July 24, 2014
Home » mozaik » Cara Mengatasi Asam Urat

Cara Mengatasi Asam Urat

Asam urat: perbaikan dengan perubahan pola makan

Asam urat disebut dengan penyakit akibat terlalu banyak memakan makanan favorit. Tetapi, tidak setiap penderita asam urat berarti menyukai  minum alkohol, makan daging sapi berlebihan, atau yang terkena adalah orang gemuk paruh baya dengan jempol kaki yang bengkak.

Setiap penderita asam urat punya sensitivitas tersendiri, misalnya sensitif terhadap daging merah atau alkohol atau makanan kaya lemak. Hal ini bisa diturunkan dari genetik, selain juga dari kebiasaan makan yang buruk dimasa lalu.

Gejala asam urat mirip dengan gejala arthritis lainnya:

Nyeri sendi dan bengkak. Biasanya nyeri dimulai dari jempol kaki, lalu bagian kaki yang lain, kadang pada lutut atau pergelangan tangan atau siku. Nyeri terjadi ketika kristal asam urat didalam cairan berada mengelilingi sendi. Hal ini karena kadar asam urat dalamd arah terlalu tinggi atau bahkan menurun terlalu cepat (ekstrimnya). Alkohol, makanan kaya lemak, obat penurun tekanan darah, keracunan timbal, bahkan genetika/keturunan dapat menjadi penyebab dari asam urat. Asam urat dapat mengkristal di ginjal dan berbagai jaringan lunak yang lain, sehingga menyebabkan kerusakan. Sehingga menahan serangan kesakitan sangat penting untuk mencegah dari kambuhnya penyakit.

Serangan asam urat terkadang dimulai malam hari, sendi menjadi semakin panas, bengkak dan nyeri, dapat terjadi secara lambat atau cepat, misalnya langsung setelah makan atau beberapa hari setelah makan yang sensitif mendatangkan asam urat. Ironisnya, asam urat dipengaruhi oleh diet rendah kalori, yang dapat meningkatkan kadar asam urat di jaringan.

Asam folat mencairkan asam urat

Beberapa dokter merekomendasikan asam folat, segolongan vitamin yang berisi xanthine oksidase, enzim yang bertanggungjawab untuk tubuh menghasilkan asam urat. Faktanya, obat yang diresepkan dokter, allopurinol (zyloprim) juga menghambat enzim ini.

Lebih baik tidak hanya menggunakan asam folat, juga mesti dilengkapi dengan perubahan diet dan juga suplementasi. Vitamin tidak akan banyak berfungsi ketika asam urat sudah menjadi kristal pada persendian, tetapi dapat membantu agar tidak terjadi serangan berikutnya.

Dosis yang direkomendasikan untuk asam folat: 10.000-40.000 micro gram/hari (25-100 kali kecukupan harian dari 400 micro gram) dan baiknya dilakukan dengan dukungan suplementasi. Hal ini tetap mesti dikonsultasikan ke dokter/ahli gizi karena pada beberapa orang, konsumsi asam folat 15 milligram (15.000 micro gram) dapat berefek mual, kembung, masalah tidur dan mudah tersinggung. Kelebihan dosis asam folat juga dapat menyebabkan anemia pernisiosa- defisiensi vitamin B12. ada baiknya jika ingin konsumsi asam folat, disertai juga konsumsi vitamin B kompleks.

Vitamin E sebagai alat anti inflamasi

Beberapa ahli menambahkan vitamin E pada resep cara mengatasi asam urat. Tujuan pemberian untuk meredam inflamasi dengan asupan 400-800 IU/hari, selama dan antara terjadinya serangan (jika ingin mengkonsumsi lebh dari 600 IU/hari, harus dikonsultasikan terlebih dahulu).

Vitamin yang sebaiknya dihindarkan

Dua vitamin yang sebaiknya dibatasi konsumsinya selama kejadian asam urat adalah niasin dan vitamin C. Keduanya dapat meningkatkan jumlah asam urat di darah. Selain itu, dosis rendah aspirin juga yang digunakan untuk anti inflamasi juga dapat meningkatkan kadar asam urat di darah, sedangkan obat pengurang nyeri non steroid lainnya masih tergolong aman.

Faktor Makanan

Walaupun obat dapat mengontrol asam urat, tapi beberapa ahli/dokter/ahli gizi menyarankan perubahan pola makan untuk serangan asam urat berikutnya, sehingga obat dokter pun dapat dihindari untuk dikonsumsi. Ada beberapa hal yang dapat disarankan:

    Hindari makanan tinggi purin. Hati, daging sapi, daging kambing, daging anak domba, kerang, makanan mengandung ragi, ikan herring, sarden, makarel dan anchovi (teri) semuanya adalah tinggi purin, protein yang terpecah dan menimbulkan asam urat. Biasanya, dokter/ahli gizi menyarankan stop makanan tersebut selama terjadi sakit dan mengurangi pada saat tidak sakit.

 Selamat tinggal alkohol.

    Cobalah buah ceri. Sebuah studi kuno tahun 1950 menyatakan bahwa konsumsi ½ pons ceri segar atau kalengan setiap hari dapat mengurangi asam urat. Golongan ceri, blueberry, hawthorn berry, dan golongan berry yang berwarna gelap lainnya kaya akan antosinidin dan prosianidin yang dapat mencegah kerusakan jaringan sendi yang juga menghambat enzim perusak jaringan yang dikeluarkan oleh sel imun dalam proses inflamasi (peradangan).

    Minum banyak air putih. Banyak minum air putih mengeluarkan asam urat melalui kencing dan mencegah ginjal dari pembentukan batu asam urat.

    Turunkan berat badan. Berat badan yang tidak gemuk dapat menurunkan kadar asam urat. Diet tinggi serat: buah-buahan, sayuran, gandum penuh, kacang dan sejenisnya merupakan cara baik menurunkan berat bada. Lebih baik turunkan berat badan secara bertahap daripada turun drastis.

Artikel ini terkirim via form Antar Kopi Oleh:

Warkoper

2 comments

  1. mbah…aku pensiun dr FB ya.. tapi insya allah aku akan tetap rajin kirim tulisan semampu aku… maafin kalau selama di FB, aku punya salah sm mbah…

  2. Saya suka berita ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>