April 25, 2014
Home » Al-kisah » Mengamalkan Ilmu

Mengamalkan Ilmu

Tiga orang murid sufi atau salik berjalan melintasi perbukitan sembari membahas pentingnya mengamalkan ajaran ruhani yang mereka terima dari guru mereka. Mereka sangat asik berdiskusi. Sesudah isya’ mereka baru sadar bahwa bekal yang tersisa hanya sepotong roti lapis dengan potongan keju yang lezat. Mereka sepakat tidak akan musyawarah soal siapa atau cara membagi makanan itu; mereka bertiga sepakat untuk menyerahkan keputusannya kepada Tuhan. Lalu mereka melakukan ibadah shalat, khusyuk berzikir dan memohon petunjuk kepada Allah. Kemudian mereka tidur.

Pagi harinya mereka bangun, dan menjalankan shalat subuh bersama. Kemudian salik yang pertama menceritakan petunjuk yang diperolehnya lewat mimpi: “Aku berada di sebuah tempat yang asing, yang suasananya sangat damai dan penuh kebahagiaan, dan aku yakin ini adalah surga. Lalu datang seorang wali Allah berjenggot panjang, berkata kepadaku, ‘Anakku, engkaulah yang terpilih. Engkau di dunia tak pernah mencari kesenangan, selalu zuhud dan wara’. Engkaulah yang berhak mendapatkan roti itu.”

Salik kedua berkata, “Aneh sekali. Sebab, dalam mimpiku, aku melihat masa laluku dan masa depanku. Aku melihat kelak diriku menjadi mursyid. Pada saat itulah aku didatangi seorang wali Allah, dan ia berkata, “Engkau lebih butuh makanan itu ketimbang sahabatmu. Sebab kelak engkau akan menjadi pemimpin jamaah, engkau perlu kekuatan dan energi.’

Salik ketiga berkata, “Wah. aku bermimpi, tetapi tidak melihat apa-apa. Aku sendiri saja. Tidak ada wali Allah menemuiku. Namun aku terbangun, entah jam berapa, dan aku lalu makan roti itu.”

Tentu saja, kedua salik lainnya marah. “Mengapa engkau tidak membangunkan kami sebelum memutuskan sendiri untuk makan?”

Jawab salik ketiga. “Mana bisa. Kalian sedang bepergian jauh, menjumpai wali Allah dan mendapatkan visi yang suci. Nah, kemarin kan kita membahas pentingnya mengamalkan apa yang kita pelajari. Dalam hal ini, rupanya Tuhan bertindak cepat. Allah sendiri yang membangunkanku dalam keadaan sangat lapar.”

:: Tale from the Land of Sufism

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>