April 19, 2014
Home » Al-kisah » PERANG SALIB | SKETSA SEJARAH BAGIAN 10

PERANG SALIB | SKETSA SEJARAH BAGIAN 10

PERANG SALIB KEEMPAT

Babak baru dimulai. Pada saat ini Kerajaan Yerusalem dikuasai oleh seorang pangeran yang dikucilkan di kota Acre. Kerajaan kecil ini berada di daerah antara Jaffa dan Tyre. Sedangkan kota Yerusalem sendiri dikuasai oleh adik Salahuddin, al-Adil. Paus Innocent III sembari menyerukan perang baru, juga meminta agar Gereja Kristen Timur Ortodoks untuk tunduk pada Gereja Vatikan Roma. Tetapi seruan Paus Innocent III untuk memulai perang suci tidak ditanggapi dengan bersemangat. Para raja dan bangsawan-ksatria Eropa telah merasakan perang berkepanjangan membuat mereka menderita secara ekonomi. Banyak dana dan nyawa yang mesti dikorbankan. Untuk menarik perhatian para raja itu, Paus Innocent III membuat sistem pajak baru untuk membiayai perang. Dengan sistem ini, para raja dan ksatria yang mau berperang akan mendapat keuntungan ekonomi. Tetapi cara ini nantinya melemahkan Perang Salib Keempat, sebab motif mereka berperang tak lagi soal agama atau upaya merebut Yerusalem. Perang Salib Keempat berubah menjadi semacam penjarahan, dan merupakan salah satu perang paling korup di pihak Eropa dalam sejarah perang merebut Yerusalem. Bahkan tentara dalam perang kali ini tak sampai menginjakkan kakinya di Yerusalem.

Pada November 1199, pasukan pertama tiba di Champagne, Perancis. Dari sana para pemimpin mengirimkan utusan ke pemimpin pedagang Venisia agar mereka menyiapkan transportasi laut. Saat itu Venisia dikuasai oleh Pangeran Enrico Dandolo, yang buta tetapi masih cerdik dan serakah. Pangeran ini meminta bayaran mahal untuk menyiapkan armada laut. Dandolo juga setuju memberi limapulih kapal perang kepada pasukan salib. Dalam persyaratan itu, pihak Venisia akan mendapat separuh dari setiap harta rampasan perang. Utusan pasukan salib menyetujui syarat yang berat ini. Pada 1202 pasukan salib berangkat ke Venisia untuk mengambil kapal-kapal. Tetapi mereka tidak membawa uang dalam jumlah yang telah disepakati bersama. Salah satu penyebabnya, ternyata banyak bangsawan yang membatalkan keikutsertaannya dalam perang suci ini. Pada awalnya diperkirakan tentara sebanyak 33,000 orang; namun kenyatannya hanya 11,000 pasukan.

Pangeran Dandolo memberi usulan. Di laut Adriatik, tak jauh dari Venisia, ada pulau bernama Zara. Zara termasuk wilayah Venisia namun belakangan mereka membelot ke Hungaria. Jika pasukan salib mau menyerang Zara dan mengembalikan wilayah itu ke kekuasaan Venisia, maka pasukan salib bisa membayar kapalnya. Pada awalnya pasukan salib ragu, sebab Zara adalah kota Kristen dan raja Hungaria termasuk pendukung Paus. Namun karena pasukan salib tak punya pilihan banyak, mereka dengan enggan menyepakati tawaran itu.

Pada November 1202 pasukan salib bergerak ke kota Zara. Kabar ini didengar warga Zara, dan penduduk di sana ramai-ramai menggantungkan banner raksasa bergambar salib di tembok benteng pertahanan kota, dan bahkan menempelkan salib-salib di banyak bagian tembok benteng dan di pintu-pintu rumah. Mereka berharap pasukan salib Kristen membatalkan serangannya. Namun upaya mereka sia-sia. Pasukan salib tetap menyerbu, dan tanpa banyak perlawanan kota itu jatuh. Pasukan salib langsung menjarah dan merampok harta warganya. Harta jarahan itu dibagi dua, sebagian diserahkan kepada Pangeran Dandolo.

Setelah Paskah tahun 1203, pasukan salib berangkat dengan kapal milik Dandolo menuju ke timur. Tetapi mereka tidak langsung menuju Palestina, melainkan berbelok ke Konstantinopel, ibukota kerajaan Byzantium. Perubahan haluan ini atas saran Pangeran Dandolo, yang punya ambisi pribadi untuk mengalahkan Byzantium dan bisa mengeruk keuntungan perdagangan dari kerajaan itu. Byzantium saat itu sedang lemah. Mereka masih berperang dengan Kerajaan Seljuk. Terjadi intrik di dalam istana pula. Isaac Angelus dikudeta oleh saudaranya sendiri, yang kemudian menjadi penguasa, yakni Alexius III. Isaac dimasukkan penjara bersama putranya. Kaisar Alexius III ini membuat jengkel Dandolo, sebab sang kaisar lebih suka berdagang dengan saudagar dari Pisa dan Genoa. Pada 1201, putra Isaac Angelus (yang namanya juga Alexius) berhasil melarikan diri ke Venisia. Alexius ini berjanji setia kepada Dandolo dan ikut bersama pasukan salib untuk mengalahkan Alexius III. Alexius putra Angelus ini berjanji kepada pasukan salib bahwa Gereja Kristen Ortodoks Timur akan dipaksa tunduk kepada Paus.

Paskan salib yang sudah berharapan akan mendapat banyak harta rampasan, segera bergerak menuju Scutari, di luar kota Konstantinopel. Mereka segera menyerbut kota. Raja Alexius III melarikan diri bersama pengikutnya. Isaac Angelus dibebaskan dari tahanan, dan Isaac mengumumukan bahwa dia dan anaknya akan memimpin Konstantinopel bersama-sama. Pada 1 Agustus 2003, sang anak menjadi raja dengan nama Alexius IV. Tetapi seusai perang itu kota itu hampir bangkrut. Rakyat merasa marah karena raja baru itu menaikkan pajak demi membayar kepada Pangeran Venisia dan pasukan salib. Para pendeta dan rakyat menentang Alexius IV. Petinggi Gereja Kristen Ortodoks juga menolak seruan Alexius IV untuk tunduk pada Paus Innocent III.

Lalu suatu hari terjadi kebakaran besar, yang berlangsung selama delapan hari, dan menghancurkan sebagian besar wilayah kota Konstantinopel. Rakyat Konstantinopel makin marah dan memberontak. Salah satu penasihat Alexius IV membunuh sang raja saat ia tidur. Beberapa hari kemudian Isaac Angelus juga ditemukan tewas. Sang penasihat ini lalu mengangkat diri menjadi raja dengan gelar Alexius V.

Tetapi Pasukan Salibis menolak mengakui kekuasaan Alexius V. Maka, pada 8 April 1204, pasukan kristen menyerang kota. Selama 3 hari pasukan Konstantinopel bertahan, dan akhirnya pada 12 April benteng kota itu berhasil ditembus. Alexius V melarikan diri dan pasukan salib merangsek ke dalam kota. Situasi menjadi kacau dan mengerikan. Pasukan Salib merampok penduduk, mengambil semua barang berharga sebanyak-banyaknya.  Pasukan Salib tergiur oleh banyaknya barng berharga di dalam kota Konstantinopel. Meskipun kota itu hampir bangkrut, namun gereja ortodoks dan penduduk kota sebagian besar memiliki kekayaan berlimpah. Di Katedral Santa Sophia, pasukan salib melakukan penjarahan besar-besaran, bahkan mereka mempreteli hiasan perak di dinding gereja, mengambil cangkir dan mangkok emas milik gereja. Mereka mengumpulkan banyak sekali emas dan perak dair gereja itu sampai-sampai mereka sendiri kebingungan mencari cara untuk mengangkutnya. Di seluruh kota, pasukan salib berkeliaran mengambil benda apa saja yang terbuat dari emas dan perak, kain sutra, uang. Pasukan salib juga merampas benda-benda yang disakralkan, termasuk jubah dan benda-benda yang pernah dipakai oleh para santo, orang suci Kristen Ortodoks. Sebagian pasukan salib masuk ke istana dan menggeledah 500 kamar istana yang berisi barang-barang berharga. Sebagian harta rampasan ini masih dipajang di Venisia sampai sekarang, termasuk patung di pintu masuk Katedral San Marco, Venisia, sebuah patung perunggu besar, Quadriga, milik Kaisar Konstantine.

Pada 16 Mei 1204, Pangeran Baldwin dari Falnders diangkat menjadi raja dengan upacara megah di Katedral Santa Sophia. Maka dimulailah era baru, Kekaisaran Latin Timur. Tetapi kekuasaannya tak lama, hanya 50 tahun.  Penduduknya menolak upaya kaisaar memaksakan penerapan ajaran Gereja Latin (Roma-Barat) kepada mereka. Kerajaan itu akhirnya ambruk.

Jadi Perang Salib Keempat berakhir dengan sia-sia. Pasukan salib sama sekali tak memikirkan orang kafir, kota suci, atau makam Kristus. Pasukan salib pulang ke tanah air masing-masing dengan membawa harta jarahan yang sangat banyak. Pangeran Venisia makin kaya dan kekuasaan Venisia menguat. Sedangkan Muslim masih menguasai Yerusalem, sebab Pasukan Salib Keempat sama sekali tidak masuk ke wilayah Yerusalem. Mereka sibuk sendiri mencari harta perang dengan dalih menjalankan perang suci. Kerajaan Yerusalem sendiri menandatangani perjanjian damai dengan Malik al-Adil, penguasa Syiria, yang menguasai kota Yerusalem. Perjanjian damai itu berlangsung sampai 1215 – dan pada tahun itu Raja Yerusalem meminta bantuan kepada Paus untuk memulai perang baru: Perang Salib Kelima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>