduhannya, akhirnya diapun kembali memberikan link video yang katanya dalam video tersebut Gus Dur mendukung Kristenisasi.

Kawan kawan yang mungkin juga penasaranpun ingin tahu, sebenarnya yang dikatakan Gus Dur itu apakah betul mendukung kristenisasi? Tapi setelah didengarkan agaknya kawan kawan tidak menemukan satu kalimatpun dari Gus Dur yang mengarah ke pendukungan terhadap kristenisasi, berikut adalah transkrip isi pidati Gus Dur yang berhasil disusun oleh kawan kawan:

 

 INILAH TRASNKRIP AUDIO PIDATO GUSDUR YANG ADA DALAM VIDEO YOUTUBE.

Yang dalam viseo itu tertulis dibuat oleh anwaribrahim.blogspot.com dan bahkan diperlihatkan koran malaysia ayng mengatakan Gus Dur menghadiri Istighosah umat kristiani (kelihatan banget penulis artikel tidak tau istighosah, kalo gak tau jangan menyamakan istighosah dengan pertemuan umum seperti itu) dan telah diposting oleh Ihsana Mawon dan mengamini apa yang dikatakan oleh narator video tersebut. Silahkan dibaca baik2 dan dipahami apakah ada ucapan spesifik Beliau yang mendukung kristenisasi???? ada point penting dibelakang pidato beliau yang ada dibagian belakang pidatonya yang harus dicermati bersama sehingga kita tidak hanya menyimpulkan apa yang ada di awal pidatonya saja.

(Mungkin transkrip yang saya buat tidak 100% sama persis, tapi silahkan jika mungkin lihat video dan baca teks yang telah saya buat ini)

 

Tapi ada pula yang berpandangan pula bahwa islam itu harus didekati secara lembaga/ institutional. mereka inilah yang mengundang campur tangan negara didalam masalah keagamaan, mereka tidak mengenal budaya islam, mereka adalah para managers, orang2 yang mementingkan kelembagaan, mereka lah yang harus kita didik kembali, mereka bukan musuh kita, mereka telah melakukan apa yang telah diperbuat, karena mereka tidak tahu. Karena itu kita yang mengetahui hal ini harus mengerti benar bagaimana mendidik saudara kita, nah para hadirin, pertemuan hari ini adalah untuk menetapkan mata rantai, untuk menetapkan ruang lingkup pendidikan anak bangsa kita yang tidak mengerti bahwa tidak semua hal tidak bisa diselesaikan dengan kelembagaan . karena itulah saya harapkan anda semua memanjatkan doa kepada tuhan agar saudara2 kita yang belum mengerti itu kembali ke jalan yang benar bahwa kehidupan kita tidak dapat hanya dijalankan dengan mengembangkan institusi belaka. Mangapakah kita berani-berani sekarang membawa negara dalam pendidikan agama, karenanya kita harus bekerja keras sekarang ini untuk mengilangkan hal itu tidak saja dalam dunia pendidikan tetapi juga dalam dunia dan kegiatan lain. Jadi hakekatnya apa yang perbuat itu saya lakukan itu sama dengan apa yang dilakukan oleh kalangan gereja2 kita, dan oleh para agamawan dari agama manapun yang ada di negara kita, karenanya saya merasa bersyukur Tuahn YME telah memberikan keragaman sangat besar dalam beragama, dalam berbudaya dalam berasala usul etnis dalam berbahasa dsb. atas dasar itulah saya mengucapkan selamat kepada anda semua dengan forum ini, terima kasih dan selamat malam.

Videonya ada disini:

http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=dI8F7Zj6jmw

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *