July 25, 2014
Home » Ngaji » Fiqih » Tata Cara Berwudhu

Tata Cara Berwudhu

cara berwudhu

Tata cara Wudhu berikut ini merupakan ringkasan dari beberapa keterangan yang terdapat dalam Kitab kitab fiqih Madzhab Syafi,I, sebab kemungkinan warkoper bermadzhab selain Madzhab Syafi,I sangat kecil.

 

Sebelum lebih lanjut membahas tata cara berwudhu, lebih dahulu hendaknya perlu diketahui bahwa tata cara berwudhu itu terbagi menjadi :

  1. Inti wudhu (Arkan/Wajib
  2. Adab atau tata karma Wudhu (Sunnah/Mandub)

 

 

Sengaja kami tidak membahas terlalu panjang mana yang wajib dan mana yang sunnah dulu, pada intinya apa yang akan kami tulis adalah sebuah rangkaian tata cara berwudhu baik dalam kesunnahan dan wajibnya.

Adapun tata cara berwudhu itu sangat banyak, saya hanya akan menuqil sebagian sedikit dari kitab Bidayatul Hidayah saja untuk lebih meringkas halaman sebagi berikut:

Pertama tama setelah selesai Istinjak atau membersihkan diri dari Najis, jangan tinggalkan untuk bersiwak atau sikat gigi. Sebab hanya dengan bersiwak itu bias mendapatkan beberapa manfa’at antara lain: membersihkan mulut, diridhoi Allah, dan shalat dengan bersiwak lebih dulu itu melipatk gandakan pahalanya sampai Tujuh Puluh shalat tanpa siwak.

Tata cara wudhu berikutnya adalah, setelah bersiwak kalau bisa carilah tempat yang aman dari cipratan air yang mungkin air itu mutanajjis, atau bisa dengan menyingsingkan sarung / celana saja, kemudian bacalah:

بسم الله الرحمن الرحيم، رب أعوذ بك من همزات الشياطين وأعوذ بك رب بأن يحضرون.

(Bismillahir Rahmanir Rahim, Robbi A’udzu bika min Hamazatis Syayathini wa ‘Adzu bika Robbi An Yakhdhurun)

” Dengan Asma Allah Al Rahman dan Al Rahim, wahai Tuhanku, aku berlindung dengan Engkau dari himpitan setan, dan aku berlindung dengan Engkau Tuhanku dengan kehadirannya (setan)”

Bacaan ini sengaja ditaruh dalam permulaan tata cara berwudhu, sebab menurut sebagian ‘Ulama berkhasiyat untuk menyingkirkan was was atau keraguan akibat dari serangan setan, sekaligus bacaan pada awal tatacara berwudhu ini sebai upaya untuk selalu mengingat dan menyebut Asma Allah, agar cara berwudhu kita nanti sesuai dengan yang dimaksud:

من ذكر الله عند الوضوء طهر جسده كله فإن لم يذكر اسم الله لم يطهر منه إلا ما أصاب الماء

“Sesiapa yang berdzikir ketika berwudhu, maka bersihlah semua jasadnya, dan ketika tidak menyebut Asma Allah, maka tidak menjadi suci kecuali apa (Anggota badan) yang terkena Air”

Jika awwalnya telah diupayakan untuk selalu mengingat dan menyebut Asma Allah, maka diharapkan dalam memperagakan rukun rukun wudhu berikutnya juga selalu mengingat dan menyebut Allah.

Bersambung Insyaallah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>