July 25, 2014
Home » sastra » Mawar Berduri

Mawar Berduri

Salam Warkoper

Semasa kanak-kanak, begitu memikatnya cerita tentang mawar. Banyak cerita di dengungkan para guru..namun tak lupa mereka pun menceritakan tentang duri-durinya..dan pada akhir ujungnya cerita tentang duri-duri mawar itulah yang paling berperan dalam setiap cerita. Duri mawar yang tajam..bila menusuk kulit, terluka lah kulit dan mengalir darah. Dan duri mawar menjadi kenyataan yang menakutkan bagi masa kekanakan.

Kelopak mawar yang beraneka rupa

tunjungnya yang bersusun berenda

adalah istana raja tak terjamah

para pengawalnya yang bersenjata tajam tiada lemah

sanggupkah kau takhlukkan duri-durinya ?

Semasa remaja, begitu rupa bagi diri-diri menceritakannya seolah mawar adalah hidangan yang bisa di bawa-bawa. Masing-masing mencuba berbagi dan membaginya menurut kemauan. Namun tak satupun yang pernah mengetahui..seperti apakah mawar itu dan dimana tamannya berada. Semua perasaan seolah di wakilkan pada sebentuk rupa tanpa mengenalnya. Sama sekali!..dan mereka tak pernah peduli.

wahai keindahan beraneka rupa

yang tersembunyi di balik segala rahasia

keanggunanmu yang selalu di cerita

menjadi kepemilikan tanpa upaya

semua yang di ceritakan semasa remaja

tiada lain adalah palsu belaka

Semasa beranjak dewasa, ku cium wewangian tiada terduga. Khayal ku pun merenda membentuk rangkaian sempurna sekuntum mawar bertahta. dan jiawa pun bertanya ..”wewangian apakah ini ?..sepertinya aku pernah mendengar ceritanya ? “…dan diri pun dilamun nestapa tiada terkira. Karena apakah hati ku terantuk rindu tiada terkira kepada wewangian yang dulu hanya sebuah cerita..dimanakah tamannya ? Siapa pula yang menanamnya ?..Siapa pula Dia yang punya ?

Diri pun semakin tak kuasa menahan gejolak jiwa..wewangian mawar ini begitu memabukkan..siapakah yang mampu menunjukkan jalannya untuk aku memasuki taman-tamannya ?

Dan segenap jejak-jejak Para Penempuh ku telusuri. Dari mereka yang telah menemukan taman-taman mawar dan bertemu muka dengan Pemiliknya kusadap cerita. Semakin mabuk jiwa ini karena tubuh-tubuh mereka sudah selayaknya wewangian mawar itu sendiri, bahkan lebih harum rupanya..

Seorang yang telah bertemu Sang Pemilik taman-taman mawar berkata ..” Berjalanlah telanjang kaki, sumpat telinga dari cerita-cerita…karena ini adalah perjalanan rahasia..tempuhlah perjalananmu di balik malam pekat..bersuluhlah dengan lilin hatimu..tegarkanlah tanganmu dengan duri-durinya “..

dan aku pun tertunduk bertanya..” wahai engkau yang telah menemukan wewangian sejati..bila hatiku bimbang tak tentu dalam gelapnya perjalanan, apakah yang mesti aku lakukan ? “

Dengan senyum penuh kasih, sang penemu Wewangian berkata : “..wahai jiwa yang rindu…jangan lah kau takut..karena takut adalah milik pengecut..sesungguhnya suluh di hati mu akan menuntun untuk menemukanNya..takutlah pada keraguanmu..karena keraguan adalah jalan sesat perjalananmu..nyata sesungguhnya, yang berkehendak untuk menemukan taman-taman mawar dan berjumpa dengan Pemiliknya adalah dialah yang Di Kehendaki-Nya untuk memasuki taman-taman itu dan mengetahui rahasia-rahasia taman Mawar..dan Sang Pemilik akan mengajarkanmu cara menanam dan mengolah wewangian mawar ..dan janganlah engkau di takutkan oleh duri-duri mawar, karena sesungguhnya duri-duri itu palsu belaka “

oh..jiwa ku yang di landa kerinduan

semakin sempurna petunjuk ini

dan ku langkahkan kaki ini tanpa kebimbangan

menuju wewangi di balik rahasia diri

Segenap malam-malamku..ke berjalan tanpa henti..ku sumbat seluruh pendengaranku, ku hapus seluruh daya khayal ku..ku luruhkan segala takutku..dengan suluh lilin di hatiku tanpa ragu..dan…Ku cium wewangian itu dari kejauhan..semakin membulatkan tekadku…tak lagi kupedulikan segala luka di kaki ku yang telanjang..karena wewangian ini telah memukau segenap sadar ku..entah dimana terang itu..suluh di hatiku yang semakin bercahaya ataukah cahaya tanpa cahaya yang tiada terlukiskan terangnya yang memabwaku di taman Mawar yang luas tanpa terkira Keindahan dan Wanginya..semua luka hilang..semua lelah perjalanan terhapus.bahkan aku merasa tidak melakukan apa-apa untuk menemukan Taman Mawar yang begitu indahnya ini..

namun Penjaga Taman indah Mawar ini menghardikku..

” Siapakah engkau yang begitu hina lagi kotor berani memasuki Taman Mawar yang Suci ini ?..siapakah engkau yang miskin lagi papa berani memasuki taman yang Terjaga Rahasianya ini ? siapakah yang mengijinkan mu memasuki TamanNya yang tak Terjamah ini ? “

Seketika lemaslah seluruh persendian ini…seakan tiada daya dan upaya ku untuk menjawab ketegasan Sang Penjaga Taman Mawar. Dengan sisa-sisa tenaga ku sampaikan..” Wahai Penjaga Taman Mawar Rahasia..sesungguhnya tiada daya upayaku memasuki Taman Penuh Keagungan ini..KehendakNya Sang pemilik Mawar inilah yang menuntunku kemari….”

dan Sang Penjaga Taman Mawar Rahasia pun berkata..” bila demikian tanggalkanlah seluruh pakaianmu..agar di sucikan tubuhmu sebelum memasuki Taman Mawar ini..dan Sang Pemilik Taman Mawar Rahasia ini berkenan menemuimu “.

Ku tanggalkan seluruh pakaian ku tanpa sisa..tanpa pengetahuan tanpa apa-apa…dan terbukalah seluruh rahasia peribadi yang selama ini terhijab rapat…gementar seluruh nadi-nadiku..jiwaku tak terbentuk…hilang akal ku…airmata malu menetes laksana banjir Nuh…dan aku pun pingsan tak sadarkan diri….

Aku tak tahu berapa lama aku tak sadarkan diri..begitu terbangun…ku saksikan Maha Cahaya berhamburan di seluruh Cakrawala..dimanakah timur, barat, utara, selatan bahkan atas bawah tiada adanya…ku saksikan DiriKu berhadapan dengan Cahaya Keagungan..namun bila ku saksikan DiriKu, Cahaya itu adalah DiriKu jua..Aku adalah Cahaya dan Cahaya adalah Aku..Satu jua adanya..dan Suara penuh Keagungan berkata tanpa Kalam tanpa Suara tanpa rupa..” Lihatlah..bahwa seluruh Taman Mawar itu adalah Aku..dan Aku adalah seluruh Taman Mawar..”..

Ku pandangi bergantian…dan aku pun tersenyum ..Aku adalah Taman Mawar Rahasia dengan segala Rahasia..dan Taman Mawar Rahasia dengan seluruh rahasianya adalah Aku…

2 comments

  1. No Koment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>