July 24, 2014
Home » Wacana » RINGKASAN FILSAFAT ILMU

RINGKASAN FILSAFAT ILMU

Ringkasan Ilmu Filsafat

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ilmu pengetahuan yang sekarang ini dapat dipelajari bukanlah perkara yang instan yang langsung didapat dari nenek moyang manusia terdahulu. Seperti halnya Setiap manusia pasti memiliki masa lalu. Masa lalu yang pantas dikenang, baik yang menyenangkan maupun yang membuat manusia sedih dalam hidupnya. Setiap hitungan waktu yang telah dilewati oleh manusia merupakan bagian dari masa lalu. Sehingga, dapat dikatakan bahwa sejarah dan kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan.Istilah sejarah mungkin sudah sangat dekat dengan telinga kita. Hal ini disebabkan karena sejak duduk dibangku sekolah dasar kita sudah diperkenalkan dengan sejarah. Umumnya sejarah dikenal sebagai informasi mengenai kejadian yang sudah lampau. Begitu juga dalam hal ilmu. Ilmu memiliki sejarah perkembangan yang sangat panjang. Menurut Tim Dosen Filsafat Ilmu, “perkembangan ilmu pengetahuan hingga seperti sekarang ini tidaklah berlangsung secara mendadak, melainkan melalui proses bertahap, dan evolutif”.

Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan yang dimulai dari saat masa pra Yunani kuno hingga saat sekarang adalah bentuk nyata peradaban ilmu, yang tentunya wajib dikaji oleh kalangan akademik sebagai suatu pengetahuan, pijakan dan pembelajaran dari konsepsi pemikiran.

Pada pembahasan makalah akan ini penulis akan menitik beratkan permasalahan pada sejarah perkembangan filsafat ilmu Barat. Karena memang selama ini yang terlihat sebagai sentral adalah filsafat barat. Tetapi di lain sisi, juga akan menampilkan sejarah perkembangan ilmu dari dunia Timur yang telah memberi kontribusi terhadap perkembangan ilmu. Sehingga bisa diketahui bahwa semua ini adalah rangkaian sejarah dan peradaban manusia yang telah terjadi, dan membawa dampak bagi perkembangan ilmu.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah sejarah perkembangan ilmu pengetahuan?
2. Bagaimanakah priodesasi perkembangan ilmu pengethuan?
3. Bagaimanakah perubahan ilmu pengetahuan sesuai sejarah pengembangannya?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Membicarakan permasalahan tentang sejarah ilmu pengetahuan maka tidak akan lepas dari kedua akar kata permasalahan tersebut yakni: sejarah dan ilmu pengetahuan. Sejarah itu didefinisikan oleh sejarawan Baverley Southgate sebagai “studi tentang peristiwa di masa lampau”. Dengan demikian, sejarah merupakan peristiwa faktual di masa lampau, bukan kisah fiktif apalagi rekayasa. Definisi menurut Baverley Southgate merupakan pemahaman paling sederhana. Pengertian sejarah menurut Baverley menghendaki pemahaman obyektif terhadap fakta-fakta historis.

Sedangkan ilmu pengetahuan adalah bagian dari pengetahuan yang terklasifikasi, tersistem, dan terukur serta dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris.

Maskoeri Jasin membagi ilmu pengetahuan ke tiga kategori besar. Pertama, Ilmu Pengetahuan Sosial yang meliputi psikologi, pendidikan, antropologi, etnologi, sejarah, ekonomi, dan sosiologi. Kedua, Ilmu Pengetahuan Alam yang meliputi fisika, kimia, dan biologi (botani, zoologi, morfologi, anatomi, fisiologi, sitologi, histologi, dan palaentologi). Ketiga, Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa yang meliputi geologi (petrologi, vulkanologi, dan mineralogi), astronomi, dan geografi (fisiografi dan geografi biologi). Karena luasnya cakupan ilmu, penulis hanya fokus pada sejarah perkembangan sebagian ilmu dari masa ke masa yang terekam oleh literatur-literatur sejarah yang ada dan menyebutkan sebagian tokoh di balik penemuan teori ilmu dan pengembangannya.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sejarah perkembangan ilmu pengetahuan adalah proses perkembangnya ilmu pengetahuan, mulai sejak munculnya hingga saat ini yang tercatat kedalam catatan sejarah atau literatur-literatur yang ada. Sejarah sendiri dapat dilihat dari segi kronologis dan geografis. Untuk itu, bisa dilihat dengan kurun waktu dimana sejarah itu terjadi. Dalam setiap periode sejarah pekembangan ilmu pengetahuan menampilkan ciri khas atau karakteristik tertentu. Tetapi dalam pembagian periode ada perbedaan dalam jumlahnya. Dalam buku Pengantar Filsafat Ilmu karangan The Liang Gie (1996), buku Sejarah Filsafat Ilmu & Teknologi karangan Burhanuddin Salam (2004), buku Filsafat Ilmu dan Perkembangannya karangan M. Thoyibi (1997), serta buku Filsafat Ilmu yang disusun oleh Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM (2001) terdapat perbedaan pembahasan tentang periode. Maka dari itu, untuk memahami sejarah perkembangan ilmu pengetahuan secara mudah, disini telah dilakukan pembagian atau klasifikasi secara garis besar. Berikut adalah penjelasan singkat dari masing-masing periode, tokoh yang berpengaruh dan karya-karya mereka.

B. Priodesasi Perkembangan Ilmu Pengetahuan

1) Zaman Pra Yunani Kuno

Pada zaman ini, secara umum terbagi menjadi tiga fase. Pertama, zaman Batu Tua yang berlangsung 4 juta tahun SM (Sebelum Masehi) sampai 20.000/10.000 SM. Pada zaman ini telah mempunyai beberapa ciri khas, di antaranya adalah menggunakan alat-alat sederhana yang dibuat dari batu dan tulang, mengenal cocok taman dan beternak, dan dalam kehidupan sehari-hari didasari dengan pengamatan primitif menggunakan sistem “trial and error” (mencoba-coba dan salah) kemudian bisa berkembang menjadi “know how“.
Kedua, zaman Batu Muda yang berlangsung 10.000 SM sampai 2000 SM atau abad 100 sampai abad 20 SM. Dalam zaman ini telah berkembang kemampuan-kemampuan yang sangat siginifikan. Kemampuan itu berupa kemampuan menulis (dinyatakan dengan gambar dan symbol atau lambang-lambang), kemampuan membaca (bermula dari bunyi atau suku kata tertentu), dan kemampuan berhitung. Dalam zaman ini juga berkembang masalah perbintangan, matematika, perdagangan, dan hukum. Ketiga, zaman Logam. Zaman ini berlangsung dari abad 20 SM sampai dengan abad 6 SM. Pada zaman ini pemakaian logam sebagai bahan peralatan sehari-hari, baik sebagai perhiasan, peralatan masak, atau bahkan peralatan perang.

Pada zaman Batu Tua, yang menjadi tokoh utama disebut-sebut dengan manusia purba. Belum ditemukan secara spesifik data diri mereka, tetapi yang terlihat secara jelas adalah hasil karya mereka. Karya-karya mereka yang fenomenal adalah peralatan yang terbuat dari batu dan tulang. Dengan berjalannya waktu, pada zaman Batu Muda sudah ada kerajaan-kerajaan besar yang ikut andil dalam mengukir sejarah. Kerajaan itu adalah Mesir, Babylon, Sumeria, Niniveh, India , dan Cina. Karya-karya yang didapat dari zaman ini berupa batu Rosetta (Hieroglip), segitiga dengan unit 3,4,5 (segitiga siku-siku), nilai logam sebagai nilai tukar, perundangan yang ditulis, lukisan di dinding gua, tulisan Kanji (Pistographic Writing), dan zodiac. Pada zaman ini di India sudah menemukan roda pemutar untuk pembuatan tembikar pada abad 30 SM dan punah (akibat bencana dan perang) pada abad 20 SM.

Pada zaman Logam didominasi oleh kerajaan Mesir. Tetapi kerajaan Cina dan Sumeria juga masih mempunyai peran. Pada masa ini karya-karya yang ada berupa didominasi dengan alat-alat yang terbuat dari besi dan perunggu. Seni membuat patung juga menjadi karya fenomenal pada masanya, bahkan sampai saat ini. Contohnya adalah karya-karya dari Mesir, seperti patung istri raja Fir’aun (Neferitti). Di antara abad 15 SM di Sumeria (Irak) telah menggunakan alat-alat dari besi. Selain itu, di Cina pada abad 15 SM dinasti Shang telah menggunakan peralatan perang dari perunggu dan pada abad 5 SM dinasti Chin telah menggunakan besi untuk peralatan perang.

2) Zaman Yunani Kuno

Zaman ini berlangsung dari abad 6 SM sampai dengan sekitar abad 6 M. Zaman ini menggunakan sikap “an inquiring attitude (suatu sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis)”, dan tidak menerima pengalaman yang didasarkan pada sikap “receptive attitude mind (sikap menerima segitu saja)”. Sehingga pada zaman ini filsafat tumbuh dengan subur. Yunani mencapai puncak kejayaannya atau zaman keemasannya (Zaman Hellenisme) di bawah pimpinan Iskandar Agung (356 – 323 SM) dari Macedonia, yang merupakan salah seorang murid Aristoteles.

Pada abad ke-0 M, perkembangan ilmu mulai mendapat hambatan. hal ini disebabkan dengan kelahiran Kristen. Pada pada abad pertama sampai abad ke-2 M mulai ada pembagian wilayah perkembangan ilmu. Wilayah pertama berpusat di Athena, yang difokuskan di bidang kemampuan intelektual. Sedangkan wilayah yang kedua berpusat di Alexandria, yang fokus pada bidang empiris. Setelah Alexandria dikuasai oleh Roma yang tertarik dengan hal-hal abstak, pada abad ke-4 dan ke-5 M ilmu pengetahuan benar-benar beku. hal ini disebabkan oleh tiga pokok penting:

1) Pengusa Roma yang menekan kebebasan berpikir

2) Ajaran Kristen yang tidak boleh disangkal

3) Kerjasama gereja dan pengusa sebagai otoritas kebenaran. Walaupun begitu pada abad ke-2 M sempat ada Galen (bidang kedokteran) dan tokoh aljabar, Pappus dan Diopanthus yang berperan dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

Pada zaman ini banyak bermunculan ilmuwan-ilmuwan terkemuka.yaitu:

1) Thales (624-545 SM) dari Miletos Yunani (sekarang turky) filusuf pertama.

2) Pythagoras (582 SM – 496 SM) dari Yunani, Matikawan sekaligus filusuf.

3) Socrates (470 SM – 399 SM) dari Athena Yunani, filusuf Yunani.

4) Plato (427 SM – 347 SM) Filusuf Yunani murid Socrates.

5) Aristoteles (384 SM – 322 SM) Filusuf Yunani Murid Plato.

6) Anaximander (610 SM – 546 SM) filusuf alam.

7) Demokreitos (460-370 SM) matikawan.

8) Euklides (330-273 SM)

9) Empedokles (484-424 SM).

10) Claudius Ptolemaeus (90 SM -168 M),

11) Diophantus (antara 214 M – 298 M),

12) Galenus (129 M – 200 M),

13) Archimedes, (sekitar 287 SM – 212 SM)

3) Zaman Pertengahan

Zaman ini masih berhubungan dengan zaman sebelumnya. Karena awal mula zaman ini pada abad 6 M sampai sekitar abad 14 M. Zaman ini disebut dengan zaman kegelapan (The Dark Ages). Zaman ini ditandai dengan tampilnya pada Theolog di lapangan ilmu pengetahuan. Sehingga para ilmuwan yang ada pada zaman ini hampir semua adalah para Theolog. Begitu pula dengan aktifitas keilmuan yang mereka lakukan harus berdasar atau mendukung kepada agama. Ataupun dengan kata lain aktivitas ilmiah terkait erat dengan aktivitas keagamaan. Pada zaman ini filsafat sering dikenal dengan sebagai “Anchilla Theologiae (Pengabdi Agama)”. Selain itu, yang menjadi ciri khas pada masa ini adalah dipakainya karya-karya Aristoteles dan Kitab Suci sebagai pegangan.

Ketika Bangsa Eropa mangalami masa kegelapan, kebangkitan justru menjadi milik Islam. Hal ini dimulai dari munculnya Nabi Muhammad SAW pada abad ke-6 M, perluasan wilayah, pembinaan hukum serta penerjemahan filsafat Yunani, dan kemajuan ilmu pengetahuan Islam pada abad ke-7 M sampai abad ke-12 M. Pada masa ini Islam mandapatkan masa keemasannya (Golden Age).

Selain itu, pada abad ini terjadi perkembangan kebudayaan di Asia Selatan dan Timur, seperti Ajaran Lao Tse (menjaga keharmonisan dengan alam) dan Confucius (konsep kode etik luhur mangatur akal sehat).

Pada masa kegelapan ini ilmu pengetahuan di Eropa tidak berkembang. Karya ilmuwan yang masih menjadi pegangan hanya karya Aristoteles.

Pada abad 12 M, yang diklaim sebagai awal mula zaman Renaissance telah muncul beberapa nama yang mempelopori di bidang ilmu dan eksperimen, yaitu:

1) Roger Bacon (1214 M – 1294 M), juga dikenal dengan sebutan Doctor Mirabilis (guru yang sangat mengagumkan). Ia adalah seorang filsuf Inggris yang meletakkan penekanan pada empirisme, dan dikenal sebagai salah seorang pendukung awal metode ilmiah modern di dunia Barat.

2) Thomas Aquinas (1225 M -1274 M) adalah seorang filsuf dan ahli teologi ternama dari Italia.

3) Gerard van Cremona (1114 M -1187 M), adalah seorang penerjemah Arab karya ilmiah.

4) Giovanni Boccaccio (1313 M – 1375 M) adalah seorang Italia penulis dan penyair.

Sepanjang Eropa mengalami masa kegelapan, di sebelah selatan Laut Tengah berkembang kerajaan bangsa Arab yang dipengaruhi dengan Islam. Dengan berkembangnya pengaruh Islam, maka semakin banyak pula tokoh-tokoh ilmuwan Islam yang berperan dalam perkembangan Ilmu. ilmuwan muslim yang berpengaruh bagi sejarah perkembangan ilmu. Mereka adalah sebagai berikut:

1) al-Fārābi (870 M – 950 M). Al-Farabi adalah seorang komentator filsafat Yunani yang sangat ulung di dunia Islam. Kontribusinya terletak di berbagai bidang seperti matematika, filosofi, pengobatan, bahkan musik.

2) al-Khawārizmī (780 M – 850 M). Hasil pemikirannya berdampak besar pada matematika, yang terangkum dalam buku pertamanya, al-Jabar. Selain itu karyanya adalah al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa’l-muqabala (Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Melengkapakan dan Menyeimbangkan), Kitab surat al-ard (Pemandangan Bumi). Karya tersebut masih tersimpan di Strassberg, Jerman.

3) al-Kindi (801 M – 873 M), bisa dikatakan merupakan filsuf pertama yang lahir dari kalangan Islam. Al Kindi menuliskan banyak karya dalam berbagai bidang, geometri, astronomi, astrologi, aritmatika, music.

4) al-Ghazali (1058 M – 1111 M) adalah seorang filosof dan teolog muslim Persia, yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat. Karya-karyanya berupa kitab Al-Munqidh min adh-Dhalal, Al-Iqtishad fi al-I’tiqad, Al-Risalah al-Qudsiyyah, Kitab al-Arba’in fi Ushul ad-Din, Mizan al-Amal, Ad-Durrah al-Fakhirah fi Kasyf Ulum al-Akhirah, Ihya Ulumuddin

5) Ibnu Sina (980 M -1037 M). Ia dikenal sebagai Avicenna di Dunia Barat. Ia adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter. Bagi banyak orang, beliau adalah “Bapak Pengobatan Modern”

6) Ibnu Rusyd (1126 M – 1198 M) yang dalam bahasa Latin disebut dengan Averroes, dan ia adalah seorang filsuf dari Spanyol (Andalusia). Karya-karya Ibnu Rusyd meliputi bidang filsafat, kedokteran dan fikih dalam bentuk karangan, ulasan, essai dan resume.

7) Ibnu Khaldun (1332 M – 1406 M) adalah seorang sejarawan muslim dari Tunisia dan sering disebut sebagai bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi. Karyanya yang terkenal adalah Muqaddimah (Pendahuluan).

8) Jabir Ibnu Hayyan atau Gebert (721 M – 815 M). Dia adalah seorang tokoh Islam yang mempelajari dan mengembangkan ilmu kimia.

9) Al-Razi (865 M – 925 M) yang dikenal dengan nama Razes. Seorang dokter klinis yang terbesar pada masa itu dan pernah mengadakan satu penelitian Al-Kimi atau sekarang lebih terkenal disebut ilmu Kimia.

10) Ibnu Haitham dikenal dalam kalangan cerdik pandai di Barat, dengan nama Alhazen, adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat.

11) Al-Battani (850 M – 929 M) memberikan kontribusi untuk astronomi dan matematika. Dalam astronomi, Al-Battani juga meningkatkan ketepatan pengukuran presesi sumbu bumi.

Selain dari daftar nama ilmuwan di atas, masih banyak lagi ilmuwan muslim yang lain. Dalam bidang fiqih ada Imam Hanafi (699M – 767 M), Imam Malik (712 M -798 M), Imam Syafi’i (767 M – 820 M) dan Imam Hanbali (780 M – 855 M) yang besar dengan kitab masing-masing. Sementara dalam bidang sosial, terdapat nama Yaqut bin Abdullah al Hamawi (1179 M – 1229 M) yang mengarang kitab Mu’jam al-Buldan (Kamus Negara). Ibnu Yunis, yang menggabungkan do¬kumen-dokumen penelitian yang dibuat 200 tahun sebelumnya dan menyiapkan¬nya untuk tabel astronomi Hakimite. Umar al-Khayyãm, yang dikenal dengan karya kalender Jalali-nya yang sempurna dan dipakai di Persia un¬tuk penanggalan. Cendekiawan seperti Will Durant dan Fielding H. Garrison, kimiawan Muslim dianggap sebagai pendiri kimia. Abu Rayhan al-Biruni sebagai perintis indologi, geodesi dan antropologi.

Sebagian bangsa di Asia juga mulai memperlihatkan perkembangan ilmu mereka. Dari Cina ada salah satu contoh terbaik akan Shen Kuo (1031 M – 1095 M), seorang ilmuwan dan negarawan yang pertama kali menggambarkan magnet-jarum kompas yang digunakan untuk navigasi, menemukan konsep utara sejati, selain itu ada juga Su Song (1020 M – 1101 M) juga seorang astronom yang menciptakan langit bintang atlas peta, menulis sebuah risalah farmasi dengan subyek terkait botani, zoologi, mineralogi, dan metalurgi.

4) Zaman Renaissance

Zaman ini berlangsung dari abad 14 M sampai dengan abad 17 M. Renaissance sering diartikan dengan kebangkitan, peralihan, atau lahir kembali (rebirth), yaitu dilahirkannya kembali sebagai manusia yang bebas untuk berpikir. Zaman ini juga disebut dengan peralihan dan kebangkitan ketika kebudayaan abad tengah mulai berubah menjadi kebudayaan yang modern, dan pemikiran yang terbebas dari dogma-dogma agama. Hal ini ditandai dengan lahirnya penemuan-penemuan baru.

Pada masa kebangkitan ini, mulai bermunculan ilmuwan-ilmuwan baru. Mereka telah menemukan teori atau konsep baru yang menjadi sejarah dalam perkembangan ilmu. Tokoh ilmuwan yang berpengaruh pada masa ini, mereka adalah:

1) Niklas Koppernigk atau Nicolaus Copernicus (1473 M – 1543 M) adalah seorang astronom, matematikawan, dan ekonom yang berkebangsaan Polandia. Ia mengembangkan teori heliosentrisme (berpusat di matahari).

2) Galileo Galilei (1564 M – 1642 M) adalah seorang astronom, filsuf, dan fisikawan Italia yang memiliki peran besar dalam revolusi ilmiah.

3) Tycho Brahe (1546 M – 1601 M) adalah seorang bangsawan Denmark yang terkenal sebagai astronom/astrolog dan alkimiawan. Ia memiliki sebuah observatorium yang dinamai Uraniborg, di Pulau Hven.

4) Johannes Kepler (1571 M – 1630 M), seorang tokoh penting dalam revolusi ilmiah, ia adalah seorang astronom Jerman, matematikawan dan astrolog.

5) Francis Bacon (1561 M – 1626 M) adalah seorang filsuf, negarawan dan penulis Inggris. Karya-karyanya membangun dan mempopulerkan matodologi induksi untuk penelitian ilmiah.

6) Andreas Vesalius (1514 M – 1564 M), ia adalah ahli anatomi. Karyanya berupa buku De Humanis Corporis Fabrica (Pengerjaan Tubuh Manusia).

5) Zaman Modern

Zaman ini sebenarnya sudah terintis mulai dari abad 15 M. Tetapi, indikator yang nyata terlihat jelas pada abad 17 M dan berlangsung hingga abad 20 M. Hal ini ditandai dengan ditandai dengan adanya penemuan-penemuan dalam bidang ilmiah.

Menurut Slamet Iman Sontoso, ada tiga sumber pokok yang menyebabkan berkembangnya ilmu pengetahuan di Eropa dengan pesat saat itu, yaitu:

1. hubungan antara kerajaan Islam di Semenanjung Liberia dengan negara Perancis.

2. terjadinya Perang Salib dari tahun 1100-1300.

3. jatuhnya Istambul ke tangan Turki pada tahun 1453.

Ilmuwan pada zaman ini membuat penemuan dalam bidang ilmiah. Eropa yang merupakan basis perkembangan ilmu melahirkan ilmuwan yang popular tokoh yang menjadi pioner pada masa ini adalah Rene Dekrates, Isaac Newton, Charles Darwin, dan J.J. Thompson. Keterangan lebih lengkap sebagai berikut:

1) Isaac Newton (1643 M – 1727 M), ia adalah seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiwan, dan teolog. Bahka ia dikatakan sebagai bapak ilmu fisika klasik.

2) René Descartes (1596 M – 1650 M), ia juga dikenal sebagai Renatus Cartesius. Ia adalah seorang filsuf dan matematikawan Perancis. Karyanya yang terpenting ialah Discours de la méthode (1637) dan Meditationes de prima Philosophia (1641). Descartes, kadang dipanggil “Penemu Filsafat Modern” dan “Bapak Matematika Modern”.

3) Charles Robert Darwin (1809 M – 1882 M) adalah seorang naturalis Inggris yang teori revolusionernya meletakkan landasan bagi teori evolusi modern dan prinsip garis keturunan yang sama (common descent) dengan mengajukan seleksi alam sebagai mekanismenya.

4) Joseph John Thomson (1856 M -1940 M) ia adalah seorang ilmuwan yang penelitiannya membuahkan penemuan elektron. Thomson mengetahui bahwa gas mampu menghantar listrik. Ia menjadi perintis ilmu fisika nuklir.
Selain pioneer di atas masih banyak ilmuwan lain yang memegang peran dalam perkembangan ilmu. Diantaranya seperti Michael Faraday (1791 M -1867 M) yang mendapat julukan “Bapak Listrik“, karena berkat usahanya listrik menjadi teknologi yang banyak gunanya, dan Blaise Pascal (1623 M – 1662 M) adalah seorang ahli matematika, fisika, dan agama filsuf. Karyanya berupa kontribusi penting pada pembangunan mekanis kalkulator. Kemudian dari perkembangan ilmu sosial, muncul nama Auguste Comte (1798 M – 1857 M).

6) Zaman Kontemporer

Zaman ini bermula dari abad 20 M dan masih berlangsung hingga saat ini. Zaman ini ditandai dengan adanya teknologi-teknologi canggih, dan spesialisasi ilmu-ilmu yang semakin tajam dan mendalam. Pada zaman ini bidang fisika menempati kedudukan paling tinggi dan banyak dibicarakan oleh para filsuf. Hal ini disebabkan karena fisika dipandang sebagai dasar ilmu pengetahuan yang subjek materinya mengandung unsur-unsur fundamental yang membentuk alam semesta.

Sebagian besar aplikasi ilmu dan teknologi di abad 21 merupakan hasil penemuan mutakhir di abad 20. Pada zaman ini, ilmuwan yang menonjol dan banyak dibicarakan adalah fisikawan. Bidang fisika menjadi titik pusat perkembangan ilmu pada masa ini. fisikawan yang paling terkenal pada abad ke-20 adalah Albert Einstein. Ia lahir pada tanggal 14 Maret 1879 dan meninggal pada tanggal 18 April 1955 (umur 76 tahun). Alberth Einstein adalah seorang ilmuwan fisika. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan “pengabdiannya bagi Fisika Teoretis”.

Pada zaman ini juga melihat integrasi fisika dan kimia, pada zaman ini disebut dengan “Sains Besar”. Linus Pauling (1953) mengarang sebuah buku yang berjudul The Nature of Chemical Bond menggunakan prinsip-prinsip mekanika kuantum. Kemudian, karya Pauling memuncak dalam pemodelan fisik DNA, “rahasia kehidupan”. Pada tahun ini juga James D. Watson, Francis Crick dan Rosalind Franklin menjelaskan struktur dasar DNA, bahan genetik untuk mengungkapkan kehidupan dalam segala bentuknya. Hal ini memicu rekayasa genetika yang dimulai tahun 1990 untuk memetakan seluruh manusia genom (dalam Human Genome Project) dan telah disebut-sebut sebagai berpotensi memiliki manfaat medis yang besar.

Pada tahun yang sama, percobaan Miller-Urey dibuktikan dalam sebuah simulasi proses primordial, yang merupakan unsur dasar protein, sederhana asam amino, bisa dibangun sendiri dari molekul sederhana. Pada tahun 1925, Werner Heisenberg dan Erwin Schrödinger memformulasikan mekanika kuantum, yang menjelaskan teori kuantum sebelumnya. Kemudian ada juga pengamatan oleh Edwin Hubble pada tahun 1929 bahwa kecepatan di mana galaksi surut berkorelasi positif dengan jarak, mengarah pada pemahaman bahwa alam semesta mengembang, dan perumusan teori Big Bang oleh Georges Lemaitre. Pengembangan bom atom di era “Sains Besar” selanjutnya terjadi selama Perang Dunia II, yang mengarah ke aplikasi praktis dari radar dan pengembangan dan penggunaan bom atom. Meskipun proses itu dimulai dengan penemuan siklotron oleh Ernest O. Lawrence di tahun 1930-an. Di bidang Geologi yang paling fenomenal adalah teori “pergeseran benua” oleh Alfred Wegener. Teori “Lempeng Tektonik” itu sudah digagas pada tahun 1910-an, data dikumpulkan pada 1950 sampai 1960-an, kemudian diakui dan digunakan pada tahun 1970.

C. Perubahan Ilmu Pengetahuan Dari Setiap Masa

Perkembangan ilmu dari zaman pra Yunani kuno sampai saat ini telah mengalami banyak perubahan. Hal itu didorong oleh rasa keingin-tahuan manusia dengan hal-hal baru yang belum ada sebelumnya. Dengan semua ini dapat mengembangkan potensi kreatif individu dan kelompok yang merupakan kemungkinan dan kekuatan dalam rangka perubahan kehidupan manusia. Dalam tenggang waktu yang sangat lama ini berbagai bidang ilmu mengalami revolusi.

Dapat dikatakan bahwa revolusi dilakukan dengan membuang paradigma lama yang telah kritis dan mengambil paradigma baru yang berlawanan dan bertentangan. Naman, paradigma baru tersebut dianggap lebih rasional, logis, dan diyakini lebih memberikan janji atas kemampuannya memecahkan masalah untuk masa depan.

Dari periodisasi serta pengenalan tokoh dan karyanya pada uraian di atas, kita bisa mengetahui contoh revolusi yang terjadi. Adapun contoh dari revolusi ilmu tersebut dapat dilihat pada penjelasan di bawah ini:

1) Revolusi Astronomi

Dulu orang hanya mengetahui hanya ada lima planet di cakrawala kita. Kemudian dengan laju-pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka ditemukan kembali tiga planet baru dan ribuan planet kecil, hal ini mengindikasikan bahwasanya kemajuan dari aspek astronomi kian pesat. Kemudian, masyarakat yang beradap sekarang percaya bahwa bumi dengan semua anggota tata surya beredar mengelilingi matahari. Dan hal ini merupakan susunan kecil dari galaksi yang ada di jagad raya ini. Tetapi, semula orang beranggapan, bahwa bumilah pusat alam semesta. Semua benda angkasa beredar mengelilingi bumi. Beberapa tokoh dalam revolusi ini adalah Nicolaus Copernicus, Kepler, dan Galileo.

2) Revolusi Fisika

Berawal dari hukum gerak dan grafitasi yang di bawa oleh Newton, dan penemuan listrik dan magnetisme oleh Faraday, Ohm, dan lain-lain selama awal abad ke-19. Studi-studi ini mengarah pada penyatuan dari dua fenomena menjadi satu teori elektromagnetisme, oleh Maxwell (dikenal sebagai persamaan Maxwell). Pada awal abad ke-20 hal ini membawa sebuah revolusi dalam fisika.

Menurut Salam ,hal tersebut benar-benar menghantarkan manusia ke zaman listrik dan industri modern. Hingga pada saat ini bidang fisika terus mengalami perkembangan. Akhirnya dari revolusi fisika berkembang menjadi Revolusi Elektromagnetik. Revolusi elektromagnetik secara drastis mengubah cara hidup manusia. Revolusi elektromagnetik menghadirkan sumber daya listrik, telekomunikasi radio, televisi, radar dan telepon/telegraph, hingga sinar x yang digunakan dalam dunia yang sangat luas. Komunikasi yang sebelumnya mengandalkan surat dan kurir, sehingga pesan sampai di tangan penerima setelah beberapa lama, sekarang mengandalkan gelombang elektromagnetik yang merambat dengan kecepatan sangat tinggi.

3) Revolusi Industri

Revolusi industri yang dimulai dengan pembuatan mesin uap di tahun 1789, memberikan percepatan yang begitu besar terhadap perubahan prinsip-prinsip produksi dari pemanfaatan tenaga hewan/manusia ke tenaga mesin. Mesin-mesin dihasilkan untuk kebutuhan pabrik dan transportasi. Kapal layar berganti menjadi kapal uap. Muncul kereta api dan mobil untuk menggantikan kereta kuda. Aktor pada revolusi ini adalah James Watt. Perkembangan setelah revolusi industri membawa pada penggunaan minyak untuk menggerakkan mesin serta rekayasa pompa untuk membuat ruang vakum dan ruang bertekanan tinggi.

4) Revolusi Semikonduktor

Revolusi ini dimulai dengan rekayasa transistor di tahun 1947. Revolusi ini dapat juga dinamakan sebagai Revolusi Elektronika. Penemuan transistor membuat dunia elektronika menjadi sederhana dan murah. Radio, televisi, telepon, perangkat pesawat terbang alat elektronik lainnya menjadi sederhana. Dengan alat ini, ribuan produk yang memudahkan kehidupan manusia pun dihasilkan. Dunia komputer juga merupakan produk atau efek dari revolusi semikonduktor ini. Begitu juga dengan teknologi laser, internet (nirkabel) dan mobile communication (telepon genggam). Revolusi ini masih juga akan berkembang ke penggunaan memristor.

5) Revolusi Fotografi

Awal mula dari revolusi ini dimulai pada tahun 1988. Revolusi ini mengubah total mekanisme fotografi dan menenggelamkan penggunaan film emulsi dan kertas foto. Revolusi ini dimungkinkan oleh rekayasa CCD (charge coupled devices) pada tahun 1969 dan diwujudkan sebagai piranti yang mampu merekam gambar pada tahun 1974. Kualitas gambarnya pada waktu itu masih rendah dan masih hitam-putih, serta masih bersifat analog. Perusahaan Fuji memulai era fotografi digital dengan prototipe komersial di tahun 1988, yang kemudian diikuti oleh Kodak dengan kamera beresolusi 1,3 megapiksel di tahun 1991. Revolusi fotografi digital ini, dapat kita lihat, memberikan efek yang dahsyat pada manusia. Fotografi digital menyebabkan era fotografi pelat emulsi yang berkembang secara evolusi sejak abad 19 berakhir. Fotografi menjadi hal yang sangat mudah, sangat murah, dan dipadu dengan teknologi komunikasi global, sebuah gambar dapat langsung disebarkan ke seluruh dunia dalam waktu yang sangat-sangat singkat. Kamera menjadi piranti yang terpasang di mana-mana, dari telepon genggam, laptop, bis, sudut-sudut ruangan hingga ke satelit ruang angkasa.

6) Implikasi Revolusi Ilmu bagi Perkembangan Ilmu

Perkembangan ilmu hingga saat ini tidak lepas dari dampak revolusi ilmu. Revolusi yang telah terjadi tidak berdampak pada suatu lokasi tertentu, tetapi telah berakibat untuk masyarakat luas diseluruh penjuru dunia ini. Dengan revolusi ini, tentunya ilmu pengetahuan mendorong kehidupan manusia menuju suatu keadaan yang lebih maju. Dengan hal ini menghasilkan teknologi-teknologi yang memudahkan manusia, dan meningkatkan kehidupan manusia. Dalam jangka waktu yang lama menurut Thoyibi (berawal dari revolusi maka manusia akan bisa menjangkau kehiduannya dari segala segi dan sendinya dan hingga akhirnya akan merubah kebudayaan manusia juga.

Dari konsekuensi kemajuan teknologi, ada pula dampak negatifnya. Menurut Thoyibi dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang ada, akan mendorong bertumbuhnya jiwa arogansi ilmiah yang akan menghancurkan manusia sendiri. Dalam hal ini tentunya bisa dilihat dari aspek internal maupun eksternal. Aspek internal dilihat dari konflik batin yang akan dialami ilmuwan (terutama ahli genetika dan bio-medika). Menurut Verhaak dan Imam, mereka akan dihadapkan dengan prinsip “lakukan apa saja sejauh bida” atau prinsip “lakukan sesuatu asalkan semakin meningkatkan kemanusiaan”. Kemudian dari aspek eksternal bisa dilihat dari dampak yang akan terjadi bagi lingkungan atau habitat manusia dan makhluk hidup di bumi ini. Dari perkembangan ilmu yang tidak bisa dikendalikan itu bisa dilihat pada bidang persenjataan, bidang kedokteran, dan bidang industri maju.

BAB III
PENUTUP

 KESIMPULAN
Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan adalah proses perkembangnya ilmu pengetahuan, mulai sejak munculnya hingga saat ini yang tercatat kedalam catatan sejarah atau literatur-literatur yang ada. Sejarah sendiri dapat dilihat dari segi kronologis dan geografis. Untuk itu, bisa dilihat dengan kurun waktu dimana sejarah itu terjadi. Dalam setiap periode sejarah pekembangan ilmu pengetahuan menampilkan ciri khas atau karakteristik tertentu.

Priode perkebangan ilmu pengetahuan dimulai sejak masa pra Yunani ataupun masa pra sejarah hingga masa modern dan masa kontemporer yang memliki keberbedaan struktur dan juga ciri yang berbeda pada setiap priodenya.

Revolusi ilmu pengetahuan selalu terjadi pada priode dimulai sejak priode awal hingga pertengahan yang sangat fenomenal dilanjutkan dengan revolusi modern dan terus berkembang.

DAFTAR PUSTAKA

Tim Dosen Filsafat Ilmu. FILSAFAT ILMU. (Yogyakarta: LIBERTY,2001), 63.
The Liang Gie, PENGANTAR FILSAFAT ILMU. (Yogjakarta: LIBERTY,1996), 10.
Maskoeri Jasin, Ilmu Alamiah Dasar (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2003), 35
Ibid, 36-39
Burhanuddin Salam,. SEJARAH FILSAFAT ILMU & TEKNOLOGI.,(Jakarta: Rineka Cipta
Verhaak, C. dan Haryono Imam. 1995. FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
(www.Keudekupi.com/Revolusi-Teknologi).
Tim Dosen Filsafat Ilmu. FILSAFAT ILMU. (Yogyakarta: LIBERTY,2001), 63.
The Liang Gie, PENGANTAR FILSAFAT ILMU. (Yogjakarta: LIBERTY,1996), 10.
Maskoeri Jasin, Ilmu Alamiah Dasar (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2003), 35
Ibid, 36-39
Burhanuddin Salam,. SEJARAH FILSAFAT ILMU & TEKNOLOGI.,(Jakarta: Rineka Cipta 2004), 30-34.
Muhammad Thoyibi, FILSAFAT ILMU dan PERKEMBANGANNYA. Surakarta: MUHAMMADIYYAH UNIVERSITY PRESS1997. 70

Muhammad Thoyibi, FILSAFAT ILMU dan PERKEMBANGANNYA. Surakarta: MUHAMMADIYYAH UNIVERSITY PRESS1997. 71
Tim Dosen Filsafat Ilmu. FILSAFAT ILMU. (Yogyakarta: LIBERTY,2001),70.

,C. Verhaak dan Imam Haryono. FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN.( Jakarta: Gramedia Pustaka Utama1995) 50

(www.Keudekupi.com/Revolusi-Teknologi).
Muhammad Thoyibi, FILSAFAT ILMU dan PERKEMBANGANNYA. Surakarta: MUHAMMADIYYAH UNIVERSITY PRESS1997. 60
Ibid, 61

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>