July 25, 2014
Home » Berita » Menguak Peran NU Dalam Pembersihan PKI

Menguak Peran NU Dalam Pembersihan PKI

SEBERAPA BESAR ANDA TAHU TENTANG 1965 DAN PERAN NU DALAM PEMBERSIHAN PKI

TEMPO akan membuat laporan yg menguntungkan orang-orang pesantren

Baca misalnya satu dokumen intel Angkatan Darat tanggal 30 Nov 1965 yang menyebut soal joint action bersama Ansor di jawa Timur menumpas PKI. Ternyata sikap AD terhadap Ansor ada dua: ada ANsor binaan AD, dan Ansor binaan kiai. Ada satu kejadian dimana di Pare, kediri, dua Ansor ini bertemu. Ansor kader kiai mengumpulkan para petani yg dituduh kader PKI untuk diberikan lambang Ansor dan NU supaya mereka selamat dari pembersihan oleh tentara. Tapi Ansor kader TNI AD datang bersama tentara AD membawa pasukan ratusan, terus menghajar para petani tersebut. Korban tewas sekitar 300 orang. Lihat dokumen itu dalam versi Inggris dalam Laporan Intel dari Jawa Timur pasca Kup 1965, “Report from East Java”. Jurnal Indonesia (Cornell)_No. 41_April 1986. Adakah yg menelusuri sejarah ini dan tidak sekedar nuduh NU secara total sebagai pelaku pembantaian?

Ada lagi satu buku yg ditulis Ernst Utrecht, onderbroken revolutie in het Indonesische dorp (1974), yg bercerita ttg mobilisasi kiai-kiai oleh tentara dan mereka dikumpulkan di pesantren Gontor, November 1965. Para kiai diminta untuk segera anti PKI dan memusnahkan mereka. Para kiai tidak setuju, dan akhrinya pertemuan bubar tanpa hasil. Waktu itu Kiai Wahab Chasbullah dan Kiai Idham Chalid yg mempelopori penolakan itu. Tentara yg bergerak dengan dana dari Amerika itu, tidak kehilangan akal. Ia datangi kiai kai lokal yg punya memori yg kurang bagus ttg PKI sewaktu ada kejadian aksi sepihak oleh BTI. Di antaranya mereka mendatangi kiai Mahrus Lirboyo dan Kiai Shiddiq Jember. Maka terjadilah mobilisasi oleh kiai di bawah koordinasi tentara untuk aksi pengganyangan tersebut.

Satu lagi, soal aksi sepihak BTI/PKI. menggapa aksi sepihak land reform itu digerakkan di jawa timur dan menyasar kiai kiai kita? bukan misalnya menyasar lahan-lahan milik tentara di jawa atau tanah tanah okupasi perusahaan perusahaan amerika di Sumatera pesisir timur dan didaerah lainnya…? Apakah memang ingin memancingkan kemarahan kiai terhadap PKI yg suatu saat bisa diledakkan…? ini harus dicari ….. tulisan-tulisan arnold brackman, the communist collapse in indonesia, Guy peuker dan Donald hindley, sudah menargetkan pertengkaran itu di desa-desa dengan menyasar pertengkaran antar massa pedesaan …. dan itu jelas NU dan massa PKI…. jadi G30S adalah momentum untuk membenarkan adanya aksi pembersihan…..

Dulu NU, pesantren dan PKI sering joinan. ada kiai komunis, ada pula kiia aktifis PKI. aktifis PKI tahun 1926 di Banten msialnya kebanyakan adalah haji dan kiai. Kiai Achmad Chatib misalnya adalah Prseiden Agama PKI cabang banten. contohnya juga adalah Kiai ahmad dasuki Siraj, anggota PKI dari Solo dan kolega Kiai Wahab Chasbullah di Konstituante. Mereka ini joinan menentang ide Masyumi dlm konsitutuante menolak negara Islam, dan keduanya mengutuk pemberontakan DI/TII nya Kertosuwiryo… sementara Masyumi membela DI/TII dengan alasan PKI adalah ancaman… Kiai wahab ketawa aja dengerin ini…

Ada pula faktor orang2 Masyumi yg sakit hati kpd PKI, dan juga kpd NU krn terllau akrab dengan Sukarno, dengan PKI dan orang-orang pesantren dikenal banyak menyudutkan Masyumi. bos-bos Masyumi yg ikut PRRI diduku g oleh jaringan PSI-Amerika dengan pentolannya Sumitro Djojohadikusumo. Dalam penumpasan PRRI di Sumatera tentara tentara pro PKI banyak mempermalukan orang-orang Masyumi di sana. muncul dendam kemudian terhadap PKI, dan itu ditumpahkan di Jawa. Caranya, dengan pola permainan konflik komunal yg sering dipakai oleh kalangan puritan muslim hingga kini dengan aliansinya dengan orang-orang PSI-Amerika, bikin mobilisasi di kalangan kiai bahwa PKI ateis, dan suka menghina Islam. Ada kasus yg mereka ledakkan di Jawa Timur: Kanigoro. Maka terjadilah konflik dan ketegangan…

Ada satu yg bikin aneh: kemunculan Syam kamaruzzaman, yang dulunya dikader Sjahrir, bos PSI-Amerika, di Yogyakarta. ini yang harus dilacak….. Orang ini yang membuat PKI beringas dan anti kiai di tahun 1960-an. dan Aidit pun terpancing dengan provokasinya sehingga berani menyebut kiai sebagai salah satu “setan desa”! gila!

!

Jadi narasi seperti apa yg harus ditampilkan sehingga kini muncul bahwa NU-lah pelaku pembunuhan orang-orang PKI? Dan jangan harap TEMPO akan membuat laporan yg menguntungkan orang-orang pesantren…… krn dlm kasus 1965 para suhu bos2 TEMPO memang terkait dan diuntungkan dengan aksi pembersihan itu (PKI) dan pasca pembersihan (peminggran NU) yang sudah dipinggirkan, sudah dikalahkan di era Orde Baru, eh malah dituduh lagi sebagai pelaku pembersihan terhadap saudara2nya…

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>