Home Al-kisah Imam Dasuqi Dan Karomahnya

Imam Dasuqi Dan Karomahnya

Syeikh Ibrahim Dasuqi

Pada tanggal 28 April 2011 merupakan maulid besar sang wali Allah SIdi Ibrahim Dasuqi yang di kubrukan di kota Dusuq, beliau merupakan seorang wali terkenal di Mesir dan seluruh penjuruh dunia.

Nama lengkap :

Arif Billah Ibrahim ad-Dasuqi bin Abi al-Majd bin Quraisy bin Muhammad bin Abi an-Naja bin Zainal Abidin bin Abdul Khaliq bin Muhammad Abi at-Thaib bin Abdul Katim bin Abdul Khaliq bin Abi Qasim bin Ja`far Zaki bin Ali bin Muhammad al-Jawwad bin Ali ar-Ridha bin Musa Kazhim bin JA`far as-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib dan Sayyidah Fatimah binti Rasulullah s.a.w.
Imam Dasuqi Dan Karomahnya

Dari kecil beliau dikenal sangat rajin beribadah, memiliki kerajian yang tinggi mengalahi teman-temannya, timbuh dan membesar di kalangan masyarkat yang soleh, memiliki sifat – sifat terpuji yang beliau warisi dari kakeknya baginda Rasulullah s.a.w.

Beliau sangat sopan santun, pengasih, pemurah, suka menolong orang, rajin beribadah, taat terhadap orang tua, menghormati ulama dan orang-orang solih, wara`, pendiam, pintar dan pandai.

Dari kecilnya telah mengikuti pengajian-pengajian agama, belajar membaca dan menulis, belajar berbagian disiflin ilmu agama dari ulama-ulam yang berada di kampung halamannya, menekuni fiqih Syafi`i dan mendalaminya, dan seterusnya belau mempelajari ilmu tasawuf dan memperdalaminya dengan semangat yang kuat sehingga beliau memang benar-benar berenang di lautan makrifah, menjadi tonggak besar tasawuf di Mesir dan seluruh penjuru dunia.

Latihan jiwa untuk menuju Allah tidak semudah mempelajari ilmu-ilmu yang lainnya, sebab perjalanan menuju Allah memiliki berbagai macam tantangan dan rintangan dari jiwa, masyarakat dan syaitan, cobaan tersebut datang menghalangi sang Salik menuju Allah, tetapi Syeikh Ibrahim berhasil menepis segala halangan dan rintangan yang mengganggunya untuk mengenal Allah dan berjalan munujunya, zikir, istighfar, salawat merupakan bahagian penting menuju perjalanan yang penuh dengan onak dan duri.

Dengan kerajinanya Allah memilih beliau menjadi walinya, bahkan beliau mendapat gelaran wali Qutub dari seluruh para wali, dan beliau juga diantara Qutub empat yang masyhur, Qutubul Arba`ah adalah : Sidi Abdul Qadir Jailani, Sidi Ahamd ar-Rifa`i, Sidi Ahmad Badawi dan Sidi Ibrahim ad-Dasuqi.

Diantara Karomah Imam Dasuqi adalah :

Berkata Imam al-Munawi : Seekor buaya telah menelan seorang anak di sungai nil, maka ibu sang anak mendatangi Syeikh Imam Ibrahim Dasuqi dengan menangis tersedu-sedu, maka Syeikh meyuruh muridnya untuk memanggil buaya yang memakan anak ibu tersebut, maka datang muridnya dan berseru di tepi sungai Nil : ” Wahai sekalian buaya , siapa diantara kalian yang memakan seorang anak maka hendaklah dia timbul dan menghadap Syeikh “. maka timbullah buaya dan berjalan beserta murid sehingga sampai kehadapan Syeikh Ibrahim ad-Dusuqi, maka Syeikh menyuruh buayaitu untuk mengeluarkan anak itu, maka buaya itu mengeluarkan anak itu dalam keadaan hidup, kemudian SYeikh Ibrahim berkata : Matilah kamu dengan keizinan Allah “, maka dengan segara buaya pun mati.

Kehidupan beliau penuh dengan ibadah dan perjuangan melawan hawa nafsu dan syahwat, membantu umat dan berbuat kebaikkan, beliau hidup hanya empat puluh tiga tahun saja, tetapi mampu mengisi kehidupannya dengan hal-hal yang bermanfa`at untuk dirinya dan umat islam sekaliannya,

Syeikh Ibrahim Dasuqi wafat  pada tahun 676 hijriyah, kuburan beliau terus di ziarahi hingga sampai sekarang ini.

Rujukkan :

1 – Jami` Karomati al-Auliya` : 1 / 398 , karangan Syeikh Yusuf an-Nabhani, cetakkan Darul Makrifah Bairut 1424 – 2003 .

2 – al-Khitatu Taufiqiyyah al-Jadidah : jilid 11, halaman 16, karangan Ali Basha cetakkan Hai`ah Masriyyah Ammah.

3 – Thobaqatu Syazuliyyah : halaman 87, karangan Abi Ali Hasan bin Muhammad bin Qasim al-Kuhun al-Fasi al-Maghribi.

Comments
  1. Anonymous

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *